Gadis Bermata Pelangi

Gadis Bermata Pelangi
Zahra calon anak broken home


__ADS_3

Di pagi hari, semua berkumpul di meja makan.


Semua menyantap sarapan mereka. Zela memakan roti yang di lapisi selai strawberry dan blueberry, dan di tambah susu dan meses di atasnya.


"Tasya, Kamu buat cerita yang romantis ya, antara Aku sama Reinhard," minta Reina sambil memakan roti yang sama seperti Zela tanpa menatap muka Tasya.


"Kamu suka ya, sama Reinhard," kata Tasya sambil menatap Reina dengan sangat dekat dan senyumanan manis


"Gimana ya, Aku gak tau sih, perasaan Aku yang sebenarnya ke Reinhard, tapi Kamu mau ya bikin cerita romantis, supaya Aku bisa makin deket sama Reinhard," kata Reina dengan senyuman.


"Cieeee, ada yang jatuh cinta nih," sindir Tasya dengan tawa kecil.


"Ih, apaan sih, siapa juga yang jatuh cinta, Aku cuma suka sama Reinhard, bukannya cinta," protes Reina dengan senyum malu.


"Pipinya merah tuh," kata Tasya sambil melihat pipi milik Reina.


"Apaan sih," kata Reina sambil terseunyum malu dan membuang mukanya.


Pak Bei pun memasang senyum bahagia.


"Papa suka deh, ngelihat kalian ngobrol kayak gini," kata Pak Bei.


"Ngedenger kali ah," protes Leo dengan senyum senang sambil membuang mukanya.


"bener tuh," kata Reina dan Tasya secara bersamaan dengan senyuman menahan tawa.

__ADS_1


"Ya deh, Papa ngaku salah," kata Pak Bei dengan muka kesal lalu tersenyum.


Reina dan Tasya pun tertawa kecil sambil menutup mulut mereka.


Zela yang mendengar itu pun, hanya terdiam dengan muka sedih dan mata biru.


Bu Sasha yang memperhatian Zela dari tadi pun angkat bicara.


"Zela, Kamu kenapa, kok dari tadi Mama liatin, Kamu kayak sedih gitu?" tanya Bu Sasha.


"Gak papa kok Ma, Aku pengen aja sedih," jawab Zela dengan muka sedih sambil memakan roti.


"Kalau Kamu ada masalah, Kamu cerita dong sama Kami, Kami kan keluarga Kamu, Kami sayang sama Kamu," kata Bu Sasha.


POV Zahra


Di rumah, tepetnya di ruang tamu, Ibu dan Ayahnya bertengkar di depan Zahra dan Alex.


"Udah ya, Aku males dengerin kamu nuduh-nuduh Aku terus!" bentak Pak Evan.


"Emang bener kok, Kamu emang selingkuh!" bentak Bu Ragel dengan mata melotot sambil menunjuk Pak Evan.


"Udah, kalian ini bisa gak sih, gak berantem, Aku capek ngedengerin ini!" Bentak Zahra yang sedang menengahi orang tuanya sambil menolah-noleh ke Pak Evan dan Bu Ragel.


"Ayah Kamu tuh, yang salah, Ayah Kamu selingkuh!" bentak Bu Ragel.

__ADS_1


Zahra pun keluar dari rumah, lalu memakai motor sport milik alex tanpa menggunakan helm.


Semuanya pun menghampiri Zara.


Tetapi sudah terlambat, Zahra pergi membawa motor dengan kecepatan tinggi.


Zahra masuk ke circuit, lalu berkendara dengan kecepatan 100 kilo meter per jam.


Dengan tikungan yang sangat tajam, Zahra berhasil berbelok dengan aman.


Zahra terus menambah kecepatannya.


Dan di sana, ada orang yang melihat Zahra.


"Wah, hebat banget tuh Cewek, apa Aku pilih Dia aja ya?" batin Cowok dengan tatapan kagum.


Lalu tiba-tiba, motor Zahra berhenti tepat di depan Cowok tersebut.


"Kenapa nih motor?" tanya Zahra, sambil melihat-lihat motornya.


"Yah, bensinnya abis," kata Zahra dengan muka kesal.


"Apa Kamu mau, jadi pembalap Saya?" tanya Cowok sambil bersendekap.


Bersambung.......

__ADS_1


__ADS_2