
Selesai masak Reyhan masuk ke dalam kamar dan dia tersenyum saat melihat Zoe yang sudah cantik dengan dress pink nya.
"Wah istri ku cantik sekali" puji Reyhan sambil mendekati istrinya.
Zoe yang mendengar suara Reyhan langsung melirik ke sumber suara.
"Apa makanan nya sudah selesai?" tanya Zoe.
"Sudah, kenapa sudah lapar?" tanya Reyhan memeluk pinggang Zoe dengan berani.
Zoe yang di peluk Reyhan mengeliat meminta di lepaskan.
"Lepasin nggak!" kata Zoe tak nyaman.
"Kamu wangi, mau goda aku ya" Reyhan mengecup punggung Zoe.
Harum aroma shampo yang Zoe pakai di rambutnya benar-benar wangi, membuat Reyhan merasa tenang.
"Jangan mulai, aku lapar tau" kesal Zoe malas dengan sikap Reyhan.
Reyhan melepaskan pelukan nya, lalu dengan berani mengecup pipi Zoe.
"Tunggu sebentar aku akan mandi dulu" kata Reyhan sembari tersenyum.
"Bisa nggak jangan cium-cium terus" sewot Zoe mengusap pipinya yang basah karena ciuman Reyhan.
Reyhan melihat Zoe kesal mengambil handuk dan tertawa sembari masuk ke dalam kamar nya.
"I love you, jangan marah-marah nanti kamu cepat tua!" teriak Reyhan di dalam kamar mandi.
Dan Zoe yang mendengar ucapan Reyhan hanya bisa menghela nafasnya panjang, lalu menahan kesal nya sembari menunggu Reyhan yang masih mandi.
__ADS_1
Setelah itu keduanya pun makan bersama, dan seperti biasa Reyhan tak membiarkan Zoe makan sendiri, dia selalu menyuapi Zoe dengan telaten.
"Biarkan aku makan sendiri" kata Zoe yang merasa terlalu banyak merepotkan Reyhan.
"Diamlah, kamu ratu di sini jadi aku akan memperlakukan mu seperti ratu dalam kerajaan" jawab Reyhan sambil menyuapi istrinya.
Zoe menerima suapan makanan nya dan mengunyahnya dengan gerakan pelan, rasanya dia ingin segera bisa melihat agar dia tidak membebani Reyhan terus menerus.
Makan selesai Reyhan mengajak Zoe ke tempat kerja nya, saat ini keduanya sudah sampai di bangunan di pinggir jalan yang di beli Reyhan dengan harga murah.
"Apa kita akan menjual makanan?" tanya Zoe.
"Hem, lebih tepatnya bahan pokok makanan" jelas Reyhan.
Zoe mangut-mangut mendengar penjelasan Reyhan dia tidak tau seperti apa tempat yang di beli Reyhan tapi dia hanya bisa mendukung suaminya.
"Nanti kita juga bisa menjual makanan cepat saji di luar, mungkin menjual bakso atau ayam geprek ala Reyhan" jelas Reyhan lagi.
Reyhan menggelengkan kepalanya, dia menjelaskan jika itu hanya baru niat dan adapun niat itu terlaksana tentu saja semuanya tidak sebesar yang Zoe pikirkan.
Reyhan akan memulai usaha jualan bahan pokok makanan dulu, dan jika dia sudah memiliki modal lebih besar baru Reyhan akan membuka usaha baru yaitu bakso dan geprek.
Malam harinya Reyhan dan Zoe baru pulang dari gerai, keduanya sampai di rumah baru nya dan melihat Dad Kevin dan Salsa di teras rumah minimalis nya.
"Dad" Reyhan kaget dengan kedatangan mertuanya.
Dad Kevin tak langsung melihat Reyhan, tapi dia melihat Zoe putrinya.
"Daddy kesini? kenapa?" tanya Zoe.
"Daddy ingin memastikan putri Dad bisa hidup nyaman, tapi Dad malah melihat putri Dad yang kelelahan karena di ajak mencari nafkah" Dad Kevin menatap tajam Reyhan.
__ADS_1
Sebagai seorang Ayah dia tidak bisa membiarkan putrinya kesusahan, dan melihat apa yang terjadi pada Zoe saat ini membuat Dad Kevin kesal.
"Dad stop membuat Reyhan insecure, dia baik dia menerima gadis buta seperti ku" Zoe yang tidak terima dengan ucapan Dad nya menjawab dengan lantang.
"Sayang maksud Dad tidak seperti itu" Dad Kevin memegang tangan putrinya.
Tapi Zoe menepis tangan Dad Kevin.
"Aku dan Reyhan cape, kami baru saja selesai membersihkan bangunan lama yang akan di jadikan tempat kami mencari nafkah, jika Dad hanya datang untuk membuat Reyhan berkecil hati sebaiknya Dad pulang saja" Zoe mengatakan nya dengan berat hati.
"Maaf Dad, tapi Reyhan baik dan dia selalu bisa bertanggung jawab dengan cara nya sendiri" batin Zoe sambil menunduk.
"Tenanglah" kata Reyhan memegang tangan Zoe.
Salsa yang melihat Dad nya sedih memegang tangan Dad nya.
"Ayo Dad kita pulang saja" ajak Salsa.
Dad Kevin melihat Zoe lalu dia pun akhirnya memilih pulang bersama Salsa.
Meninggalkan Zoe dan Reyhan yang masih di teras rumah.
"Maafkan Dad" kata Zoe pelan.
"Hem, aku tau Dad hanya ingin yang terbaik untuk putrinya" jelas Reyhan.
"Yang terbaik itu tidak ada, hanya ada yang tulus tapi kenapa susah untuk aku bisa menerima ketulusan mu" batin Zoe ingin sekali mengatakan hal itu.
Tapi Zoe menahan nya karena dia tidak mau jika Reyhan sedih, cukup merepotkan saja Zoe juga punya perasaan jika dia sampai membuat Reyhan sedih.
🌹
__ADS_1
Jangan lupa like coment and Vote ya kak ♥️🤗🙏