Gadis Bermata Pelangi

Gadis Bermata Pelangi
Zela bertemu gebetan


__ADS_3

"Gak kemana-mana kok, pengen aja makan cepet, karena ini enak banget," protes Zela.


"Lucu juga nih cewek, tapi sayang, Dia itu adik, coba kalau temen, pasti Gue pacarin," batin Leo sambil menatap pipi Zela yang chuby.


"Chuby banget sih Zela, apa lagi kalau makan, pipinya gede banget, gemes deh, pengen cubit," batin Leo yang terpesona dengan pipi Zela yang sangat imut bagaikan bayi.


"Kakak ngapain sih ngeliat Aku terus?" tanya Zela dengan muka kesal.


"Emang kenapa? gak boleh?" tanya Leo.


"Bukan gitu, inget ya, Aku ini Adik Kakak, jadi Kakak gak boleh suka sama Aku," jelas Zela.


"Kalau sayang boleh dong," kata Leo dengan senyum sambil memandang muka Zela yang sangat imut saat cemberut.


"Aku gak suka diliatin" kata Zela dengan muka cemberut.


Leo pun terus menatap Zela.


Zela marah lalu mengeluarkan mata merahnya.


"Wih, cantik banget Kamu, apalagi kalau mata Kamu merah, makin cantik deh," kata Leo.


Zela pun melanjutkan makan tanpa menghiraukan Leo dan matanya kembali menjadi hitam.


"Oh ya, Kamu udah punya pacar belum sih?" tanya Leo.


"Belum," jawab Zela tanpa menatap Leo.


"Hahah, gadis cantik kayak Kamu belum punya pacar, wuahaha," ledek Leo sambil tawa keras.


Zela pun memutar bola mata malas.


"Kakak sendiri?" tanya Zela sambil menatap Leo.


"Sama," jawab Leo dengan muka cemberut.


"Maksudnya?" tanya Zela dengan muka penasaran.


"Ya sama, kayak Kamu, Aku juga gak punya pacar," jawab Leo sambil menatap mie instan.

__ADS_1


"Hahahahah, gimana sih, ganteng-ganteg kok gak punya pacar, hahaha," ledek Zela dengan tawa keras.


"Gebetan punya dong," tebak Leo sambil memakan mie instan.


"Gak juga sih," jawab Zela dengan muka sedih.


"Kalau Kakak?" tanya Zela.


"Ada," jawab Leo.


"Siapa?" tanya Zela dengan senyuman.


"Rahasia," jawab Leo dengan muka datar.


"Kasih tau dong," pinta Zela.


"Inisialnya G" jawab Leo dengan senyuman.


"G, siapa? kasih tau dong nama lengkapnya," pinta Zela dengan senyuman yang sangat manis sambil menutup matanya.


Leo pun pergi meninggalkan Zela.


Zela pun membuka matanya, dan ternyata Leo sudah pergi, Zela pun memasang muka kesal.


Leo bertemu gebetannya di luar di depan villa.


"Hai, Lo ngapain," tanya Leo yang melihat gebetannya duduk di bangku dekat pohon.


"Gue lagi gabut, Gue gak tau harus ngapain."


"Gimana kalau kita jalan-jalan?" ajak Leo sambil menatap gebetannya.


"Hemm, ya udah, ayo."


Mereka pun jalan-jalan di sekitar villa.


"Oh ya, gimana kalau kita makan, kebetulan Gue laper nih."


"Aduh, gimana ya, masalahnya Gue sudah makan," jawab Leo.

__ADS_1


"Ya udah deh, Gue makan sendiri aja, nanti Lo liatin Gue aja, Gue kan cantik kalau lagi makan."


"Halah, kepedean banget sih Lo, denger ya, menurut Gue, Lo ini emang cantik, tapi cantiknya itu biasa, ngerti," bantah Leo sambil menatap gebetannya dengan senyuman.


"Ya, terserah Lo."


POV Zela


Zela berada di lokasi syutingnya Reina, Zela pun melihat Reina dan menghampirinya.


"Hai, sendirian aja," sapa Zela dengan senyuman.


"Iya nih, gak ada yang bisa di ajak ngobrol," jawab Reina dengan muka malas tanpa menatap Zela.


Reyhan pun datang dan duduk di bangku yang ada.


"Halo Reina, oh ada Zela juga, Hai," sapa Reyhan dengan senyuman.


"Sorry, Lo siapa ya?" tanya Zela sambul menatap Reyhan.


"Masa Lo lupa sih sama Gue, Gue kan Reyhan, Cowok yang paling ganteng nomer satu dunia," jawab Reyhan.


"Oh, kirain Rayhan," kata Zela.


"Oh, kirain Lo bener-bener lupa sama Gue, gak taunya Lo cuma mastiin kalau Gue ini Reyhan apa Rayhan," kata Reyhan dengan muka malas.


"Lo ngapain di sini?" tanya Zela.


"Hah, Lo nanya Gue ngapain di sini, coba Lo tebak," jawab Reyhan.


"Ehm, Lo pasti di sini ... kerja jadi ob, ya kan," tebak Zela dengan senyuman.


"Wah wah wah, ya gak lah, ya kali Cowok seganteg Reyhan jadi ob, yang bener aja," bantah Reyhan.


Zela pun tertawa kecil.


"Emangnya kembaran Lo kerja jadi apa?" tanya Reina sambil menatap Reyhan.


bersambung.........

__ADS_1


__ADS_2