Gadis Bermata Pelangi

Gadis Bermata Pelangi
jawaban Cliff


__ADS_3

Zela pun pergi meninggalkan teman - temannya, dan di tengah jalan, Dia melihat geng antrax yang sedang makan di gudang.


Zela pun mengintai mereka.


"Boss, gimana nih, kalau seandainya Cewek itu tau, kalau kita yang udah menyebabkan keluarganya meninggal gimana?" tanya Ibes dengan muka penuh ketakutan.


Zela pun terkejut saat mendengarnya.


"Ah, udahlah, jangan pikirin hal itu, mending kita seneng-seneng hahahahaha," kata Rimba dengan tawa jahat.


Zela pun menghampiri mereka.


"Oh, jadi kalian yang membunuh keluargaku," kata Zela dengan mata orange.


"Aduh, Boss, gimana nih?" tanya Ibes dengan tubuh yang bergetar.


Rimba pun berdiri dan menatap Zela dengan jarak yang sangat dekat.


"Zela pun memukul perut Rimba sampai terpental jauh menghantam dinding gudang dengan sangat keras, sampai dinding gudang pun hancur.


Semua member geng antrax menoleh ke Zela dengan muka penuh ketakutan.


Mereka semua pun kabur meninggalkan Rimba yang pingsan.


Dan gudang tersebut runtuh.


POV Cliff


Tiba tiba ada yang menggedor pintu mobilnya.


"Woy, buka!" bentak Tasya dengan muka yang sangat marah.

__ADS_1


"Aaaa, itu apa!" teriak Zahra yang kaget dengan wajah ketakutan.


Cliff dan Zahra pun turun dari mobil.


"Gue minta, sekarang, Lo pergi ke sana, terus, balik lagi ke sini dengan kecepatan 100 kilo meter, paham!" bentak Tasya.


"Tasya, udah dong, ya, Aku janji bakal nyari kembaran Kamu," kata Leo kakak Tasya.


"Maaf ya, adik saya ini sedang depresi karena saudara kembarnya menghilang di culik mafia yang sangat berbahaya," kata Leo dengan wajah malu.


Leo memegang tangan Tasya tapi di tangkis oleh Tasya, sambil berkata.


"Gak, Aku gak mau pulang, Aku maunya ketemu sama Nasya, Aku gak bisa hidup tanpa Nasya!" bentak Tasya sambil menangis.


Cliff dan Zahra pun masuk ke mobil dan pergi, tetapi.


"Loh, kok gak bisa ya," kata Cliff sambil menyalakan mobilnya.


Cliff pun menepuk jidatnya.


"Ya terus, sekarang gimana?" tanya Zahra.


"Sekarang, ayo kita pulang, ya," ajak Leo dengan senyum keren.


Tasya pun mau di bawa pulang.


Di rumah, ada Papa dan Mamanya Tasya yang duduk di sofa empuk dengan wajah cemas.


Saat melihat Tasya, mereka pun langsung menghampirinya dan Mamanya memeluk Tasya.


"Tasya, Kamu kemana aja Sayang, Mama khawatir sama Kamu," kata Mama sambil memeluk Tasya.

__ADS_1


"Lebih baik, Mama ajak Tasya tidur, karena, sepertinya Dia sangat lelah," kata Papa yang di balas anggukan oleh Mama.


"Bagaimana Pa, perkembangan kasus Nasya?" tanya Leo.


Papanya pun melangkah ke depan dan menjelaskannya tanpa menatap ke arah Leo.


"Jadi begini, Polisi sudah mencarinya, dan ternyata," kata Papa dengan wajah yang sedih.


Tasya sampai di kamarnya, lalu Mamanya membuka pintu dan nampak sesosok yang tidak di duga, dan ternyata itu Nasya yang sudah pulang dari penculikan.


Tasya tersenyum dan langsung memeluk kembarannya tersebut.


"Aku kangen Kamu," kata Tasya sambil memeluk Nasya.


"Aku juga, Udah ya, jangan sedih lagi, kan Aku sudah pulang," kata Nasya sambil memeluk Tasya.


Papanya berbalik badan.


"Nasya sudah di temukan, dan sekarang, Nasya ada di kamarnya," kata Papa dengan senyuman yang sangat bahagia.


Leo pun juga tersenyum bahagia.


POV Cliff


Masih di mobilnya yang berhenti karena kehabisan bensin.


Tiba-tiba Zahra menanyakan pertanyaan yang belum Cliff jawab.


"Kamu mau Gak jadi pacar Aku?" tanya Zahra yang kesekian kalinya dengan wajah cemberut.


"Aduh, Aku harus jawab apa nih, oke Cliff, Kamu harus tegas," batin Cliff dengan keringat yang mulai terjun.

__ADS_1


Dan Cliff pun menjawab.


bersambung.......


__ADS_2