Gadis Bermata Pelangi

Gadis Bermata Pelangi
eps 22


__ADS_3

#Gadis_Bermata_Pelangi


#part_51


Cliff pun berusaha menjawab meskipun resikonya sangatlah besar.


Cliff menarik nafas panjang, lalu membuangnya secara pelan-pelan.


"Zahra, maaf, Aku gak bisa jadi pacar Kamu, mohon maaf Zahra," kata Cliff dengan muka tegas.


Cliff tidak mendengar Zela berbicara, lalu Cliff menoleh ke Zahra, dan ternyata, Zahra tertidur selama perjalanan.


Cliff memutar bola mata lega.


"Ternyata Dia tidur, hadeh, percuma dong Gue ngeluarin keringet sebanyak gini," kata Cliff dengan muka malas sambil memegang rambutnya yang basah karena keringat.


Tiba-tiba Zahra bangun.


"Wah, ganteng banget ya Dia, kalau megang rambutnya kayak gitu," batin Zahra.


Zahra melihat sekeliling dan Dia baru tau kalau mobil sudah berhenti.


"Cliff, mobilnya kan sudah berhenti, jadi ini saatnya Kamu jawab pertanyaanku, Kamu mau kan jadi pacar Aku?" tanya Zahra.


Cliff pun hanya terdiam dengan jantung yang terus berdegup kencang.


Cliff menoleh secara pelan-pelan ke arah Zahra sambil tersenyum meringis.


"Aku harus jawab apa nih?" batin Cliff.

__ADS_1


"Gimana, mau kan, Kamu jadi pacar Aku?" Zahra dengan senyum manis.


"Oke, Aku menjawab," kata Cliff dengan rasa penuh ketegangan sambil menarik nafas, lalu membuangnya berkali-kali.


Dan Cliff pun menjawab.


POV Shara.


Shara,Kevin dan Seno sedang berkumpul di cafe.


"Guys, Gue mau curhat nih, ini tentang Monica, Dia ngambek sama Gue, Dia ngerasa kalau Gue gak sayang sama Dia, padahalkan Gue sayang sama Monica," kata Shara dengan muka sedih.


"Ya, kalau menurut Gue sih, Lo harus lebih perhatian sama Monica," kata Seno.


"Ya juga ya, thank ya, Lo udah bantu Gue," kata Shara dengan senyuman.


"Sama-sama, Kita kan sahabat, jadi harus saling membantu," kata Seno sambil memegang kedua tangan Shara dan menatap Shara dengan tatapan penuh kasih sayang.


Seno pun melepaskan tangan Shara.


"Apaan sih Lo," kata Kevin dengan muka kesal.


"Udah, gak usah berantem, kayak anak kecil aja, hihihi," kata Shara dengan senyuman manis dan tawa kecil.


Monica pun datang.


Monica duduk dengan muka sedih.


"Hai, Gue kangen sama kalian," kata Monica dengan muka sedih.

__ADS_1


"Monica, maafin Kakak ya, selama ini Kakak jarang kasih perhatian Ke Monica," lirih Shara sambil memegang kedua tangan Monica.


Monica pun menghembuskan nafas lega.


"Ya Kak, Aku juga minta maaf ya, selama ini Aku bikin Kakak marah," kata Monica dengan muka terharu.


"Pelukan dong," kata Kevin dengan senyuman bangga.


Mereka pun berpelukan, sambil menangis.


POV Trent.


Trent sedang berada di taman dekat rumah sakit.


"Apa bener ya, kalau Gue jatuh cinta sama Zela, Gue ngerasa nyaman banget kalau deket Zela," batin Trent sambil memandang awan yang berlalu lalang.


"Apa Gue harus nembak Zela, tapi kalau Zela nolak Gue gimana, Gue aja gak tau Zela itu suka atau tidak sama Gue," batin Trent sambil manunduk dengan tangan yang membentuk lingkaran.


POV Zela


Zela dan Reyhan mengejar Cewek tersebut dan mereka pun berhenti di lapangan.


"Kalau berani jangan sama Cewek dong!" Bentak Zela dengan mata merah.


"I-i-i-i-itu Bos, lihat tuh, mata nya merah," kata Ibes dengan muka ketakutan dan kaki yang gemeteran.


Oh, jadi ini Cewek yang Lo maksud," kata Rimba sambil berjalan mengelilingi Zela "Cantik, menarik,".


Zela menatap Rimba dengan mata merahnya.

__ADS_1


Bersambung......


__ADS_2