Gadis Bermata Pelangi

Gadis Bermata Pelangi
Zela tenggelam


__ADS_3

"Ah masa, perasaan, Gue gak pernah punya mata orange deh," kata Zela dengan muka yang sangat bingung.


"Lo halu kali," tuduh Zela.


"Ya gak lah, Gue lihat Lo, pakai mata kepala Gue sendiri, dan itu emang Lo," protes Monica dengan nada sedikit tinggi.


"Emangnya, Lo punya berapa warna mata sih?" tanya Monica.


"Banyak sih," jawab Zela.


"Sebutin satu per satu," suruh Monica dengan tatapan mata yang sangat tajam.


"Pertama, biru, saat Gue sedih, kedua, merah, saat Gue marah, terus ada yang baru, yaitu warna putih, saat Gue takut, gitu," jawab Zela.


"Terus, apa ada warna lain?" tanya Monica.


"Ada, warna ungu, yang artinya Gue marah dan sedih, terus, udah, gitu aja," jawab Zela.


Monica pun menunduk dengan tatapan mata yang sangat tajam sambil berpikir keras.


"Oh ya, ada satu lagi, warna hijau, artinya Gue lagi seneng," kata Zela dengan senyum manis.


Monica pun terus berpikir keras.


Tiba-tiba Monica mendapat pengetahuan.


"Apa jangan-jangan, orange itu warna gabungan seperti ungu, yang artinya, Lo seneng sambil marah," kata Monica dengan muka penasaran.

__ADS_1


Zela pun memegang dagunya sambil berfikir.


"Kayaknya bukan deh, soalnya kan, kalau marah warna merah, senang warna hijau, kan harusnya jadi kuning, ya kan," protes Zela dengan senyum yang paling manis, sampai menunjukan giginya yang putih.


Monica kembali berfikir dengan sangat keras.


Sheryl pun datang dengan muka jutek.


"Gue mau bicara empat mata sama Lo," kata Sheryl ke Zela dengan nada sedikit tinggi.


"Emang Lo ada urusan apa ya sama sahabat Gue ini?" tanya Monica dengan muka kesal.


"Ini bukan urusan Lo," bantah Sheryl.


Zela berdiri.


"Zela, kok Lo setuju sih, Dia ini mau berbuat jahat sama Lo," kata Monica dengan nada sedikit tinggi sambil menunjuk Sheryl.


"Diem Lo!" bentak Sheryl ke Monica dengan nada tinggi.


"Apaan Lo!" bentak Monica dengan muka marah.


"Sudah, ayo kita pergi," ajak Zela untuk Sheryl supaya tidak ada keributan.


Zela dan Sheryl pun pergi ke wahana air.


"Lo mau ngomong apa?" tanya Zela dengan muka kesal.

__ADS_1


"Lo kan, yang nyuruh Dirk supaya jauhin Gue!" bentak Sheryl sambil menunjuk Zela.


Zela pun menangkis tangan Sheryl.


"Kalau ya kenapa?" tanya Zela dengan muka marah.


"Kenapa Lo nyuruh Dirk jauhin Gue, emang Gue punya salah apa sama Lo!" bentak Sheryl.


"Lo emang gak salah apa-apa sama Gue, tapi Lo berbuat salah ke Monica, Gue cuma mau bantu Monica aja kok," kata Zela dengan senyum jahat.


"Please, Lo bolehin ya, Dirk deket lagi sama Gue, karena, Gue cinta sama Dirk, please," minta Sheryl dengan muka memelas.


"Sorry, tapi Gue gak bisa, Karena apa, Gue gak mau kehilangan sahabat Gue," bantah Zela.


Sheryl berjalan ke samping Zela dengan senyum jahat.


"Jadi, Lo gak mau bantu Gue?" tanya Sheryl.


"Gue, gak mau bantuin Lo," jawab Zela dengan muka datar.


Lalu, Sheryl pun mendorong Zela sampai jatuh ke kolam renang.


Sheryl pun pergi meninggalkan Zela yang tenggelam dengan senyum jahat.


Monica pun datang dengan muka panik.


"Aduh, gimana nih, Gue gak bisa berenang lagi," kata Zela dengan nada dan muka panik.

__ADS_1


bersambung........


__ADS_2