Gadis Bermata Pelangi

Gadis Bermata Pelangi
bangkitnya mata putih milik Zela


__ADS_3

Tiba-tiba, Zela melihat jantung yang ada di dalah tubuh Trent, Zela pun langsung melepaskan pelukannya.


Zela melihat ke tubuhnya dan benar, Zela juga melihat jantung di dalam tubuhnya, Zela pun sangat kebingungan.


"Apa yang sebenarnya terjadi, kenapa Aku bisa melihat jantung orang?" batin Zela.


Trent memgang dagu Zela dan sedikit mengangkapnya, dan Trent pun melihat mata Zela yang berwarna putih.


"Apa artinya jika matamu berwarna putih?" tanya Trent sambil memegang dagu Zela.


"Lo kan dokter, harusnya tau dong," protes Zela dengan muka malas.


Trent melepaskan dagu Zela, dan tidak lagi menatap Zela.


"Lo kenapa?" tanya Zela dengan mata putih.


Trent pun pergi meninggalkan Zela di lobby yang gelap.


"Hei, tunggu," teriak Zela sambil berlari mengejar Trent dengan matanya yang hitam.


"Lo ini tega ya, ninggalin Cewek sendirian di kegelapan," protes Zela sambil melihat sekeliling.


Zela memeluk tangan Trent karena merinding ketakutan.


Mereka pun berhenti.


"Kenapa kita berhen---" tanya Zela yang terpotong karena melihat ada kamar mayat di sebelah kirinya.


Zela menatap Trent, dan Trent memberikan senyum jahat.


Zela pun menjadi semakin takut, dan matanya pun kembali menjadi putih.

__ADS_1


Trent melepaskan pelukan Zela secara pelan-pelan, dan setelah itu, Trent langsung berlari meninggalkan Zela.


"Trent!" teriak Zela.


Zela menolah-noleh ke kiri dan kanan, lalu dia berlari sekencang mungkin.


Dan tiba lah mereka di ruangan tunggu yang ramai.


Zela berhenti dan mengambil banyak nafas.


"Lo apa-apaan sih!" bentak Zela dengan muka marah dan mata merah.


Trent berbalik badan, lalu menutup mulut Zela dengan satu jari.


"Sssttttt, ini rumah sakit, jadi, diamlah," lirih Trent.


Zela mengangguk dengan mata yang kembali menghitam.


Trent melepaskan mulut Zela, lalu berjalan pergi meninggalkan Zela.


Zela pun langsung berlari ke ruangan Zahra, dan saat sampai di sana, Zahra pun menghilang.


"Zahra," kata Zela dengan nada panik.


POV Zahra


Di sebuah taman di mana banyak sekali pasien dan lampu kecil yang bersinar terang berwarna pelangi.


"Seger ya, angin malamnya," kata Zahra sambil memandang jalanan yang ramai dengan mobil yang berlalu-lalang.


"Bagaimana ya, keadaan Zela, apa Dia sedih kala Aku jalan sama sepupunya, apa Dia cemburu?" batin Cliff sambil menunduk.

__ADS_1


Zahra pun menoleh ke Cliff.


"Kamu kok diem sih?" tanya Zahra dengan nada kesal.


"Emang, Aku harus apa?" tanya Cliff dengan muka malas.


Tiba-tiba, Zela pun datang dengan mata yang berubah menjadi hitam.


"Ternyata kalian ada di sini," kata Zela dengan muka lega.


Cliff tersenyum ke arah Zela.


Zela duduk di samping Cliff.


"Baiklah, waktunya kita pulang," kata Zela.


Mereka pun sampai di rumah dengan mobil Cliff, lalu mereka masuk kamar, dan tidur.


Tiba-tiba pintu terbuka dan munculah kepala seorang lelaki.


"Zahra, Zela, kalian dari mana, kok pulang larut malam begini?" tanya Om.


"Kami tadi ke kebun belakang," jawab Zela yang berbohong.


"Ooo, ya sudah, tidur gih," perintau Om.


Om pun keluar dari kamar dan menutup pintu kamar.


"Zela, Kamu sayang kan sama Aku?" tanya Zahra yang membuat Zela deg-degan.


"Iya, Aku sayang kok sama Kamu, emang kenapa," jawab Zela dengan pikiran negative.

__ADS_1


dan benar, Zahra meminta pengorbanan dari Zela.


bersambung.......


__ADS_2