Gadis Bermata Pelangi

Gadis Bermata Pelangi
penyakit Zela


__ADS_3

tiba tiba ada yang menelfon


"eh ada yang menelpon nih, gue angkat dulu ya guys," kata Al lalu pergi menjauh untuk menjawab telepon.


tapi Zela mengikuti Al dan mendengar semuanya.


"Halo Sayang kamu lagi ada dimana?" tanya Cewek.


"Aku lagi di cafe, emang kenapa," kata Al.


"Ketemuan yuk, Aku kangen loh, sama Kamu," kata Cewek dengan nada manja.


"Oke aku pamit dulu ya sama temen-temen," kata Al.


"Ya, see you, muah," kata Cewek.


Al berbalik dan kaget karena ada Zela di belakangnya.


"K--kamu ngapain disini," kata Al dengan senyum.


"Itu siapa?" tanya Zela dengan mata tajam dan nada curiga.


"Eeeee, ada adeh, kamu gak perlu tau,udah ya, Aku mau pergi, ada urusan," kata Al dengan senyum yang menampilkan gigi putih nya.


"Jawab," kata Zela dengan penuh curiga.


Al langsung pergi meniggalkan Zela ke cafe, lalu naik motor dan pergi.


Zela mengejar Al ke cafe tapi terlambat, dan Zela pun naik motor dan mengejar Al.


Al sampai di tempat tujuan, dimana dia bertemu dengan cewek seumuran Zela.


Zela pun langsung mengintai mereka berdua,


"Sayang, maaf ya aku telat," kata Al.


"Ya gak papa kok," kata Vika pacar Al yang belum di kenalkan ke geng rainbow alias backstreet.

__ADS_1


"Oh ya, kamu udah makan belum?" tanya Vika.


"Maaf ya, aku udah makan," kata Al sambil menunduk.


"Yah, gak papa kok," kata Vika.


tiba-tiba Zela melabrak mereka berdua.


"Al, kamu ngapain sih, sama Dia!" bentak Zela dengan mata merah.


"Al dan Vika pun kaget ditambah dengan mata merah milik Zela, Vika pun ketakutan.


"Kamu tenang ya," kata Al ke Vika karena ketakutan.


"Kita ini pacaran, jadi kamu gak boleh deket sama cewek lain," kata Zela


"Maaf Zela, kita putus, karena aku lebih sayang sama Vika," kata Al dengan rasa penuh bersalah.


setelah Zela mendengar itu, Zela pun pingsan.


Al dan Vika pun kaget karena tiba tiba Zela pingsan.


"Itu Siapa?" tanya Vika.


"Itu, pacar Aku," jawab Al.


"Kok kamu tega sih, menduakan Aku!" bentak Vika


POV Zela


Zela sadar, lalu Zela meminta Dokter untuk bilang, kalau dirinya menderita penyakit langka untuk mendapatkan kasih sayang Al.


POV Al


perdebatan Al dan Vika terhenti karena tiba-tiba. dokter keluar dari kamar Zela.


"Gimana Dok keadaan Zela?" tanya Al.

__ADS_1


"Jadi begini Mas, Pasien menderita penyakit yang sangat langka, dimana Pasien akan pingsan secara tiba-tiba kalau dia sedih," kata Dokter.


"Jadi dia harus seneng terus ya Dok?" tanya Al.


"Ya begitulah Mas, saya permisi," kata Dokter.


Dokter mengatakan itu karena jika tidak, maka Dokter akan di pecat oleh anak pemilik rumah sakit tersebut, yang bernama Zela.


Al pun masuk ke dalam.


"Zela, Kamu gak papa kan, apanya yang sakit?" tanya Al dengan muka panik.


"Hati aku sakit saat melihat kamu berduaan dengan Dia, jadi aku minta Dia keluar dari kamar ini," kata Zela dengan muka kesal.


Vika pun keluar dari kamar Zela.


"Ya udah, Kamu istirahat ya, biar cepet sembuh," kata Al.


"Ya, tapi Kamu di sini aja ya, nemenin Aku sampai Aku sehat," kata Zela dengan muka memelas.


"Ya," jawab Al.


Zela pun pulang ke rumah.


"Zela, duduk, Om mau bicara penting sama kamu," kata Om dengan muka serius.


"Ada apa Om?" tanya Zela.


Al dan Zela pun ikut mendengarkan.


"Jadi begini, sebenarnya, kamu itu adalah anak angkat. kata Om.


"Jadi Om ngusir Aku?" tanya Zela dengan muka kesal.


"Bukan gitu sayang, tapi---" kata Om yang dipotong.


"Tapi apa Om, kalau Om gak ngusir Aku, terus kenapa Om bilang kalau aku ini, anak angkat!" bentak Zela dengan mata merah semerah darah.

__ADS_1


bersambung..........


__ADS_2