Gadis Bermata Pelangi

Gadis Bermata Pelangi
broken home


__ADS_3

"Gue inget kok, tapi kan, Lo sendiri yang bilang, kalau Gue itu sahabat Lo, bukan pacar Lo," kata Cliff.


Sheryl pun pergi sambil menangis.


"Lo gak kejar Dia?" tanya Zela.


"Gak ah, buat apa coba," jawab Cliff.


Mereka pun duduk.


"Makasih ya Kamu udah lebih milih Aku daripada Dia," kata Zela sambil menatap Cliff.


"Cieeeee, udah Aku Kamu nih," kata Cliff.


Zela pun tersenyum malu dengan mata merah muda.


"Aku mau pulang," kata Zela.


"Ya udah, Aku anterin ya," kata Cliff.


"Gak, Aku pulang sendiri aja," kata Zela.


Zela pun pulang dan di dalam rumah, Om dan Tante bertengkar.


"Kamu tau diri dong, Aku ini sibuk kerja!" bentak Om dengan nada yang sangat keras.


"Aku cuma mau kita liburan ya, cuma itu!" bentak tante dengan nada yag lebih keras.


Zela masuk ke rumah dan menghentikan pertengkaran tersebut.


"Kalian apa-apaan sih?" tanya Zela dengan nada kesal.


Zela pun mendengar seseorang menangis, lalu menoleh ke kamar dan ternyata, Zahra lah yang menangis, lalu Zela menghampiri Zahra dan memeluknya.


"Kamu yang tenang ya," kata Zela sambil memeluk Zahra.


Zahra terus menangis.


Om pun masuk ke kamar.


"Zahra, maafin Ayah ya," kata Om dengan nada yang sangat lembut.


Tante juga masuk ke kamar.

__ADS_1


"Maatin Ibu juga ya," kata Tante dengan nada yang juga lembut.


Zahra melepaskan pelukan, lalu keluar kamar dan kabur membawa motor.


Zela pun langsung mengejarnya.


Zahra berhenti di jembatan yang di bawahnya terdapat sungai.


"Zahra, kita pulang ya," bujuk Zela.


"Buat apa pulang, gak ada gunanya tau gak, percuma oalau aku pulang," protes Zahra sbil menangis.


"Keluarga kita udah gak berantem lagi kok, mereka sudah baikan," lirih Zela sambil memegang bahu Zahra.


"Gak, Aku gak mau pulang, bikin sakit hati," protes Zahra.


Zela menunduk dan berdiam, lalu memandang langit yang sangat cerah.


"Kamu kenapa?" tanya Zahra sambil menoleh ke Zela.


"Di hidup ini memang tidak ada yang sempurna ya, Aku sudah gak punya orang tua, sementara Kamu, punya orang tua tapi berantem, Tidak ada yang bisa kita Syukuri," kata Zela sambil menghadap ke bawah.


"Maaf ya, karena Aku, Kamu jadi sedih," kata Zahra dengan rasa bersalah.


"Ya, ayo," terima Zahra.


Akhirnya, Zela berhasil mengajak Zahra untuk pulang


Di rumah saat malam hari, Zahra bangun dari tidurnya, lalu Zahra keluar kamar dan pergi dari rumah.


Zela mendengar suara motor Zahra, dan Zela langsung ke depan rumah dan mengejar Zahra.


Zahra pun berhenti di club malam.


Zela turun dari motor dan menghampiri Zahra.


"Zahra, Kamu ngapain sih, ke tempat kayak gini," kata Zela sambil memegang kedua tangan Zahra.


Zahra pun melepaskan tangan Zela dengan kasar.


"Aku mau seneng-seneng, Aku capek di rumah, makanya Aku ke sini, di rumah, aku bisa nangis, dan mungkin aja kan, di sini Aku bisa seneng!" bentak Zahra.


"Tapi gak gini caranya Zahra," protes Zela dengan nada lembut.

__ADS_1


"Ya terus gimana," kata Zahra dengan nada kasar.


Zahra langsung masuk ke dalam club malam, dan di dalam, Zahra meminum miras.


"Zahra, jangan," kata Zela sambil merebut miras tersebut.


Zahra mendorong Zela, lalu Zahra meminum miras tersebut, dan setelah meminumnya, Zahra pingsan.


"Zahra!" panggil Zela sambil menggoyangkan kepala Zahra.


Lalu Cliff yang selama ini mengikuti mereka, masuk dan menggendong Zahra ke mobil, lalu mereka ke rumah sakit.


Zela dan Cliff duduk di ruang tunggu.


Zela berjalan mondar-mandir.


Dokter pun keluar dari kamar Zahra.


"Dokter, gimana keadaan sepupu Saya?" tanya Zela dengan nada panik.


"Dia baik-baik saja, Anda boleh masuk ke dalam," jawab Dokter Trent.


Zela langsung masuk ke kamar Zahra.


"Wow, sekarang Lo kerja di sini ya," kata Cliff yang kagum.


"Ya, begitulah kenyataanya," jawab Trent.


"Oh ya, bilang ke temen Lo, kalau pasien masih belum sadarkan diri, dan mungkin aja pasien depresi, jadi, jaga Pasien baik-baik, mengerti, oh ya, hubungi juga keluarganya, karena keluarganya harus tau," kata Trent.


"Semenjak Lo kenal sama Sheryl, Lo jadi sering ngomong panjang lebar ya," kata Cliff dengan senyum tampan.


"Ya, begitu lah kenyataannya." kata Trent sambil membuang muka "Udah ya, Gue sibuk nih,"


"Sok sibuk banget sih," sindir Cliff.


Trent pun pergi.


Zahra sadarkan diri.


"Zahra, Kamu udah gak papa kan?" tanya Zela dengan nada lembut.


Zahra hanya menatap Zela.

__ADS_1


Bersambung......


__ADS_2