
#Gadis_Bermata_Pelangi
#part_54
#Zela_bertemu_Sya
Zela pun pergi, lalu di melanjutkan perjalanannya, dan di tengah jalan matanya kembali hitam, Zela pun memutuskan berhenti di danau, tempat di mana keluarganya meninggal, Zela pergi ke tepi danau.
"Mungkin, ini waktunya," kata Zela sambil menunduk dengan mata biru.
Zela melompat ke danau, dan Zela berdiam diri supaya dirinya tenggelam.
Zela berbalik badan menghadap ke atas.
Zela menutup mata dan tersenyum sambil menahan nafasnya.
Tiba-tiba, Zela mendengar ada perempuan yang sedang berbicara.
"Oh ya, Kamu ngapain ngajak Aku ke sini?" tanya Tasya dengan senyuman kekanak-kanakan.
"Aku itu, mau Kita mancing, siapa tau kita dapat ikan, sekalian menghabiskan waktu luang, ya kan," jawab Nasya dengan senyuman dewasa.
"Ada orang, bagaimana ini, nanti kalau orang itu ngelihat Aku, terus nolongin Aku, Aku gak jadi mati dong," batin Zela dengan muka ketakutan.
Karena ketakutan, Zela pun langsung kehabisan nafas, dan Zela mulai kejang-kejang.
Nasya dan Tasya pun mendengar suara Zela yang kejang-kejang di dalam air.
"Itu suara apa?" tanya Tasya.
"Entah, Aku lihat dulu ya," jawab Nasya.
Nasya pun menceburkan diri lalu menyelam untuk mengetahui, itu suara apa, lalu Nasya melihat ada perempuan yang kejang-kejang karena kehabisan nafas, Nasya pun langsung membawa Zela ke daratan.
Tasya pun kaget karena Nasya mendapatkan seorang perempuan yang tenggelam.
Nasya pun menekan-nekan dada Zela, dan akhirnya, Zela terbatuk-batuk. dan sadarkan diri, Zela melihat kedua Perempuan kembar tersebut yang Zela rasa seperti kakaknya dalam wajah lain, Zela pun langsung memeluk Tasya dengan pakaian yang basah, akhirnya, pakaian Tasya pun ikut basah.
Zela memeluk Tasya sambil menangis dengan mata biru muda.
Nasya dan Tasya menatap Zela tapi tidak berbicara sepatah kata pun karena mereka tau kalau Zela masih syok.
"Udah, Kamu udah selamat kok, Kamu tenang ya," lirih Tasya sambil mengelus-elus punggung Zela.
Zela melepaskan pelukannya.
"Kalian siapa?" tanya Zela sambil menolah-noleh ke Tasya dan Nasya karena mereka sangat mirip.
"Aku Tasya, dan ini Nasya, kami saudara kembar," jawab Tasya dengan nada dan senyum ceria.
"Makasih ya, kalian sudah nolongin Aku," kata Zela dengan tubuh yang basah.
"Sama-sama," jawab Nasya dan Tasya secara bersamaan.
"Wah, kalian kompak ya," kata Zela dengan senyuman.
"Iya dong, kami kan kembar, jadi harus kompak," jawab Nasya dan Tasya secara bersamaan.
Mereka pun pergi ke rumah Sya.
"Oke, ini rumah kami," kata Tasya.
"Wah, besar banget," kata Zela dengan wajah kagum sambil melihat rumah yang sangat megah dan mewah.
Mereka pun masuk ke dalam.
"Oh ya, nama Kamu siapa?" Nama Aku-" jawab Zela yang terpotong.
__ADS_1
"Hai, Dia siapa, kok basah kuyup begini?" tanya Leo.
"Aku Zela," jawab Zela dengan senyuman.
"Oh, Aku Leo, senang berkenalan denganmu," kata Leo dengan senyuman.
"Zela, mending sekarang Kamu mandi, supaya Kamu tidak sakit," suruh Nasya.
Zela pun ke kamar mandi di antar oleh Tasya.
"Kamu ketemu Dia di mana, kok basah kuyup begitu?" tanya Leo.
"Tadi Dia tenggelam, di danau," jawab Nasya.
Zela pun selesai mandi, lalu Zela duduk di sofa dengan Nasya,Tasya dan Leo.
"Makasih ya, kalian sudah baik sama Aku," kata Zela sambil menatap mereka bertiga.
