
Reyhan benar-benar membawa Zoe untuk pergi ke tempat-tempat yang belum pernah Zoe singgahi, di mulai dari warteg Reyhan membawa Zoe untuk menikmati makanan sederhana favorit nya.
Hingga menjelang malam Reyhan baru pulang bersama Zoe, keduanya lupa waktu karena barusan Reyhan juga mengajak Zoe main ke pasar malam.
"Terimakasih" kata Zoe saat mereka sampai.
"Tumben baik, biasnya ngegas" balas Reyhan sambil tersenyum.
"Apasih" Zoe memukul Reyhan tapi yang dia lakukan malah sebaliknya, tangan nya menjadi memukul jok.
Zoe meringis dan Reyhan melihat itu hanya tertawa yang membuat Zoe kesal karena Reyhan mentertawakan nya.
"Bantu aku keluar, aku mau mandi" kata Zoe.
"Siap tuan putri pangeran upik abu ini akan akan siap melayani anda" sahut Reyhan sambil tertawa.
"Apasih nggak jelas banget" sewot Zoe tapi matanya memperlihatkan sedikit senyuman.
Keduanya keluar dari mobil dan Reyhan membantu Zoe berjalan masuk, hingga saat pintu terbuka Reyhan dan Zoe menghentikan langkah kaki nya.
"Ini jam berapa? kalian kemana saja?" cacar Dad Kevin menatap tajam Reyhan.
"Dad ini sudah malam, jangan marahi Rey dia tidak salah aku yang meminta dia mengajak mu bermain" balas Zoe.
"Sayang tapi dia__" ucap Dad Kevin terhenti.
"Dad, aku mohon jangan membuat dia tak nyaman Dad seharunya senang karena Rey tak malu berjalan dengan gadis buta seperti ku" sahut Zoe lagi.
Dad Kevin terdiam dan diam nya Dad Kevin membuat Zoe mengajak Reyhan ke kamar.
Kata-kata yang Zoe ucapkan seolah tamparan keras untuk nya, Dad Kevin sadar jika putrinya yang sekarang tak seperti dulu lagi.
Zoe harus berada dalam kegelapan yang sunyi, dan seharusnya dia bisa senang jika ada orang yang membuat putrinya senang seperti ini.
"Apa yang aku lakukan salah? tapi dia tidak pantas untuk Zoe" gumam Dad Kevin yang akhirnya memilih menutup pintu.
Saat berjalan ke ruang tengah Dad Kevin melihat bibi yang membawa tas Reyhan, dia mengerutkan keningnya aneh.
__ADS_1
"Kenapa membawa tas Reyhan?" tanya Dad Kevin.
"Nona Zoe yang meminta tuan, katanya mulai malam ini baju tuan Rey di simpan di kamar nona Zoe" jelas Bibi.
Dad Kevin melihat bibi yang pergi ke lantai atas, dia menghela nafasnya panjang melihat apa yang Zoe lakukan.
"Apa dia orang yang tepat? tapi kenapa aku masih merasa tidak terima jika putri ku menikah dengan napi seperti dia" gumam Dad Kevin lagi.
Mom Ayu baru keluar dari kamar nya, dia melihat suaminya yang berdiri dan dia memanggil suaminya.
"Honey telpon Salsa, aku merasa rumah ini sepi tanpa putri kita" kata Mom Ayu.
"Zoe ada, kita akan makan bersama" balas Dad Kevin.
"Salsa juga putri kita, seharusnya kamu juga perhatian pada Salsa honey" sahut Mom Ayu lagi.
"Ya, aku hanya ingin Zoe tidak merasa sendiri honey, apalagi kamu tak mau bicara dengan nya, aku tau mental Zoe sejak kecil" jawab Dad Kevin lagi.
Mom Ayu diam, dia tau Zoe lebih mudah down di bandingkan dengan Salsa, putri nya yang satu ini lebih kuat dan tangguh.
"Aku masih belum bisa menerima kenyataan, aku masih butuh waktu" lanjut Mom Ayu lagi.
Sedangkan di kamar Zoe Reyhan merasa senang karena baju-baju nya sudah ada di kamar Zoe.
"Jangan geer, ini semua aku lakukan agar kamu tidak pergi mandi lama" kata Zoe
yang tidak mau Reyhan terlalu percaya diri akan di terima.
"Kau tau kenapa aku lama di kamar mandi?" tanya Reyhan.
"Itu tidak penting, dan aku sama sekali tidak perduli" ketus Zoe.
Reyhan menaikan sebelah alisnya ke atas, dia tersenyum kecil dan berjalan mendekati Zoe.
"Aku tidak mendapatkan apa yang harus sudah aku dapatkan, kau tau pusaka keramat milik ku perlu bersemayam di gua nya tapi dia tidak mendapatkan semua itu jadi aku melakukan senam__" ucap Reyhan terhenti dia melihat wajah merah Zoe.
"Senam apa?" tanya Zoe.
__ADS_1
Reyhan tertawa pelan lalu mengecup pipi Zoe dengan santai.
"Jangan so polos kemarin kamu memegang nya kan, dia keras saat bersama mu" bisik Reyhan yang langsung pergi ke kamar mandi untuk menyiapkan air hangat untuk mandi istrinya.
Wajah Zoe memerah bak kepiting rebus, dia menggelengkan kepalanya dan mengusap tangan nya ke baju nya.
"Tidak, aku tidak memegang itu, aku tidak memegang nya" Zoe mengusapkan tangan nya ke baju nya terus menerus.
Hingga tiba-tiba terdengar suara Reyhan lagi.
"Air sudah siap, ayo mandi bersama aku sudah membuka pakaian ku" kata Reyhan.
"Apa-apa dia ini" Zoe kesal.
Reyhan keluar dan benar saja dada nya polos dan dia hanya memakan boxer saja sebagai penutup pusaka nya.
"Ayo" ajak Reyhan.
"Jangan macam-macam denganku, kau harus ingat siapa dirimu" kata Zoe dingin.
"Ya aku tau, aku Reyhan suami mu sudah cukup kan" balas Reyhan konyol.
Zoe kesal dan dia berniat memukul Reyhan dengan tongkat nya, tapi bukan nya berhasil Zoe malah hampir jatuh membuat Reyhan langsung sigap menahan pinggang istrinya.
"Maaf" kata Reyhan tau sudah membuat istrinya marah.
"Aaaa, kenapa kau tidak memakai baju mu!" teriak Zoe kaget memegang dada polos Reyhan.
"Aku gerah, jadi aku buka baju" balas Reyhan beralasan.
Padahal dia berniat mencuri-curi kesempatan mengintip Zoe mandi, dan syukur-syukur dia bisa ikut mandi di satu bathub yang sama dengan Zoe.
"Jangan coba-coba melakukan nya atau aku kita selesai!" tegas Zoe.
Dan Reyhan paham dengan ucapan Zoe, dia pun langsung mengantarkan Zoe ke kamar mandi lalu keluar lagi dengan wajah di tekuk nya karena kesal.
"Sabar, kau akan mendapatkan rumah mu nanti setelah dia suka rela di tinggali oleh mu" gumam Reyhan menatap milik nya yang tertutupi boxer.
__ADS_1
🌹
Jangan lupa like coment and Vote ya kak ♥️🤗🙏