
Keluarlah, aku akan mandi sendiri" kata Zoe yang masih belum membuka pakaian nya.
Dia tidak mau mandi di lihat oleh Reyhan, terlepas jika Reyhan adalah suami Sah nya.
Reyhan menatap sosok istrinya yang berdiri di dekat bathub itu, dia menaikan sebelah alisnya ke atas.
"Aku tidak mungkin meninggalkan mu, bagaimana kalau jatuh? aku pasti yang akan di salahkan mertua ku" jawab Reyhan menolak keluar dari kamar mandi.
Mertuaku!
Kata itu benar-benar membuat Zoe geli mendengar nya.
"Lalu kamu mau disini sampai kapan? sampai aku malas mandi!" suara Zoe terdengar begitu kesal.
"Bagaimana kalau begini saja, aku menunggu dengan menutup mata dan kamu bisa mandi dengan nyaman" balas Reyhan memberikan saran.
Zoe mendengar itu merasa kesal, bagaimana tidak Reyhan begitu pintar untuk mengambil keuntungan besar di balik kebaikan nya.
"Cepat keluar!" ketus Zoe mengusir.
Reyhan menghela nafasnya panjang karena tidak mau membuat situasi runyam ia pun pun memilih keluar.
Zoe mendengar suara pintu pun akhirnya bisa bernafas lega, dia mulai berendam di bathtub.
"Aku benar-benar merasa lelah" gumam Zoe sambil memejamkan matanya.
Mencoba menikmati suasana sunyi di mana yang dia dengar hanya suara air mengalir, bukan suara bising yang membuat mood nya buruk.
Sedangkan di luar Reyhan menyiapkan pakaian untuk Zoe, dan saat membuka almari Zoe seketika wajah Reyhan panas dingin.
Bagaimana tidak dia melihat bra* dan C* warna pink yang sangat cantik di pakai istrinya, dan gara-gara melihat itu pikiran nya langsung bertraveling tinggi.
"Bagaimana isi nya ya" gumam Reyhan liar.
__ADS_1
Karena merasa panas dingin Reyhan pun memilih lanjut mengambil dress pink, entah kenapa dia suka melihat Zoe memakai baju pink.
"Dia pasti sangat imut" gumam Reyhan tersenyum membayangkan kecantikan istri nya.
Tak lama setelah itu Zoe keluar dari kamar mandi, Reyhan sedikit kaget karena Zoe bisa berjalan sampai ke pintu.
"Lain kali panggil aku jika sudah selesai" kata Reyhan takut Zoe jatuh.
"Tenang saja aku bukan anak kecil, aku juga hati-hati dalam berjalan" sahut Zoe sambil berjalan.
Reyhan membantu Zoe untuk duduk di pinggir ranjang, lalu dia memberikan pakaian yang dia pilihkan tadi pada Zoe.
Zoe yang meraba apa yang ada di tangan nya ingin berteriak, tapi langsung di tutup mulut nya oleh Reyhan.
"Jangan lebay, aku hanya menyiapkan pakaian mu bukan memakaikan pakaian, lagi pula aku sudah melihat sedikit bulatan di bagian atas" kata Reyhan sambil tersenyum.
"Dasar mesum!" kesal Zoe memeluk baju nya.
"Kamu mau kemana?" tanya Zoe karena dari ucapan nya Reyhan terdengar ingin pergi.
"Mandi" balas Reyhan.
Zoe mangut-mangut saja, dan dia pikir Reyhan sudah pergi jadi Zoe berniat membuka kimono nya.
Tapi gerakan tangan nya terhenti karena Zoe tidak mendengar suara pintu..
"Kenapa berhenti, biarkan aku melihat sedikit" celetuk Reyhan santai.
"Apa kau bilang! jangan harap" sewot Zoe menutupi bagian dada nya dengan tangan nya.
Huh..
"Dasar pelit" dengkus Reyhan sebal.
__ADS_1
"Dasar mesum, sana pergi!" usir Zoe yang membuat Reyhan sebal dan akhirnya keluar dari kamar.
Zoe mendengar suara pintu tertutup menghela nafasnya lega.
"Ini baru hari kedua dan aku merasa sudah menyerah untuk meladeni pria menyebalkan itu" kesal Zoe yang akhirnya membuka kimono nya dan mulai berpakaian.
Sedangkan Reyhan yang baru keluar kamar nampak tersenyum, dan saat dia menuruni tangga di saat bersamaan Dad Kevin berdiri menghalangi jalannya.
"Pagi Dad, ehk maksud saya pagi tuan" Reyhan memukul bibir nya yang selalu tidak bisa di filter.
Dad Kevin menatap tajam Reyhan, menantu yang tidak di restui nya.
"Bersiap ke kantor, kau pikir kau bisa menghidupi putri ku dari mana" ucap Dad Kevin dingin.
Meski tidak merestui Reyhan bersama Zoe tapi dia tidak akan membuat Reyhan tidak melakukan tugas utama nya, yaitu memberikan nafkah untuk istrinya.
Ya meski dia tau apa yang dia lakukan ini salah, tapi Dad Kevin yang sangat yakin jika keduanya berbohong memilih memberikan syarat aneh itu.
"Tuan nona Zoe bilang dia ingin membeli rumah atau apartemen, dan nona juga bilang jika saya tidak boleh bekerja dan harus menemani nya" jelas Reyhan sedikit kaku.
"Kau pikir putriku makan dengan apa jika kau pengangguran, aku bahkan tak merestui mu dan kau ingin membuat putriku melarat dengan hidup bersama mu? jangan harap!" ketus Dad Kevin yang secara tidak langsung menolak keinginan pasangan suami istri itu.
"Tapi tuan itu memang___" ucap Reyhan terhenti karena di tatap tajam Dad Kevin.
"Ingat siapa dirimu sebelum aku menolong mu, jika tidak ada aku kau akan mendekam di penjara selama 20 tahun!" kata Dad Kevin penuh penekanan.
Reyhan terdiam mendengar ucapan Dad Kevin, dia memang memiliki hutang Budi yang begitu besar, karena tanpa Dad Kevin dia hanya akan menjadi sampah tak berharga.
Dad Kevin langsung pergi tanpa mau melanjutkan obrolan nya, dia tak akan membiarkan Zoe pergi dari rumah nya apalagi orang yang menjadi suami Zoe adalah Reyhan, seorang penjahat yang tidak mendapatkan hukuman.
🌹
Jangan lupa like coment and Vote ya kak ♥️🤗🙏
__ADS_1