"Sama-sama," jawab Nasya dan Tasya dengan kompak.
"Oh ya, Kamu mau Aku anterin pulang atau pulang sendiri?" tanya Leo.
"Maksudnya Kakak ngusir Zela nih?" tanya Tasya dengan wajah kesal.
"Bukan, bukan itu maksudnya," jawa Leo dengan wajah kebingungan sekaligus ketakutan.
"Aduh, Aku salah ngomong nih," batin Leo dengan senyuman manis.
"Ya terus?" tanya Nasya dan Tasya dengan kompak dengan wajah yang sangat kesal.
"Maksudnya, nanti kalau Zela pulang, gitu, nanti, bukan sekarang," jawab Leo.
Tasya dan Nasya pun membuang muka mereka.
"Oh ya, silahkan diminum, pumpung anget loh," kata Nasya dengan senyuman.
Zela pun meminum teh hangat.
"Gimana, anget kan?" tanya Tasya dengan senyuman yang menunjukan gigi.
"Iya, anget banget, manis lagi," kata Zela dengan senyum manis.
"Iya dong, kan yang buat manis, otomatis minumannya juga ikut manis dong," kata Leo.
Semuanya pun tersenyum manis.
"Muka kamu kok manis banget sih," kata Leo dengan senyuman.
Semuanya pun langsung menatap Leo dengan tatapan tajam.
Krik krik krik krik.
1 menit kemudian.
"Emang salah ya, kalau Aku bilang Dia manis, Dia kan emang manis," kata Leo dengan senyuman malu.
"Enggak kok, gak salah," kata Nasya sambil menatap Zela.
"Habiskan ya, teh nya," suruh Tasya yang di balas anggukan oleh Zela.
Hujan pun turun.
Semuanya menoleh ke jendela rumah.
"Yah, hujan," kata Nasya dan Tasya dengan kompak.
"Emangnya kenapa kalau hujan?" tanya Zela.
__ADS_1
"Ya gak papa sih," jawab Nasya.
"Makasih ya, teh nya," kata Zela.
"Iyah, sama-sama," jawab Tasya.
Mereka pun diam.
Tasya dan Leo tertidur di sofa,
5 menit kemudian.
"Oh ya, Kamu kok bisa tenggelam sih?" tanya Nasya yang membangunkan Tasya dan Leo.
"Oh ya, gimana tuh, ceritanya," kata Leo dengan wajah penasaran.
"Ceritain dong," kata Tasya dengan wajah cemberut.
Zela menarik nafas panjang. Lalu mengeluarkannya secara cepat.
"Jadi begini," kata Zela sambil menunduk dengan wajah sedih.
"Assalamualaikum," salam Papa yang pulang dari kantor.
"Waalaikumsalam," jawab semua penghuni rumah.
"Papa pulang," kata Papa dengan wajah biasa aja.
"Halo, Pa, kenalin, ini temen baru kami," kata Tasya.
"Ya, Papa ke dalam dulu ya," kata Papa tanpa melihat teman baru Zela.
"Ya Pa," jawab Leo.
"Itu tadi Papa Aku," kata Leo.
"Papa kita," protes Tasya dan Nasya.
"Ya," kata Leo dengan wajah cemberut.
"Oh ya, ini kan hujannya sudah reda, jadi Aku pulang dulu ya," izin Zela.
"Aku anterin ya," kata Leo.
"Ya udah, ayo," kata Zela dengan senyuman.
Zela dan Leo pun pergi.
Zela dan Leo berhenti di lampu merah.
"Wah, lihat awan hitamnya," kata Leo sambil menatap langit yang gelap karena mendung.
"Serem banget ya, Aku jadi takut nih," kata Zela yang juga menatap langit yang gelap.
"Udah, tenang aja, kita bakal aman kok," kata Leo sambil menoleh belakang dan menatap Zela.
"Ya, itu sudah lampu hijau, ayo jalan," kata Zela dengan muka ketakutan.
Zela pun sampai di rumah.
"Makasih ya, udah nganterin Aku," kata Zela dengan senyuman manis.
"Sama-sama," jawab Leo lalu pergi meninggalkan Zela.
Zela pun masuk ke kamar dan tidur.
Tiba-tiba ada yang mengetuk pintu.
__ADS_1
bersambung......