
Mereka pun sampai di danau dan mereka turun dari motor.
"Ngapain kita ke sini?" tanya Al yang kebingungan.
"Aku cuma mau mengenang kejadian itu," jawab Zela sambil berdiri di tepi danau dengan mata orange.
Al menghampiri Zela.
"Maafin Aku ya, Kamu jadi sedih.
"Ya, gak papa, lagian Aku suka kok di sini, karena ini adalah tempat kenangan, di sini banyak orang yang Aku sayang, yang tenggelam dan meninggal di danau ini," kata Zela sambil berbalik badan lalu berjalan ke belakang.
"Termasuk Lo!" bentak Zela sambil berlari ke arah Al dan memukul perut Al sampai Al terpental sejauh 5 meter ke dalam danau.
Zela melihatnya sebentar untuk memastikan Al tenggelam, lalu Zela berbalik badan dan meninggalkan Al dengan senyum jahat.
Zela sampai di rumah sakit dan di sana ada Trent yang duduk menunggu Zela.
Zela duduk.
"Tadi Lo kemana, Lo marah sama Gue, emang salah Gue apa?" tanya Trent karena melihat mata orange milik Zela.
"Gue bukan marah sama Lo, tapi sama mantan," jawab Zela sambil menunduk dengan mata yang masih orange.
Udah ya, Lo jangan marah lagi, nanti cepet tua loh," kata Trent sambil memegang punggung Zela.
"Kita ke taman yuk, biar Lo gak marah lagi," ajak Trent.
Zela berdiri lalu mereka pun pergi ke taman.
Sheryl yang melihatnya, dan langsung mengikuti mereka, tapi tiba-tiba, ada yang memanggilnya dari belakang.
"Sheryl," panggil Dirk setelah keluar dari kamar.
Sheryl pun menoleh ke belakang, dan Sheryl sangat terkejut.
Sheryl menghampiri Dirk.
__ADS_1
"Dirk, Kamu kok ada di sini?" tanya Sheryl dengan senyum manis.
"Ya, Aku di sini untuk bekerja, Aku jadi kurir," jawab Dirk.
"Bukanya dari dulu Kamu emang jadi kurir ya," protes Sheryl dengan tawa kecil.
"Memang sih, tapi ini beda," kata Dirk dengan tawa kecil.
"Kamu sakit apa?" tanya Sheryl.
"Aku di tabrak orang," jawab Dirk dengan muka sedih.
"Hah, siapa yang nabrak Kamu, biar Aku hajar Dia?" tanya Sheryl dengan muka kesal yang imut.
"Sudah lah, yang penting, Aku baik-baik saja," kata Dirk sambil memegang pundak Sheryl.
"Ya sudah, ayo kita masuk, Kamu kan belum sehat," ajak Sheryl.
Mereka pun masuk ke kamar pasien.
POV Zela.
Di taman.
"Trent, ayo kita ke restaurant pizza, Gue laper," ajak Zela.
"Sorry, Gua harus stand by di sini," tolak Trent.
"Ya udah deh, Gue sendiri aja," kata Zela dengan muka kesal dan mata orange.
Zela pun sampai di restaurant pizza.
Zela masuk ke dalam, dan menemui Manager.
"Pak, apa ada pegawai baru?" tanya Zela.
"Ya, ada pegawai baru, namanya Dirk, dia adalah kurir," jawab Manager.
__ADS_1
"Ooooo, ya udah, makasih," kata Zela dengan muka jutek.
Zela pun duduk di meja, lalu Zela makan pizza.
Saat Zela makan pizza tiba-tiba Dia sadar.
"Kenapa Aku bisa di sini?" batin Zela sambil memegang pizza dengan mata yang berubah menjadi hitam.
"Sudah lah, Aku makan aja nih pizza," batin Zela yang melanjutkan makan pizza.
POV Dirk
Trent masuk ke kamar Dirk,
"permisi, Saya mau kasih tau, kalau sekarang, Anda sudah sehat dan boleh pulang.
"Ya Dokter, makasih," jawab Dirk dan Sheryl secara bersamaan.
Trent pun keluar.
"Ya sudah, kalau begitu, Aku mau pergi bekerja ya," kata Dirk.
"Tapi, Kamu kan baru sehat," protes Sheryl dengan muka cemberut.
"Kamu itu lucu banget sih," kata Dirk sambil memencet hidung Sheryl.
Dirk dan Sheryl pun tersenyum, dan mereka keluar dari rumah sakit.
Dirk dan Sheryl sampai di restaurant pizza.
"Ini tempat kerja Aku," kata Dirk.
"Oooooo,, ini tempat kerja Kamu" kata Sheryl sambil melihat restaurant pizza.
tiba-tiba ada yang memanggil Dirk.
bersambung.......
__ADS_1