Gadis Buta Vs Asisten Receh

Gadis Buta Vs Asisten Receh
Kunjungan Amel


__ADS_3

Keesokan harinya Zoe di kejutkan dengan kedatangan Amel, tapi meski demikian Zoe tidak terlalu senang dia malah merasa semakin marah pada Dad nya.


"Keluar!" teriak Zoe.


"Hey kau kenapa?" tanya Amel heran dengan perubahan drastis sikap Zoe.


"Aku bilang keluar, aku tidak mau lagi berteman dengan mu" tegas Zoe sambil meraba apapun yang ada di sebelahnya.


Amel melongo mendengar apa yang di ucapkan Zoe, dengan santai dia duduk di ranjang yang sama dengan Zoe.


Zoe bisa merasakan ada gerakan di kasur nya dan dia tau Amel duduk di sebelahnya.


"Apa kau tuli cepat keluar dari kamar ku!" kata Zoe sekali lagi.


"Ya aku tuli jadi biarkan aku diam di sini" balas Amel santai.


Mata Amel melihat ke wajah Zoe yang terlihat marah, dia tau di balik sikap Zoe yang sekarang itu menutupi kelemahan nya.


Tapi kedatangan Amel bukan untuk melihat kelemahan teman nya, dia hanya ingin menghibur Zoe agar lebih bisa percaya diri dan tidak mengganggap keluarga nya jahat padanya.


Hening tak ada suara di antara keduanya.


"Kenapa kamu masih diam, keluarlah aku mohon" kali ini suara Zoe melembut.


"Ayolah Zoe kau tak mau bertanya padaku tentang CEO tampan yang ku temui di Paris apa?" Amel mulai aksinya.


CEO tampan?.


Ghaisan?


Zoe penasaran, tapi gengsi nya yang tinggi membuat nya memilih diam.


"Aku bertemu dengan nya, ternyata Opa ku adalah teman baik kerabat mereka loh" jelas Amel dengan senyuman nya.


Dia yakin Zoe sangat penasaran dengan cerita nya apalagi yang di bicarakan adalah pria yang Zoe sukai.


Zoe masih diam dan Amel pura-pura berdiri untuk membuat Zoe mengalah.

__ADS_1


"Aku akan pulang dulu, jika kau penasaran bilang saja pada Dad mu biar dia bisa mengabari ku lagi" jelas Amel pura-pura pergi.


Zoe kesal mendengar Amel akan pergi, dia langsung berdiri.


"Jangan pergi, aku masih penasaran dengan cerita nya" Zoe menurunkan sedikit ego nya.


Mendengar penuturan Zoe seketika Amel tersenyum, dia duduk kembali dan melihat makanan yang masih utuh.


"Aku akan bercerita tapi dengan satu syarat" kata Amel lagi.


"Hem katakan apa itu" balas Zoe cepat.


Amel mengambil makanan di meja.


"Kamu harus makan saat aku bercerita" ucap Amel santai.


Zoe menggelengkan kepalanya dengan cepat, membuat Amel sedikit sebal.


"Ya sudah kalau tidak mau ya aku juga akan pulang saja" Amel menyimpan kembali makanan nya di meja.


"Itu makanan semalam, aku tidak memperbolehkan siapapun masuk kamar" jelas Zoe.


Mendengar itu Amel mengelengkan kepalanya, dia tidak percaya jika teman nya akan serapuh itu.


Amel pun meminta bibi untuk mengantarkan makanan untuk Zoe, dan setelah menunggu beberapa menit Amel mendapatkan makanan untuk Zoe.


Amel menyuapi Zoe dengan hati-hati, ini kali pertama nya dia menyuapi Zoe dan rasanya benar-benar menyedihkan.


"Kasihan Zoe, seharusnya dia bisa menikmati usia nya yang 18 tahun, tapi takdir Tuhan berkata lain" Amel merasa miris dengan apa yang terjadi pada sahabat terbaiknya itu.


"Aku sudah makan, ayo ceritakan" titah Zoe yang sedang mengunyah.


Amel mengusap air mata di sudut matanya lalu mulai menceritakan cerita liburan nya di Paris yang berakhir bertemu dengan keluarga Chris.


Zoe mendengarkan sambil menerima suapan dari Amel, sebenarnya Zoe memang lapar tapi gengsi nya membuat dia menahan lapar nya, dan jujur saja syarat dari Amel membuatnya terlepas dari rasa lapar.


"Jadi dia bersama pacar nya?" tanya Zoe yang sudah selesai menyimak.

__ADS_1


"Tidak, Manda bilang tuan Ghaisan tidak memiliki kekasih" jelas Amel menggantung.


"Apa dia masih di Paris?" tanya Zoe lagi.


"Aku belum selesai menjelaskan, Manda bilang tuan Ghaisan dekat dengan model terkenal, dia sangat cantik" lanjut Amel.


Zoe diam mendengar Ghaisan di dekati model terkenal, rasa tak percaya diri nya menyelimuti hatinya Zoe merasa insecure.


"Kau tau Zoe" Amel melirik Zoe yang diam.


"Hem" balas Zoe membuka mulutnya membuat Amel langsung memberikan suapan kembali.


"Ghaisan menanyakan mu"


"Apa!"


"His jangan berteriak telingaku sakit tau!" kesal Amel mengusap telinga nya.


"Kamu bercanda kan, dia menanyakan aku? oh apa itu benar apa yang dia bilang?" tanya Zoe sangat specles.


Amel melihat perubahan wajah Zoe yang begitu drastis, Zoe terlihat sangat bersemangat.


"Amel" panggil Zoe.


"Iya iya, dia bilang kemana gadis kecil yang mabuk Minggu lalu, kenapa tidak di ajak lagi?" jelas Amel dengan wajah yang di tekuk.


"Hanya itu?" tanya Zoe.


"Hem, memang nya mau apalagi, diakan sibuk itupun aku tak sengaja menyapa nya karena Manda mengajak ku ke meja tempat keluarga Ghaisan duduk" jelas Amel.


Zoe mangut-mangut saja mendengar penjelasan Amel, wajah nya tersenyum menandakan jika dia senang.


Amel melihat itu dia senang bisa membuat mood Zoe menjadi bagus lagi, dia berharap Zoe bisa kembali bersemangat seperti dulu lagi.


🌹


Jangan lupa like coment and Vote ya kak ♥️🤗🙏

__ADS_1


__ADS_2