Gadis Buta Vs Asisten Receh

Gadis Buta Vs Asisten Receh
Bertemu kembali


__ADS_3

Tiba saatnya pergi Zoe nampak sudah duduk di mobil, dia sudah berpamitan dan Zoe hanya minta satu pada kedua orang tuanya.


Yaitu jangan menganggu nya selama dia Swiss, Zoe ingin merasakan kebebasan nya yang terhalang dengan satu keterbatasan nya.


Meski berat Dad Kevin dan Mom Ayu tak bisa menghalangi keinginan putrinya, keduanya membiarkan Zoe pergi dengan wajah yang tentu saja tidak bisa menahan tangis.


"Jaga putriku dan jika ada apa-apa dengan putriku kau orang pertama yang aku cari" kata Dad Kevin pada Reyhan.


"Apaan sih Dad, ya kalau kak Zoe kenapa-kenapa kan bukan salah kak Rey, itu salah dia sendiri tau" Salsa yang mendengar ucapan Dad Kevin merasa tak setuju.


"Salsa masuk" kata Mom Ayu menatap putrinya dengan wajah yang berderai air mata.


Salsa mengerucutkan bibirnya sebal, lalu dia pun pergi dengan membawa kekesalan nya pada Mom dan Dad nya yang selalu mengkhawatirkan kakaknya.


Padahal menurut Salsa kakak nya bahkan b aja dengan kondisi nya, dan Zoe kakaknya juga tidak terlihat sedih meninggalkan keluarga nya.


"Zoe memang pemarah, tapi dia gadis yang baik jika Zoe marah jangan di masukkan ke hati" jelas Mom Ayu.


"Baik nyonya, saya akan menjaga nona Zoe dengan hidup saya" kata Reyhan berjanji.


"Ya kau harus menjaga putri ku dengan nyawa mu" tegas Dad Kevin.


Reyhan mengangguk, lalu setelah itu dia pun masuk ke mobil.


Mom Ayu menangis sambil memeluk suaminya, mobil yang membawa Zoe sudah pergi jauh dari pekarangan rumah besar keluarga Dad Kevin.


Alvin memilih masuk dia harap kakak nya akan pulang dengan perasaan yang lebih baik, yaitu bisa menerima takdir.


"Honey apa tidak apa membiarkan Reyhan pergi bersama Zoe?" tanya Mom Ayu menatap suaminya.


Dad Kevin menggelengkan kepalanya pelan.

__ADS_1


"Terlepas dari masa lalu nya Reyhan pria yang baik, dan kamu tau itu kan?" Dad Kevin menatap sang istri.


Mom Ayu mengangguk kecil, dia tau masa kecil Reyhan dan karena itu dia mengijinkan Reyhan menemani Zoe.


Sepanjang perjalanan Zoe tak banyak bicara dia masih menunggu menit ke menit untuk segera sampai di bandara dan bertemu dengan Amel.


"Nona apa mau ngemil?" tanya Reyhan hati-hati.


"Tidak" balas Zoe cepat.


"Bagaimana dengan minum?" tanya Reyhan lagi.


"Tidak!" ketus Zoe.


"Perjalanan masih 20 menit, jika nona ingin sesuatu nona bisa mengatakan nya pada saya" lanjut Reyhan yang tak mau diam.


Membuat Zoe kesal dan langsung menendang jok depan.


"Nona jangan marah-marah nanti cepat tua" celetuk Reyhan keceplosan.


"Apa kau bilang!" wajah Zoe berubah menjadi masam.


"Ahk tidak nona, saya hanya bicara jujur" Reyhan memukul bibir nya membuat supir terkekeh melihat kelakuan rekan nya itu.


Lain dengan Zoe yang semakin kesal karena merasa jika ucapan Reyhan tadi secara tidak langsung telah mengejek nya.


Tak lama setelah itu Amel dan Zoe duduk bersebalahan, saat ini mereka sedang dalam jet pribadi milik Dad Kevin yang terbang di udara.


Zoe yang merasa suntuk akhirnya memilih tidur, lain dengan Amel yang dari tadi dam-diam melihat ke arah Reyhan yang tertidur.


"Lihat bahkan saat tidur saja dia tampan, benar-benar mahluk ciptaan Tuhan yang paling sempurna" batin Amel yang memuji ketampanan Reyhan.

__ADS_1


Karena suntuk sendirian Amel memilih ikut tidur seperti yang lain nya, apalagi perjalanan masih tiga jam lagi yang akan membuat waktu terasa begitu membosankan.


Beberapa jam berlalu..


Zoe dan Amel sampai di villa yang tidak terlalu besar, tapi cukup mewah karena meski tak terlalu luas villa itu berharga miliaran.


"Zoe kau akan tidur?" tanya Amel yang merasa lelah.


"Tidak, aku mau jalan-jalan di bukit" balas Zoe.


Zoe ingat jika dia pernah melihat Vidio yang memperlihatkan keindahan villa di daerah ini, Zoe ingin jalan-jalan si bukit nya dan merasakan suasana yang berbeda.


"Tapi Zoe aku tidak bisa mengantar mu, aku sedang lelah dan begitupun dengan Reyhan dia sedang tidur." kata Amel yang benar-benar ingin rebahan.


"Tidak apa kamu tidur saja aku akan jalan-jalan sendirian lagi pula Dad bilang di villa ini tak ada pohon yang dekat bukan, aku tak akan jatuh tenang saja" sahut Zoe lagi.


"Hem baiklah hati-hati, jangan lupa gunakan tongkat sakti mu aku akan ke kamar dulu" ucap Amel yang langsung masuk ke villa.


Zoe menarik nafasnya dan dia langsung berjalan ke luar, Zoe menggunakan insting dan perasaan nya untuk berjalan ke arah yang dia rasa benar.


Zoe berjalan cukup jauh, dan di tengah perjalanan Zoe merasa lelah membuat nya memilih duduk, dari kejauhan nampak seseorang yang melihat ke arah Zoe.


Dan pria itu berjalan mendekati Zoe lalu duduk di samping Zoe.


"Kita bertemu lagi gadis kecil" kata pria itu.


"Ghaisan" Zoe reflek memanggil nama itu.


🌹


Jangan lupa like coment and Vote ya kak ♥️🤗🙏

__ADS_1


__ADS_2