
"Dad aku tidak mendengar suara Reyhan apa dia belum pulang?" tanya Zoe yang sedang makan.
Alvin dan yang lain nya diam, terkecuali Dad Kevin dan Salsa yang tau jika Reyhan masih ada di ruangan misterius di balik ruangan baca.
Salsa melirik Dad nya dan Dad Kevin memberi kode untuk diam pada Salsa, membuat Salsa akhirnya memilih melanjutkan makan nya.
"Dad" Zoe menyimpan sendok nya.
Dia agak heran karena sejak sore Reyhan tak kunjung ke kamar nya, dan Zoe yakin semua itu ada kaitannya dengan Dad nya.
"Sayang lanjutkan saja makan nya, jangan bahas dia" kata Mom Ayu.
"Tidak bisa Mom, aku sudah menikah dan aku tak mendengar suara suami ku" Zoe menjeda ucapan nya.
"Jangan bilang Dad memukuli nya, Mom katakan itu tidak terjadi!" lanjut Zoe kesal.
Dad Kevin mendeheum membuat semua anggota keluarga yang sedang makan langsung menghentikan acara makan nya.
Mom Ayu tak tau apa yang terjadi pada Reyhan, apalagi sejak pulang dari acara nikahan masal tadi dia belum keluar kamar.
Rasa kecewanya masih ada, bagaimana pun dia berharap untuk putrinya bisa menikah dengan cinta, menikahi pria yang benar-benar tulus bukan karena insiden kecelakaan seperti ini.
"Kenapa semuanya diam? apa karena aku buta kalian jadi ingin mengabaikan ku?" Zoe bangkit dari duduknya.
"Reyhan sedang Dad hukum" kata Dad Kevin yang akhirnya bersuara.
"Why?" tanya Zoe.
Dad Kevin bangkit dari duduk nya lalu berjalan mendekati Zoe, putrinya.
"Dia membuat mu terjebak dalam pernikahan ini, Dad tak akan memaafkan nya" ucap Dad Kevin dingin.
Zoe memeluk Dad nya dan dia tidak mengatakan apapun, dia tak perduli dengan Reyhan yang di salahkan di sini karena yang paling terpenting rencana nya berhasil.
__ADS_1
"Dia memaksa ku, Dad" ucap Zoe menangis.
"Jangan khawatir Dad akan memastikan pria bajingan itu akan mendapatkan balasan setimpal" kata Dad Kevin yang mempercayai ucapan putrinya.
Zoe tersenyum di balik pelukan Dad nya, dia mengecup pipi Dad Kevin singkat.
"Jangan bunuh dia Dad, anak ku tak akan punya ayah jika dia mati" kata Zoe.
"Sayang" Mom Ayu mendekati putri dan suaminya.
Dia memeluk putrinya, dia tidak bisa membayangkan jika putrinya harus hamil karena insiden kecelakaan ini.
Apalagi kondisi Zoe yang sekarang begitu buruk, mental putrinya pasti akan sangat down dan Mom Ayu begitu khawatir untuk hal itu.
"Benar-benar sandiwara yang hebat, aku bahkan tak yakin jika kak Reyhan melakukan semua itu pasti itu hanya akal-akalan kak Zoe" batin Salsa dalam hatinya.
Muak menonton drama itu Salsa memilih pergi meninggalkan Alvin yang masih menyantap makanan nya.
Mom Ayu mengantarkan Zoe ke kamar nya, sedangkan Dad Kevin menemui Reyhan ke ruangan misterius yang ada di balik ruangan baca.
"Tuan tolong lepaskan saya" kata Reyhan memohon.
"Cih, aku bahkan belum merasa puas setelah menyiksa mu seperti ini" jawab Dad Kevin dingin.
Reyhan melihat tatapan kemarahan di wajah Dad Kevin, meski takut dia masih akan tetap bertahan karena menikahi Zoe adalah hal yang membahagiakan untuk nya.
"Katakan apa yang kurang dari penyiksaan ini" tanya Dad Kevin.
"Tuan ampuni saya" kata Reyhan kembali memohon.
Dad Kevin melihat pria yang terlihat lemas karena baru selesai di pukuli anak buahnya itu.
Huh..
__ADS_1
Helaan nafas kasar terdengar di mulutnya, membuat Reyhan takut akan apa yang akan di lakukan mertuanya itu.
"Kau akan aku lepaskan dengan satu syarat" ucap Dad Kevin akhirnya melemah.
"Terimakasih tuan" Reyhan merasa lega mendengar nya.
"Jangan senang dulu, aku masih belum memaafkan mu bahkan aku belum merestui mu menjadi menantu ku" Dad Kevin menatap tajam Reyhan.
"Apapun syarat nya saya akan melakukan nya tuan" Reyhan menjawab lantang.
Dad Kevin melihat Reyhan lalu dia membisikkan sesuatu di telinga Reyhan, wajah Reyhan terlihat pucat tapi tidak dengan Dad Kevin yang tersenyum misterius.
"Jika kau benar maka aku akan merestui mu menjadi menantu ku, tapi jika tidak kau mati di tangan ku!"
"Saya setuju tuan"
"Bagus, malam ini kau bebas tapi jangan harap kau bisa tidur satu ranjang dengan putri ku, kau harus tidur di sofa!"
Reyhan menatap tak percaya pada mertuanya, tapi mengingat syarat itu membuat Reyhan menghembuskan nafas nya panjang.
"Baik tuan, saya akan melakukan nya" jelas Reyhan dengan wajah di tekuk nya.
Dan setelah itu Reyhan pun di bebaskan, dia tidak langsung ke kamar Zoe melainkan pergi ke kamar nya dulu untuk membersihkan diri.
Dia juga memilih makan karena Reyhan sangat kelaparan, dan setelah selesai makan baru Reyhan pergi ke kamar Zoe, istrinya.
Ceklek..
Reyhan berjalan hati-hati ke kamar Zoe dan dia melihat Zoe yang sudah tertidur dengan telinga yang memakai earphone.
"Andai saja aku tidak berjanji kamu habis malam ini, Zoe" kata Reyhan menatap Zoe yang tertidur dengan tatapan yang tidak bisa di artikan.
Melihat wajah Zoe yang cantik di bawah sinar lampu yang terang benar-benar membuat jiwa kelakian Reyhan berontak, sebelumnya dia bisa menahan iman nya karena Zoe bukan halal nya, tapi sekarang Zoe adalah halal nya tapi Reyhan tak bisa menyentuh istrinya karena janji nya.
__ADS_1
🌹
Jangan lupa like coment and Vote ya kak ♥️🤗🙏