
"Kita bertemu lagi gadis kecil" kata pria itu.
"Ghaisan" Zoe reflek memanggil nama itu.
"Kau mengenali suaraku?" tanya Ghaisan kaget.
Zoe hanya mengangguk kecil, kali ini dia tidak dapat melihat wajah tampan seorang Ghaisan dan itu cukup membuat Zoe sedih.
"Sedang apa di sini?" Ghaisan melihat Zoe yang pandangan nya hanya tertuju pada satu arah.
Dia bingung padahal terakhir mereka bertemu Zoe memperlihatkan wajah yang sangat ceria, tidak diam seperti ini.
"Aku sedang menenangkan pikiran ku" balas Zoe masih melihat ke depan.
"Kau menghindari tatapan ku apa aku punya salah?" tanya Ghaisan.
Dia memang tipe yang mudah akrab, Ghaisan memegang tangan Zoe membuat gadis cantik itu tak nyaman.
"Maaf aku akan pergi" Zoe yang malu merasa tak nyaman.
Dia langsung berdiri dan saat akan berjalan Zoe melupakan tongkat nya, membuat dia berjongkok untuk mencari tongkat nya.
Ghaisan diam melihat apa yang di lakukan Zoe, hingga dia sadar jika gadis cantik di depan nya itu terlihat seperti..
"Apa yang kau cari?" tanya Ghaisan ragu.
Deg..
Zoe menghentikan apa yang sedang dia lakukan, Ghaisan mengambil tongkat nya dan melihat Zoe yang menunduk.
"Aku mencari tongkat" cicit Zoe pelan.
"Ini milik mu" Ghaisan memberikan tongkat nya.
Dan Zoe berniat megambil tongkat nya tapi hal itu malah membuat Ghaisan kaget karena tangan Zoe terulur ke arah yang salah.
"Apa dia buta kembali" batin Ghaisan.
Dan Zoe sadar jika Ghaisan menatap nya, dia langsung menunduk karena malu.
__ADS_1
"Maaf, tapi aku buta" Zoe berbicara dengan wajah sedih nya.
Seharusnya dia memikirkan apa yang adiknya katakan, apa yang dia lakukan saat ini adalah kesalahan.
Dia gadis buta dan tak mungkin untuk nya bisa menggalakan acara pertunangan Ghaisan.
"Aku tau" Ghaisan memberikan tongkat nya ke tangan Zoe langsung.
Zoe menerima nya dan langsung berdiri, saat akan pergi Zoe terdiam sejenak dia pikir apa yang dia lakukan saat ini adalah sia-sia.
"Salsa benar, aku hanya benalu seharusnya aku tidak merepotkan siapapun dengan keinginan bodoh ku" batin Zoe yang lanjut berjalan.
Tanpa Zoe sadari Ghaisan mengikuti nya, dia bahkan mendengar keluhan Zoe yang sangat mengiris hati.
"Apa yang aku lakukan, bodoh aku hanya gadis buta kenapa aku memiliki impian bebas seperti ini" Zoe tertawa getir.
Air matanya jatuh, Zoe semakin dalam masuk ke hutan dan Ghaisan masih berjalan dengan langkah hati-hati karena takut menimbulkan suara bising.
"Kemana kau akan pergi, ini sudah terlalu jauh gadis kecil" Ghaisan akhirnya membuka suaranya.
Deg..
"Kenapa kamu mengikuti ku?" tanya Zoe tidak berbalik.
Ghaisan berjalan dan melihat wajah panik Zoe, yang membuat nya tersenyum karena itu begitu menarik di mata nya.
"Aku tidak tertarik dengan gadis kecil, tenang saja aku hanya ingin memastikan jika kau pulang dengan selamat, dan dugaan ku benar kau masuk ke hutan, apa rumah mu di hutan?" tanya Ghaisan santai.
Dan Zoe menggelengkan kepalanya.
Dia tidak sadar sudah berjalan cukup jauh, dia hanya mengikuti kata hatinya yang menyuruhnya untuk terus berjalan.
"Aku mau pulang" kata Zoe berbalik.
Membuat Ghaisan berjalan dan memegang tangan Zoe.
"Kau tau aku mengenal mu jauh sebelum kau mengenal ku" Ghaisan mengusap tangan Zoe.
"Apa maksud nya?" gumam Zoe masih terdengar oleh Ghaisan.
__ADS_1
Ghaisan mendekati telinga Zoe, lalu berbisik.
"Mau di gendong?" tawar nya.
"Di gendong?" Zoe agak kaget.
"Hem, aku selalu menggendong adik ku ayo" Ghaisan berjongkok di depan Zoe.
Ragu-ragu Zoe meraba punggung Ghaisan, dan setelah itu Zoe pun memeluk punggung Ghaisan dengan perasaan anehnya.
"Opa aku menemukan gadis kecil itu" batin Ghaisan.
Di sisi Lian Reyhan sedang mencari keberadaan Zoe, dia mengutuki kebodohan nya yang tidur dan melupakan tugas utama nya.
"Nona Amel apa nona Zoe mengatakan sesuatu saat dia akan pergi?" tanya Reyhan panik.
"Hem, Zoe hanya bilang mau jalan-jalan ke bukit" balas Amel santai.
"Nona seharusnya anda bisa menemani nya, nona Zoe tidak bisa melihat anda tau itu kan?" Reyhan begitu kesal pada Amel.
Tapi Amel malah menyikapi nya dengan sangat santai.
"Aku lebih tau Zoe dari pada kamu Rey, santai saja aku yakin Zoe ada di tempat aman apalagi di villa daerah ini hanya ada empat villa dan salah satu nya adalah villa milik keluarga Chris" jelas Amel masih sangat santai.
Reyhan menggelengkan kepalanya, dia tak habis pikir kenapa nona Zoe memilki teman yang santai dan bodo amat seperti itu.
"Lebih baik kita ngopi santai, Zoe akan pulang aku yakin" kata Amel.
Tapi Reyhan menolak, dia pergi untuk mencari Zoe yang menghilang.
"Ingat jika terjadi apa-apa pada putriku nyawa mu taruhan nya" kata-kata itu terus terngiang di telinga Reyhan.
Dia tidak takut dengan ancaman dari Bos nya, tapi dia takut jika dia tidak bisa menjaga Zoe gadis yang dia sukai.
Ya terlepas dari siapa dia saat ini, Reyhan menyukai Zoe dan dia tau Zoe pergi untuk menenangkan diri nya untuk tak terlalu sedih menjalani takdir nya.
🌹
Jangan lupa like coment and Vote ya kak ♥️🤗🙏
__ADS_1