
Zela berlari ke hutan dengan mata orange.
Reva dan Monica pun mengejarnya.
"Kalian pergi dari sini, jangan ganggu Gue! bentak Zela dengan mata orange.
"Zela, Lo kendaliin diri Lo, Gue yakin Lo pasti bisa," minta Reva.
Zela pun menghembuskan nafas marah.
Zela mengulurkan dan menegakkan kedua tangannya ke samping.
"Zela, apa yang mau Lo lakuin?" teriak Monica dengan muka panik.
"Zela, tahan dirimu!" teriak Reva.
Tiba-tiba, muncul angin yang berhembus dari tubuh Zela ke sekeliling tempat dengan kecepatan yang dahsyat, sehingga Reva dan Monica pun terpental, dan pohon-pohon di hutan pun tumbang.
Mereka semua pun langsung pingsan.
Tasya dan Nasya pun datang.
Mereka terkejut dengan keadaan hutan yang sudah hancur, dengan pohon-pohon yang tumbang, dan teman-teman mereka yang pingsan.
Nasya pun menghampiri Reva dan Monica, sementara Tasya menghampiri Zela.
Datanglah Kevin,Seno, dan Reyhan.
"Ayo kita bawa mereka ke rumah sakit," perintah Reyhan.
Mereka pun di bawa ke rumah sakit.
__ADS_1
Dan di rumah sakit, Zela sadarkan diri.
Zela membuka mata dan Zela bingung karena Dia ada di rumah sakit.
"Gue kenapa, kok bisa ada di sini?" tanya Zela.
"Lo tadi marah karena Lo tau, kalau sebenarnya Lo bukan sepupunya Kami," jawab Nasya dengan muka sedih.
Zela pun memasang muka sedih dengan mata biru.
"Reva dan Monica mana?" tanya Zela.
"Monica dan Reva pingsan," jawab Reyhan.
"Pasti gara-gara Gue ya, maafin Gue ya temen-temen, kalian jadi terluka," kata Zela.
Zela pun menunduk dengan muka paling sedih dan mata yang berkaca-kaca.
"Zela, Gue gak papa kok, Gue maafin Lo, karena Gue tau, hati Lo pasti hancur, karena Lo tau kalau Lo itu sebatang kara" lirih Reva.
"Makasih ya, Lo udah maafin Gue," kata Zela sambil menangis.
Pak Bei bersama Bu Sasha
"Maafin Om ya, Sekarang, Kamu boleh kok, tinggal di rumah Om, Kamu tidur bersama Nasya dan Tasya ya," kata Pak Bei.
"Ya," jawab Zela dengan senyuman bahagia dengan mata biru muda.
"Dan Kamu Om angkat jadi anak," kata Pak bei.
Zela pun sangat senang, sambil mengangkat kedua tanganya. dengan senyuman bahagia sepanjang masa.
__ADS_1
Keesokan harinya.
di pagi hari Zela menatap langit dinding rumahnya bersama dengan Sya, Kakak angkatnya yang mempunyai kembaran
"Selamat pagi dunia," kata Zela dengan senyum penuh kegembiraan.
"Baiklah, sekarang ayo kita mandi terus makan," kata Tasya Kakak angkat Zela.
"Baiklah, ayo," kata Zela sambil melompat dari kasurnya.
"Tapi, nanti ajalah, Gue masih ngantuk nih," kata Nasya sambil memeluk gulingnya dan memejamkan matanya.
"Iya, sama, Gue juga masih ngantuk," kata Tasya sambil memejamkan matanya.
Zela pun berbalik badan dan memasang muka kesal.
"Jadi kalian mau nih, Aku marah kayak kemarin lagi?" tanya Zela dengan muka kesal.
Mereka pun langsung bangun.
"Enggak kok," jawab Tasya dan Nasya dengan kompak.
Sya pun langsung keluar dari kamar meninggalkan Zela.
"Aku seneng deh, akhirnya Aku punya Kakak, meskipun bukan Kak Nia sih, dan bukan kakak kandung Aku juga," batin Zela dengan senyum bahagia dan mata hijau.
Di meja makan ada Papa,Mama,Leo,Zela dan Sya.
"Akhirnya, Aku bisa menikmati keluarga seperti dulu, Aku punya Kakak Cowok, Kakak Cewek yang kembar, Mama, dan Papa, sungguh kehidupan yang sempurna, Aku sangat bersyukur sekali, Aku sangat bahagia, mendapatkan semua ini, ternyata tidak sia-sia, Aku bertahan hidup, sampai akhirnya Aku mendapatkan keluarga yang sempurna seperti dulu," batin Zela sambil meneteskan air matanya dengan mata biru.
bersambung
__ADS_1