Gadis Buta Vs Asisten Receh

Gadis Buta Vs Asisten Receh
Masalah Reyhan


__ADS_3

"Kemana dia, kenapa lama" gumam Zoe yang menunggu kedatangan Reyhan.


Sudah satu jam berlalu sejak Reyhan pergi dan pria itu tak kunjung datang ke kamar nya lagi.


Karena kesepian Zoe membuka pintu, dia berteriak memanggil siapapun yang mendengar suara nya.


"Aku mau ke bawah tolong bantu aku berjalan" kata Zoe pada bibi.


"Baik nona" balas Bibi yang langsung membantu Zoe berjalan menuruni tangga.


Zoe berjalan dengan hati-hati, tak lupa di tangan nya dia juga memegang tongkat dan tangan si bibi.


Sesampainya di bawah Zoe merasa lega, dan Mom Ayu melihat putrinya dia pun langsung mendekati Zoe.


"Sayang sudah mandi?" tanya Mom Ayu matanya melihat rambut Zoe yang basah.


Seketika pikiran nya tertuju ke arah sana, tapi karena tak sanggup membayangkan nya Mom Ayu memilih menghindar.


"Kalau begitu Mom akan masak dulu" lanjutnya tak mendengar penjelasan putrinya dulu.


Zoe merasa sikap Mom nya berbeda, tapi dia tak terlalu memikirkan nya dia meminta bibi mencari Reyhan sedangkan dia duduk di sofa menunggu pria itu.


Di tempat lain nampak Reyhan yang baru selesai mandi, kata-kata penuh penekanan yang di ucapkan mertua nya tadi benar-benar membuat dia merasa tak pantas menjadi suami Zoe.


Reyhan memang bukan pria baik, dia hanya seorang penjahat yang merangkak menjadi seorang asisten untuk menjaga anak majikan nya.


Huh..


"Aku sama sekali tidak menyesal, mereka pantas mendapatkan semua itu" gumam Reyhan.


Semua itu bermula dari kakak nya yaitu Malina di perko*a oleh teman kampus nya, dan Reyhan yang kala itu masih berusia 18 tahun tak bisa diam saja melihat kakak nya di sakiti.

__ADS_1


Kakak nya di gilir oleh banyak pria bahkan Vidio nya tersebar di kampus, hal itu juga yang membuat kakak nya yaitu Malina menjadi depresi dan berakhir di wisma.


Reyhan tak bisa membiarkan mereka bahagia di kala kakak nya di nyatakan hamil dengan kondisi nya yang di nyatakan gila, dan setelah kabar itu terdengar dia langsung mencari ke 7 pria yang telah merusak kehidupan kakak nya itu.


Satu persatu dari mereka mulai meninggal dengan cara berbeda, tiga di antara nya meninggal karena tenggelam di sungai, tapi semua itu jelas adalah karena ulah Reyhan yang memang dengan sengaja membunuh mereka.


Pembunuhan yang Reyhan lakukan membuat nya menjadi tersangka, apalagi Reyhan dengan ceroboh meninggalkan jejak di salah satu pembunuhan yang dia lakukan sehingga membuat polisi bisa mencium kejahatan nya.


Semua itu Reyhan lakukan hanya untuk balas dendam nya, dia rela melakukan apapun asal dendam kakak nya terbayarkan hingga dia pun harus di penjara selama satu tahun.


Dan pertolongan datang di saat dia akan di berikan hukuman atas perbuatannya, Dad Kevin datang dan memberikan bukti palsu dan dia juga memberikan jaminan untuk kebebasan Reyhan.


Meski begitu Reyhan masih mendapatkan hukuman beberapa bulan, hingga Dad Kevin kembali datang membawa kabar kebebasan nya.


"Aku menolong mu karena aku tau kau tidak sepenuhnya salah, mereka memang pantas mati" kata-kata yang keluar dari mulut pria baik yang menolong nya itu selalu Reyhan ingat.


Jika bukan karena Dad Kevin dia memang akan menjadi sampah, dan pria yang menghabiskan masa muda nya di penjara.


Lamunan Reyhan seketika buyar, dia mendengar suara ketuk pintu.


Ceklek..


"Tuan nona Zoe ingin anda menemui nya di ruang tv" jelas bibi.


"Aku akan kesana sebentar lagi" jawab Reyhan.


Bibi mengangguk lalu pergi, Reyhan masuk ke kamar lagi dan dia menyisiri rambut nya.


"Seharusnya aku memang tidak melakukan hal ini, tuan benar aku memang orang yang tidak tau balas Budi" gumam Reyhan.


Setelah itu Reyhan langsung keluar dari kamar nya, dan menemui Zoe di sofa ruang tv tapi belum sampai suara Dad Kevin sudah membuat langkah nya berhenti seketika.

__ADS_1


"Sayang ayo makan, Reyhan sedang pergi keluar dia tidak ada di sini" kata Dad Kevin melewati Reyhan begitu saja.


Reyhan yang mendengar itu jelas kaget, tapi dia mencoba untuk tidak marah meski dia merasa terhina sebagai laki-laki.


"Dad bohong, aku mencium bau parfum milik Reyhan" kata Zoe yang Indra penciuman nya mencium wangi parfum Reyhan.


Dad Kevin menatap tajam Reyhan yang masih berdiri, tapi Reyhan yang merasa senang karena Zoe mengingat bau parfum nya jelas tak bisa mengabaikan hal itu.


"Aku ada di sini, maklum mata Dad sudah rabun mungkin karena pengaruh usia" ucap Reyhan berjalan mendekati Zoe.


Zoe yang mendengar suara Reyhan langsung berdiri dan Reyhan memegang tangan Zoe di depan Dad Kevin.


"Pengkhianat itu!" Gumam Dad Kevin menatap tajam Reyhan.


"Kemana saja, ayo kembali ke kamar aku butuh sesuatu" ajak Zoe meraba tangan Reyhan dan mengarahkan tangan Reyhan untuk memeluk pinggang nya.


Reyhan tentu kaget dengan apa yang di lakukan Zoe, tapi dalam hatinya dia jelas senang karena Zoe sangat pengertian.


Dad Kevin melihat Zoe dan Reyhan yang pergi meninggalkan nya, wajah kesal tersirat di wajahnya dan Salsa yang baru keluar kamar melihat itu.


"Dad ayo makan aku sudah lapar" ajak Salsa.


"Kamu duluan saja, Dad masih ada kerjaan" balas Dad Kevin yang langsung pergi.


Salsa mengepalkan tangan nya melihat kepergian Dad Kevin, kesal karena dia di abaikan dan semua itu karena kakak nya, Zoe.


"Aku benci kakak, semuanya perhatian pada kakak tapi tidak dengan ku yang terabaikan" gumam Salsa sambil berlari ke kamar nya.


🌹


Jangan lupa like coment and Vote ya kak ♥️🤗🙏

__ADS_1


__ADS_2