
Beberapa tahun kemudian.
Aku Nasya, Aku punya kembaran yang bernama Tasya, Aku adalah artis dan namaku pun berubah, dari nama Nasya, menjadi Reina, karena nama lengkapku adalah, Reina Salsabila Putri Anastasya.
Dan ya, kalian pasti tau, kalau kehidupan artis tidaklah tenang, di mana-mana pasti selalu di tanya, sementara kembaraku yang bernama Tasya, menjadi penulis naskah. dan inilah cerita ku.
Di pagi hari, Reina sedang duduk di sebuah taman.
Tiba-tiba, wartawan datang.
"Mbak mbak, Saya mau klarifikasi, apa benar, jika Mbak punya hubungan khusus dengan Reinhard ?" tanya Wartawan Pria.
"Ya, itu benar, dan tolong, jangan menanyakan hal itu lagi, mengerti," jawab Reina dengan wajah kesal.
"Tapi Mbak Reina" tanya Wartawan Wanita yang di di abaikan oleh Reina.
Reina pun pergi meninggalkan Wartawan tersebut dengan wajah marah.
Reina pun sampai di rumah dan Dia duduk di ruang tamu, dan di sana ada Papanya.
"Papa, Aku kesel banget deh sama wartawan, mereka itu selalu aja nanya hubunganku sama Reinhard, Aku kan jadi kesel!" teriak Reina dengan wajah kesal.
"Ya begitulah resikonya jadi artis, deket sama orang, langsung di kira pacaran." kata Papa.
Zela pun datang dengan suka riang sambil lompat-lompat seperti Tasya.
Zela pun meloncat ke sofa empuk dan mendarat dengan nyaman.
"Kak Reina kenapa?" tanya Zela dengan senyuman paling manis dan mata hijau.
"Aku di gosipin," kata Reina dengan wajah yang sangat kesal.
__ADS_1
"O, gitu," kata Zela sambil memasang muka cemberut.
Reina pun memeluk Zela sambil menangis.
"Hiks, hiks, ternyata gini ya rasanya jadi artis, hidup Aku jadi gak tenang," kata Reina sambil menangis dan memeluk Zela.
Tasya pun datang dan duduk di sebelah Reina.
"Maafin Aku ya, gara-gara Aku bikin cerita romantis, Kamu jadi punya masalah," kata Tasya dengan muka sedih.
Reina melepaskan pelukannya dari Zela, lalu memeluk Tasya.
"Gak papa kok, namanya juga kerjaan, pasti ada resikonya," kata Reina dengan senyuman.
"Reina, katanya Kamu mau syuting," kata Pak Bei
"Oh ya, Aku lupa, baiklah, Aku pergi dulu ya," kata Reina dengan tergesa-gesa.
"Viuh, akhirnya sampai juga," kata Reina dengan nada lega.
"Hai," sapa Reinhard.
"Oh, hai, Lo udah sampai yah, Lo selalu on time ya," kata Reina dengan nafas cepat.
"Iya dong, oh ya, gimana kalau kita ngeteh dulu," ajak Reinhard.
"Ya, ayo," setuju Reina dengan senyuman.
Tapi tiba-tiba ada yang menghadang mereka.
"Ini Mbak, Mas, di baca ya," kata Kru sambil memberikan naskah.
__ADS_1
Mereka pun duduk dan mulai membaca naskah.
Skip
Mereka sudah stand by di depan kamera.
"Ok, kamera, Roll, action!" teriak Andri sang Sutradara.
"Ini foto siapa, hah, Kamu main belakang ya, Aku gak suka ya, sama Cowok playboy kayak Kamu, sekarang juga, kita putus!" bentak Reina sambil berbalik badan dan melangkah pergi.
Tetapi, Reinhard memegang tangan Reina.
"Aku minta maaf, Aku bisa jelasin," kata Reinhard.
Reina menangkis tangan Reinhard.
"Jelasin apa, ini semua udah jelas!" bentak Reina dengan tatapan yang tajam.
"Melody, dengerin Aku, aku bisa jelasin ini semua, Aku sayang samu Kamu melody," kata Reinhard sambil memegang tangan Reina.
Reinhard pun mencium tangan Reina.
"Kamu percayakan, sama Aku," kata Reinhard.
Reina menunduk dengan muka sedih.
"Ya, Aku percaya sama Kamu," kata Reina.
Mereka pun berpelukan.
"Cut, oke bagus!" teriak Andri.
__ADS_1
Bersambung......