
Mereka pun berduaan di taman.
"Gue mau cerita tentang diri Gue ke Lo," kata Zela.
"Ya udah, cerita aja," jawab Reyhan sambil menatap Zela.
"Jadi gini, Gue punya mata pelangi, yang artinya, mata Gue bisa berubah sesuai emosi Gue," kata Zela sambil menatap muka tampan milik Reyhan.
"Wih, hebat dong, emang Lo punya mata apa aja?" tanya Reyhan dengan senyum kagum.
"Mata Gue bisa jadi warna, biru, merah, putih, hijau," kata Zela.
"Terus, kuningnya, ada?" tanya Reyhan.
"Gak ada, sebenarnya sih belum," jawab Zela.
"Ooooo, gitu, ya ya ya," kata Reyhan sambil mengangguk-ngangguk.
POV Sheryl.
Dirumah, Sheryl mondar mandir di dalam kamarnya, sambil menunggu kue nya matang.
Sheryl pun pergi ke dapur untuk melihat kue, dan ternyata kue itu sudah matang.
Sheryl pun tersenyum, lalu mengambil sarung tangan dan memakai, dan akhirnya, Sheryl mengambil kue tersebut dan membungkusnya di kotak kado.
"Ini kue yang sangat spesial untuk Dirk," kata Sheryl dengan senyuman manis.
Sheryl pun sampai di restaurant pizza tempat Dirk bekerja.
Dirk melihat Sheryl dan bingung, padahal Dirk sudah meminta Sheryl supaya menjauhinya.
"Hai Dirk, ini, Aku punya cemilan untuk mu, ini manis loh, sama kayak senyumku," kata Sheryl dengan senyum manis sambil memberikan kue yang di bungkus kado berpita merah.
Tetapi, Dirk menatap Sheryl dengan muka marah.
Dirk, menerima kue tersebut dan meletakkannya di meja.
"Denger ya, Aku gak mau deket-deket sama Aku, karena jika Kamu deketin Aku, Aku bisa kehilangan pekerjaan ini," kata Dirk dengan muka dan nada marah.
"Maaf," jawab Sheryl sambil menunduk dengan muka sedih.
Dirk pun berbalik badan dan pergi meninggalkan Sheryl.
Tetapi, tanpa sengaja Dirk menyenggol kue tersebut.
Dan kotak itu pun terbuka dengan tutup yang terpental dan kue itu pun hancur,
__ADS_1
Sheryl pun kaget, dan memasang muka marah.
"Dirk, Kamu apa-apaan sih, Aku buatin kue itu dengan sepenuh hati, tapi kenapa Kamu hancurin kue itu!" bentak Sheryl dengan muka marah dan mata yang berkaca-kaca.
"Sheryl, maafin Aku, Aku gak sengaja," kata Dirk dengan rasa bersalah.
Sheryl pun meneteskan air matanya, dan Dirk pun menghapus air mata di pipi Sheryl dengan sangat lembut.
Sheryl pun menangkis tangan Dirk, lalu Sheryl pergi meninggalkan Dirk.
Dan di rumah, Sheryl pun menangis di kamarnya.
"Kenapa sih, ada aja masalahnya, Gue suka sama Cliff, lalu Cliff menghilang, dan saat Gue ketemu sama Cliff, Cliff malah suka sama cewek lain, dan sekarang, Dirk, harus Gue jauhin, karena ancaman dari bossnya," keluhan Sheryl sambil menangis.
POV Dirk.
Dirk duduk dan memakan kue buatan Sheryl.
"Maafin Aku Sheryl, Aku terpaksa ngelakuin ini," kata Dirk sambil memakan kue.
POV Zela
"Ya udah, sekarang Lo mau kemana, Gue temenin ya," kata Reyhan.
"Ya, Gue masih bingung sih mau kemana," jawab Zela sambil melihat sekeliling dengan muka malas.
Zela pun melihat ada Cewek yang lari di kejar geng motor.
POV Zahra
Zahra berduaan dengan Cliff di dalam mobil.
