Gadis Bermata Pelangi

Gadis Bermata Pelangi
pemain pengganti


__ADS_3

"Gimana sih, Lo itu harus profesional dong, rasa takut Lo harus Lo ilangin!" teriak Andri.


"Jangan nyalain Saya dong Pak, salahin aja yang bikin cerita, siapa suruh ada buah rambutan di cerita," bantah Bryan.


"Terserah Author dong, mau bikin cerita kayak apa juga, mau ada buah rambutan, mau ada mobil bisa berenang, mau ada motor beroda enam, yang penting cerita ya itu menarik," kata Andri dengan nada marah.


"Oke, kita break dulu, sekalian cari ganti pemain," kata Andri sambil berdiri meninggalkan tempat duduknya.


"Loh Pak, jangan ganti Saya dong, itu kan hal yang wajar," bantah Bryan sambil mengejar Andri.


Reina yang duduk dan melihat kejadian tersebut pun memasang muka sedih tanpa Ia sadar kalau Dia sedang memakan rambutan.


"Lucu juga ya Cowok itu, takut kok sama rambutan," batin Reina sambil terus memakan rambutan.


"Mbak, tolong jangan habiskan rambutan itu," kata Kameramen.


"Ups, maaf Mas, Saya gak sadar kalau Saya lagi makan rambutan, gara-gara ngelamun nih Mas, maaf ya," kata Reina dengan tawa malu.


***


Setelah menunggu lama, akhirnya datang Andri dengan seseorag yang menggantikan Bryan.


Reina melihat Cowok tersebut yang sudah Ia kenali.


"Baiklah, Kamu gak takut sama rambutan kan?" tanya Andri.


"Ya gak lah, ya kali Cowok seganteng Saya ini takut rambutan," jawab Reyhan dengan senyuman percaya diri.


"Baiklah, kalau begitu ... stand by di posisi," perintah Andri.


Reyhan pun mengangguk sedangkan Andri duduk di bangku pribadinya.


"Oke, kamera, rolling, and, action!" teriak Andri.


Reina ada di taman, Ia sedang memakan rambutan yang sangat banyak.


Reyhan pun menghampirinya dan duduk di sebelahnya.

__ADS_1


Tiba-tiba angin berhembus kencang, sampai Reyhan terdorong hingga memeluk Reina tanpa sengaja.


Mereka bertatapan dengan penuh perasaan.


Ryhan pun melepaskan pelukannya.


"Maaf, Gue gak sengaja," kata Reyhan tanpa menatap Reina.


"Yah gak papa," balas Reina yang juga tidak menatap Reyhan.


Reyhan merasa ada sesuatu ada di dalam tubuhnya.


Reyhan pun berdiri dan membuka bajunya.


"Ah, Lo apa-apaan sih!" teriak Reina sambil menutup matanya.


"Sorry" kata Reyhan sambil memakai bajunya.


Reyhan pun duduk dan menatap Reina.


"Gue udah pakai baju kok," kata Reyhan.


Reyhan pun terpesona dengan kecantikan Reina.


"Ternyata Kamu cantik juga ya," kata Reinhard


Reina pun menunduk, tetapi Reyhan terus menatapnya.


"Lo ngapain lihat Gue terus?" tanya Reina dengan nada kesal.


"Enggak," protes Reyhan sambil memalingkan mukanya.


"Cut! Oke kalian boleh istirahat," kata Andri.


***


Reyhan menemui Reinhard di tendanya.

__ADS_1


"Gue mau lo jauhin Reina, karena Gue suka sama Dia," Perintah Reyhan sambil berdiri tanpa melihat Kakaknya.


Reinhard yang tadinya duduk pun menghampiri Reyhan dengan tatapan benci.


"Lo gak bisa seenaknya gitu dong, Lo pikir Gue gak punya perasaan sama Reina," bantah Reinhard dengan tatapan tajam.


Reyhan pun menatap Reinhard dengan tatapan marah.


"Lo ini Kakak Gue, jadi Lo harus ngalah sama Gue!" bentak Reyhan.


"Kalau Gue gak mau gimana?" bantah Reinhard.


"Gue gak mau tau, pokoknya Lo jauhin Reina," kata Reyhan lalu pergi dari tenda.


"Heh, Lo pikir Gue gak akan berjuang demi Reina?" tanya Reihard dengan senyum jahat.


POV Zela


Zela dan Leo berdua di ruang makan sedang memaka mie instan.


"Enak ya, Mie nya," kata Leo dengan senyuman sambil menatap Zela makan.


"Ya iyalah, inikan mie instan, sudah pasti enak," balas Zela sambil memakan mie instan dengan sangat cepat.


"Kamu laper banget ya?" makan cepet banget, belepotan lagi," tanya Leo dengan senyuman.


Zela pun berhenti makan.


"Belepotan ya," kata Zela sambil mengusap pipinya dengan tangan.


Leo pun memberikan tisu dan Zela pun menatap Leo.


"Pakai ini," kata Leo.


Zela pun mengusap pipinya dengan tisu dengan sangat cepat.


Lalu Zela pun kembali memakan mie instan dengan sangat cepat.

__ADS_1


"Pelan-pelan aja kalau makan, emangnya mau kemana sih?" tanya Leo.


Bersambung.......


__ADS_2