Gadis Buta Vs Asisten Receh

Gadis Buta Vs Asisten Receh
Nafkah batin


__ADS_3

Malam nya Zoe yang baru selesai makan memilih masuk ke kamar, Reyhan pun mau tak mau ikut ke kamar karena Zoe memaksa nya ikut.


"Berapa uang tabungan mu?" tanya Zoe yang sedang duduk di pinggir ranjang.


Reyhan yang sedang main ponsel melirik ke arah istrinya, dan Zoe mendengar suara ponsel.


"Matikan ponsel nya!" titah Zoe dingin.


"Ada apa?" tanya Reyhan yang beranjak dari sofa berniat mendekati Zoe.


Tapi langsung terhenti karena suara Zoe.


"Jangan duduk di ranjang, di sana saja" kata Zoe membuat Reyhan melangkah mundur ke belakang.


Reyhan kembali duduk di sofa dia merasa kesal tapi tak bisa mengatakan kekesalan nya karena dia menghargai keinginan Zoe.


"Jadi apa yang ingin kau katakan?" tanya Reyhan lagi.


"Berapa uang tabungan mu" tanya balik Zoe.


Reyhan terdiam dan dia mengecek ponselnya untuk melihat saldo rekening nya.


"Lumayan aku punya 240 juta" jelas Reyhan.


Lumayan?


Bahkan nominal itu menurut Zoe sangat sedikit karena uang saku nya setiap bulan adalah 50 juta, dan itu belum termasuk uang shoping di akhir pekan.


"Kamu punya rumah?" tanya Zoe lagi.


"Ada, tapi tidak besar hanya memiliki dua kamar, dapur yang kecil dan satu kamar mandi" jelas Reyhan lagi.


Zoe mangut-mangut mendengarkan penjelasan Reyhan, dia tau Reyhan tidak sekaya Ghaisan yang cucu kolongmerat.

__ADS_1


"Ada usaha?" tanya Zoe semakin kepo.


"Tidak bisa kah mengobrol lebih dekat? jujur saja aku tak nyaman berbicara dengan posisi berjauhan" kata Reyhan sedikit modus.


"Tidak, kau tetap di posisi mu" tegas Zoe tak mau.


Reyhan memonyongkan bibirnya sebal, Zoe memang sangat sulit di kendalikan tapi jangan panggil dia Reyhan jika dia tidak bisa menaklukkan gadis menyebalkan itu.


Reyhan bangkit dan langsung duduk di dekat kaki Zoe, Zoe sadar jika Reyhan sudah berada di dekat nya.


"Jangan menguji kesabaran ku Rey!" lanjut Zoe dengan nada tegas nya.


"Aku hanya duduk layak nya pelayan dan majikan, aku bawahan mu" balas Reyhan.


"Ya itu memang fakta, tapi kau suami ku meski aku tak menganggap mu suami" kata Zoe wajah nya nampak merasa tak nyaman.


Reyhan hanya tersenyum saja mendengar ucapan Zoe yang memang menyakiti perasaan seorang laki-laki, tapi bukan dia namanya jika dia mudah tersakiti.


Zoe juga tidak mau terlalu dekat dengan Reyhan, bagaimana pun dia hanya ingin hidup dan melahirkan anak dari pria yang dia cintai, bukan hasil pernikahan terpaksa seperti ini.


"Jual rumah mu, aku mau kau membelikan ku apartemen, anggap saja itu adalah kewajiban mu menafkahi ku" ucap Zoe wajah nya terlihat serius.


Reyhan yang menopang dagu nya dengan tangan nya itu menaikan sebelah alisnya ke atas.


"Lalu bagaimana dengan nafkah lahir batin nya? aku juga mau melakukan kewajiban ku yang satu itu" balas Reyhan dengan senyuman menerawang nya.


Zoe tentu paham dengan apa yang di bicarakan Reyhan, dia langsung memalingkan wajahnya.


"Pernikahan kita ini terpaksa jadi jangan harap aku mau tidur bersama mu" kata Zoe tegas.


"Ya aku harap kamu juga tau kalau aku seorang pria normal, dan jika jiwa iblis ku keluar aku bisa saja melakukan nya tanpa di minta, ataupun di halangi" sahut Reyhan dengan santai.


Dan..

__ADS_1


Duttt !


Reyhan memegang dada nya, dia berdiri dan melihat ke arah Zoe.


"Kentut di depan istri itu biasa, dari kentut jadi jatuh cinta" ucap Reyhan lalu pergi ke kamar mandi.


Zoe menutup hidung nya, dia bergedik ngeri membayangkan jika setiap hari harus mendengarkan suara kentut Reyhan.


"Jorok!" teriak Zoe kesal.


"Biarin! lagian yang jorok enak tau" Reyhan sempat-sempatnya keluar hanya untuk mengatakan kata-kata menyebalkan itu.


Zoe menutup telinga nya dan hidung nya mengendus-endus bau nya, beruntung tidak bau jadi Zoe langsung merebahkan tubuhnya di ranjang.


"Kapan aku bisa melihat lagi" gumam Zoe memejamkan mata nya.


Dia ingin kembali normal, Zoe ingin hidup bebas layak nya burung yang bisa terbang tanpa takut jatuh.


"Harusnya aku bisa menikmati kebebasan ini, tapi kenapa__" Zoe tak mampu melanjutkan ucapan nya.


Air mata nya jatuh ke pipi, Zoe merasa sedih dengan nasib nya yang begitu tragis.


Belum lagi dia harus berpura-pura menerima Reyhan di depan keluarga nya, Zoe merasa itu berat untuk dia lewati tapi saat ingin menyerah Zoe ingat ucapan Ghaisan.


"Kau milik ku, mata mu adalah milik Keyla adik ku dan aku tak akan pernah membiarkan mu hidup tenang"


Ghaisan tak akan mencintai nya, dia hanya ingin mendapatkan mata adik nya dan Zoe tak mau hidup nya tidak bahagia dengan menikahi pria yang tidak mencintainya.


🌹


Mampir juga di cerita Salsa (Irena) di Paijo Oren ya, judul nya ^^Jerat Gadis Misterius^^


Jangan lupa like coment and Vote ya kak ♥️🤗🙏

__ADS_1


__ADS_2