"Cliff, Kamu tau gak, kalau Aku, seneng banget bisa deket sama Kamu," kata Zahra dengan senyum manis dan nada ceria.
Cliff hanya fokus melihat jalan.
"Kamu kok gak lihat Aku sih?" tanya Zahra dengan muka cemberut.
"Aku gak lihat Kamu karena Aku lagi nyetir, jadi Aku harus fokus lihat jalan, kalau gak, nanti kita nabrak, emang Kamu mau masuk rumah sakit?" tanya Cliff dengan muka datar.
"Gak papa deh kalau kita masuk rumah sakit, yang penting Aku sama Kamu," kata Zahra dengan senyuman manis.
"Zela kemana ya, Gue cari-cari, eh malah ketemu Dia, kalau Gue tolak pasti nangis?" batin Cliff dengan muka malas.
"Oh ya, kamu mau kan jadi pacar Aku?" tanya Zahra sambil menatap Cliff dengan nada ceria.
"Eh buset dah, baru ketemu udah langsung nembak aja nih Cewek, hadeh," batin Cliff.
__ADS_1
"Gimana, mau kan, atau gak mau, pasti mau lah?" tanya Zahra dengan kepedean tingkat dewi.
"Eeeeee, Gue, butuh waktu buat mikir," kata Cliff dengan muka kebingungan.
Cliff memikirkan apa yang akan dia jawab, karena apapun jawabannya pasti ada resikonya.
"Ya udah, Aku kasih waktu Kamu sampai mobil ini berhenti," ancam Zahra dengan senyuman jahat.
Cliff pun menelan ludah panik.
"What, apa Dia bilang, sampai mobil.ini berhenti, waduh, gimana nih, oke tenang Cliff, pasti Aku bisa terus menjalankan mobil ini," batin Cliff dengan penuh keyakinan.
Tiba-tiba di depan ada lampu merah.
"Ulala baby, gimana nih, Gue harus jawab apa, tamatlah riwayat Gue," batin Cliff sambil meneteskan air keringat yang lumayan banyak.
Tapi untung lah lampu itu berubah menjadi hijau.
"Viuh, untung aja lampunya kembali hijau, kalau tidak, gak tau deh, apa yang bakal terjadi.
Cliff pun melihat kalau bensin mobilnya hampir habis, dan ini saat nya untuk berhenti.
"O,ow, bensinnya hampir habis lagi, oke, tenang Cliff, mobil ini masih bisa berjalan kok, asal, kecepatannya di kurangi," batin Cliff untuk menenangkan dirinya.
Cliff pun mengendarai mobil dengan kecepatan 20 kilo meter per jam.
Dan tiba-tiba, Cliff melihat pom bensin, dan tepat di samping pom bensin tersebut ada tulisan, yang bertuliskan.
"Isilah bensin anda di sini, karena di sepanjang jalan yang berjarak 10 kilo meter, tidak akan ada pom bensin," tulisan yang ada di samping pom bensin.
"Waduh, terpaksa nih," batin Cliff dengan muka tegang.
Cliff pun memutar balik mobilnya.
Dan di jalan Cliff melihat polisi yang sedang melakukan razia.
"Banyak banget penghalangnya, harus gimana nih sekarang, aha, im good ide," batin Cliff dengan senyum tampan.
Cliff pun mengambil jalan pintas.
Dan dia melihat di sana ada Cewek yang mau bunuh diri dengan cara menabrakkan dirinya di jalan.
"Waduh, ada yang mau bunuh diri nih, kalau Aku terus lanjut, Gue bakal bunuh Dia dong, gimana nih?" batin Cliff dengan muka yang sangat tegang.
Tapi untunglah ada orang yang segera menariknya, dan Cliff pun melanjutkan perjalanan dengan aman dan nyaman.
Dan akhirnya, mobil Cliff pun berhenti karena ke habisan bensin.
__ADS_1
"Aduh, gimana nih, Aku belum punya jawabannya lagi, Gue harus jawab apa coba?" batin Cliff.
Bersambung......