Gadis Bermata Pelangi

Gadis Bermata Pelangi
Zela menabrak orang


__ADS_3

"Aku suka sama Cliff, jadi, Aku minta, Kamu kasih Cliff ke Aku," minta Zahra dengan muka sedih.


"Oooo itu, ya, ambil aja, lagi pula Aku juga gak suka kok sama Cliff," jawab Zela dengan senyum lega.


"Makasih, Kamu emang sepupuku yang paling baik," kata Zahra sambil memeluk Zela dengan senyuman manis.


Ke esokan harinya.


Zela jalan jalan keluar memakai motor matic sambil melihat sekeliling.


Dan tiba-tiba, Zela menabrak orang.


Zela turun dari motor dan melihat orang itu.


"Halo, Kamu gak papa kan, apa ada yang luka?" tanya Zela sambil menggerakan tubuh orang tersebut.


"jangan-jangan, dia sudah meninggal, aduh gimana nih, gak ada orang lagi," kata Zela dengan muka panik sambil melihat sekeliling untuk mencari bantuan.


Mata Zela pun berubah menjadi warna putih, dan Zela melihat jantung yang masih berdetak.


"Dia, masih hidupkan, jantungnya masih berdetak," kata Zela dengan muka ketakutan dan mata putih.


Datanglah, seseorang.


"Dia kenapa?" tanya Trent.


Zela pun menoleh ke Trent.


"Dia Aku tabrak," jawab Zela sambil menangis dengan mata yang berubah menjadi biru.


Trent langsung mengangkat orang itu ke mobilnya untuk di bawa ke rumah sakit.

__ADS_1


Dan mereka pun pergi ke rumah sakit, dan di ruang tunggu.


"Zela, Lo tunggu di sini, Gue bakal nyembuhin orang itu," perintah Trent.


Zela pun menganguk sambil terus menangis.


Zela duduk di bangku.


Trent keluar dari kamar tersebut, dan duduk di saamping Zela.


"Lo tenang aja, Dia baik-baik aja kok," kata Trent sambil menatap mata Zela yang biru.


"Makasih ya, Lo gak marah sama Gua," kata Zela.


Trent menarik tubuh Zela dan memasukannya ke pelukannya.


"Nangis aja, gak papa kok," kata Trent sambil memeluk Zela.


"Dasar Cewek itu, dasar pelakor, Gue minta Dia deketin Cliff, eh malah Dia deketin Trent juga, dasar playgirl," batin Monica dengan muka kesal saat melihat Zela dan Trent.


Orang itu sadarkan diri.


Dia membuka matanya dengan muka bingung.


"Aku dimana?" tanya Dirk.


Di ruang tunggu


Suster pun datang.


Trent menoleh ke Suster

__ADS_1


"Dokter, di sana ada yang butuh pertolonganmu," kata Suster.


Trent pun berdiri.


"Baiklah, Zela, Gue kerja dulu ya," pamit Trent sambil menghadap ke Zela.


"Ya," jawab Zela tanpa menoleh ke Trent.


"Apa Gue harus tanya ke Dia ya, tentang hal ini, yah, semoga aja di udah lupain dan maafin Gue," batin Al yang mengintai Zela.


Al pun menghampiri Zela.


"Zela," panggil Al.


Zela pun menoleh dan berdiri.


"Ngapain Lo ke sini?" tanya Zela dengan muka benci.


"Zela, Aku cuma mau tanya, Kamu udah melupakan masalah kita kan?" tanya Al sambil pmemegan kedua tangan Zela.


"Masalah apa ya?" tanya Zela.


"Aku udah yang membuat keluarga Kamu meninggal," kata Al.


"Benar juga, kok Gue bisa lupa ya," batin Zela sambil menunduk.


"Makasih, Lo udah ngingetin, ternyata dugaan Gue selama ini bener ya, buktinya, sekarang Gue lagi bahagia, dan sekali lagi, Lo hancurin ke bahagiaan Gue," kata Zela dengan nada kesal dan mata merah.


"Bukan gitu Zela, tapi---" kata Al dengan muka panik yang terpotong.


"Tapi apa ha, ya udah sekarang kita jalan-jalan," minta Zela.

__ADS_1


Mereka pun jalan-jalan


Bersambung..........


__ADS_2