Gadis Buta Vs Asisten Receh

Gadis Buta Vs Asisten Receh
Restoran


__ADS_3

Beberapa hari berlalu..


Hari ini Zoe meminta jalan-jalan ke luar dan itu begitu sangat di tentang oleh Dad Kevin, tapi Zoe kekeh membuat Dad Kevin mau tak mau membiarkan putrinya pergi.


Mom Ayu masih belum kunjung membaik, dia masih belum menerima jika putrinya menikah di usia muda, ketakutan kegagalan itu selalu membuat nya semakin khawatir.


Sedangkan Salsa dia pergi ke rumah Om Regi, dia berteman dengan Manda adik dari Amel yang usia nya dua tahun lebih tua dari Salsa.


"Aku mau es krim" kata Zoe yang sudah lama tidak merasakan makan es krim.


"Ini masih jauh, kita akan berhenti di minimarket depan" jawab Reyhan.


"Siapa yang mau es krim minimarket? aku mau es krim di restoran X" sahut Zoe.


Reyhan menghela nafasnya panjang, lalu memutar balik ke arah restoran yang di sebutkan istrinya.


Selama di perjalanan Reyhan melihat tangan Zoe yang merasa kosong, dia juga melihat tangan nya yang tidak memakai cincin pernikahan.


Ada keinginan di hatinya untuk membeli cincin-cincin pernikahan, tapi mengingat Zoe selalu tak sehati dengan nya Reyhan memilih mengurungkan niatnya.


Sesampainya di restoran X Reyhan menuntun Zoe masuk, setelah Zoe duduk Reyhan pun memanggil pelayan.


"Pesan lah" kata Reyhan yang melihat pelayan datang.


"Aku mau es krim tiga rasa, vanilla, coklat dan stroberi" ucap Zoe sambil tersenyum.


"Makan nya?" tanya pelayan.


"Tambah jus jeruk saja, makan nya nanti" Reyhan menyahut.


Pelayan mengangguk lalu pergi, meninggalkan Zoe yang sudah tidak sabar makan es krim.


"Kenapa tidak pesan makanan?" tanya Reyhan pada istri nya.


"Aku lupa membawa uang" balas Zoe.

__ADS_1


"Aku suami mu, aku akan membayar apapun yang kamu mau" jelas Reyhan sambil menatap Zoe.


Zoe diam tak berniat menjawab, dia hanya kasihan jika uang Reyhan harus habis karena makanan yang tidak seberapa.


Mungkin menurutnya makanan di restoran seperti ini murah tapi Zoe tau jika Reyhan tak akan mampu, apalagi Zoe tau berapa gajih Reyhan yang bahkan tak melebihi uang bulanan nya.


"Aku akan ke toilet sebentar, jangan kemana-mana" lanjut Reyhan mengingatkan.


"Iya, jangan lama" jawab Zoe ketus.


Reyhan melihat ke kejauhan lalu dia pergi meninggalkan Zoe, dan setelah Reyhan pergi Zoe hanya seorang diri duduk dengan wajah datar nya.


Setelah menjadi gadis buta ini adalah kali pertama Zoe bisa ke restoran, dia sudah lama tidak ke sini mungkin satu bulan karena usia pernikahan nya dan Reyhan pun sudah satu Minggu.


Tiba-tiba sebuah tangan melingkar di pinggang Zoe, tak hanya itu Zoe juga mendapatkan kecupan di pipi nya.


"Sudah ku bilang kita berjodoh, dan lihat kita bertemu lagi kan, gadis kecil" Ghaisan tersenyum menatap wajah cantik Zoe.


"Jangan menyentuh ku, aku sudah menikah!" kesal Zoe mengusap pipi nya menggunakan tangan nya.


"Jangan bohong, aku tau kau menyukai ku" Ghaisan menjawab enteng.


Ghaisan tentu tak percaya begitu saja, Amel tidak mengatakan apa-apa padanya dia hanya tau jika Zoe sangat mengidolakan nya dan hal itu yang membuat nya sangat agresif pada Zoe.


Dia tau Zoe akan luluh apalagi gadis kecil itu sangat mencintainya, dan tentunya omong kosong yang Zoe katakan itu tidak akan merubah rasa penasaran nya sekarang.


Pelayan datang mengantarkan es krim dan jus jeruk, Zoe meraba meja mencark letak gelas es krim dan Ghaisan yang melihat itu berniat untuk menyuapi Zoe.


"Apa yang kau lakukan!" Zoe berteriak.


"Hey aku hanya ingin menyuapi mu" kata Ghaisan melihat Zoe dengan wajah aneh.


Di kejauhan Reyhan yang sedang mengobrol dengan teman nya tak sengaja melihat ke arah Zoe, dan matanya membulat sempurna ketika melihat Ghaisan menganggu Zoe.


"Sialan, dia tidak bisa mengambil Zoe ku!" Reyhan menatap tajam Ghaisan.

__ADS_1


"Kau kenapa?" tanya wanita itu.


"Tidak apa, pergilah aku akan mengirimi sejumlah uang untuk mu tapi ingat jangan lupa urus semuanya" kata Reyhan.


"Iya bawel, bye" wanita itu pergi setelah mendapatkan apa yang dia mau.


Reyhan berjalan cepat ke arah meja Zoe, dan sesampainya di sana dia langsung menarik kerah baju Ghaisan.


Brugkkk !


"Kau asisten nya, berani nya kau memukul ku!" Ghaisan menatap tajam Reyhan.


"Asisten nya? sekaligus suaminya" jawab Reyhan ketus.


"What! kau pikir aku percaya dengan omong kosong mu? tidak akan" Ghaisan membalas pukulan itu.


Dan tepat mengenai pipi Reyhan, Ghaisan tersenyum kecut karena semuanya seimbang.


Zoe mendengar suara gaduh antara Reyhan dan Ghaisan meraba meja, dan saat mendapatkan gelas es krim dia langsung melemparkan nya ke sembarang arah.


"Berhenti!" teriak Zoe.


Reyhan yang berniat memukul Ghaisan seketika berhenti, dia melirik Zoe dan tersadar dengan apa yang telah di lakukan nya.


"Maaf, ayo kita makan es krim" Reyhan memegang tangan Zoe.


"Aku mau pulang!" kata Zoe yang marah.


Reyhan pun akhirnya memilih membawa Zoe keluar setelah dia membayar tagihan nya, Ghaisan yang melihat itu tentu saja kaget karena Zoe terlihat sangat akrab dengan Reyhan.


"Apa ini, apa mereka benar-benar menikah?" gumam Ghaisan tak percaya dengan apa yang di lihatnya.


🌹


Cerita Salsa udah up sampai 33 di Paijo Oren, yang belum Mampir langsung gercep aja ke judul ^Jerat Gadis Misterius^^

__ADS_1


Di jamin nyaman🤗


Jangan lupa like coment and Vote ya kak ♥️🤗🙏


__ADS_2