
Zela masuk ke rumah Nasya dan Tasya.
Di sana, semuanya berkumpul.
"Halo, Zela, ayo sini, duduk, kita makan bersama," ajak Nasya dengan senyuman bahagia.
Zela pun duduk.
"Nama Kamu siapa?" Tanya Pak Bei papanya Nasya, Tasya dan Leo, dengan tatapan serius.
"Aku Zela," jawab Zela dengan muka ketakutan.
"Zela," kata Pak Bei sambil mengelus dagunya.
"Azazela Aurel Laura marcella?" tanya Pak Bei sambil berdiri dan tangan yang menyentuh meja.
"Iya," jawab Zela dengan muka ketakutan.
Pak bei pun tertawa sambil menupuk jidatnya, lalu duduk dengan sanyuman.
"Papa kenapa?" tanya Tasya dengan muka heran.
"Jadi, Zela adalah sepupu kalian," jawab Pak Bei dengan senyuman manis.
Semuanya pun memasang senyuman bahagia.
"Jadi, Aku keponakan Om?" tanya Zela dengan senyuman manis.
"Ya, Kamu keponakan Om, sekaligus sepupu mereka," jawab Pak Bei dengan senyuman.
Mata Zela pun berubah menjadi hijau.
"Kamu tinggal di sini aja ya, biar tambah rame," kata Mama Sasha dengan senyuman.
"Ya, Aku bakal tinggal di sini," kata Zela.
__ADS_1
Skip
Nasya,Tasya dan Zela sampai di warung bakso, dimana di situ ada teman-teman Zela.
"Halo guys, kenalin, mereka sepupu Gue," sapa Zela dengan senyuman dan mata hijau.
POV Pak Bei.
Di kantor, Pak Bei bertemu dengan Pak Evan, ayahnya Zahra.
"Hai, Saya seneng banget deh, karena Saya baru saja bertemu keponakan Saya yang bernama Zela, ternyata Dia makin cantik ya," kata Pak Bei dengan senyum gembira.
"Zela, tapi, Zela itu cuma anak angkat," kata Pak Evan.
"Apa, anak angkat, artinya, Zela buka keponakan saja dong, dan bukan sepupu anak saja," kata Pak Bei sambil menunduk.
POV Zela
Zela dan teman-teman ada di warung bakso.
"Wih, banyak banget ya, anaknya, tapi, Lo kan gak punya pacar, gimana mau punya anak," sindir Reva.
"Eh sadar diri dong, Lo juga jomblo," sindir balik Monica.
Semua pun tertawa.
Tiba-tiba, datang Pak Bei dengan muka kesal.
"Zela," panggil Pak bei dengan muka yang tidak enak.
Semuanya pun menoleh ke Pak Bei.
"Saya mau memberi tau, kalau sebenarnya, Kamu bukanlah keponakan Saya, jadi, jangan tinggal di rumah Saya," kata Pak bei dengan muka serius.
"Hah, jadi Zela bukan sepupu Kami!" teriak Nasya dan Tasya dengan kompak.
__ADS_1
"Iya, Zela bukanlah sepupu kalian, jadi, Dia tidak boleh tinggal di rumah kita, kata Pak Bei.
"Jadi, Aku keluarga siapa, apa Aku sebatang kara," kata Zela sambil menangis.
Mata Zela yang berwarna hijau pun berubah menjadi biru.
Nasya memeluk Zela untuk menenangkannya.
Tiba-tiba, matanya pun berubah menjadi orange.
Zela melepaskan pelukan Nasya.
Zela pun berlari menjauh dari mereka.
Semua pun mengejar Zela.
Tetapi, Nasya dan Tasya di tahan oleh Pak Bei.
"Apaan sih Pa?" tanya Tasya dengan muka kesal.
"Buat apa kalian mengejar anak yang tak jelas asal usulnya itu?" tanya Pak Bei dengan muka marah.
"Meskipun Dia bukan sepupu Kami, tapi Zela adalah sahabat Kami," jawab Nasya dengan nada tinggi.
"Papa gak suka Kalian deket sama orang yang gak jelas asal usulnya," kata Pak Bei.
"Tapi Om, kita harus mengejar Zela, siapa tau kalau Zela mau melakukan hal yang nekat," protes Reyhan.
"Saya gak peduli, meskipun Dia bunuh diri sekalian, Dia bukan tanggung jawab Saya, karena Dia bukan siapa-siapa Saya.
"Nasya, Tasya, kalian kejar Zela, biar Kami yang menangani Pak Bei," suruh Seno yang di balas anggukan oleh si kembar.
Semuanya pun memegang tangan Pak Bei yang mencoba mengejar Nasya dan Tasya.
Bersambung......
__ADS_1