
Zoe masih di gendong oleh Ghaisan dan selama perjalanan ke villa keduanya tak mengatakan apapun.
"Kita berhenti sebentar ya" kata Ghaisan.
"Hem" balas Zoe singkat.
Lalu Zoe turun dari gendongan pria tampan itu, Ghaisan mengajak nya duduk di atas batu.
Zoe dengan pandangan nya yang kosong nampak melihat ke arah hutan, Ghaisan melihat raut wajah Zoe yang sangat datar.
Pandangan nya tertuju pada mata Zoe, dia sedikit menyayangkan jika Zoe kembali buta yang tandanya donor yang di berikan keluarga nya dulu terbuang sia-sia.
"Zoe" panggil Ghaisan.
"Ya?" Zoe menyahut cepat.
"Aku ingin bertanya sesuatu pada mu" kata Ghaisan.
Zoe yang mendengar penuturan Ghaisan mengerutkan keningnya, apa yang akan di tanyakan Ghaisan begitu pikir nya.
"Katakan lah" balas Zoe singkat.
Ghaisan melihat Zoe, lalu tangan nya terulur untuk mengusap pipi Zoe.
"Mungkin pertanyaan ini sensitif tapi aku tidak bisa menahan rasa rinduku pada adik ku" Ghaisan menjeda ucapan nya.
Dia melihat mata Zoe yang tatapan nya kosong, dia masih mengingat tatapan penuh permohonan adiknya saat detik-detik napas terakhir nya.
Adiknya meminta nya untuk selalu dekat, selalu menemani nya di saat dia sendirian, Keyla, dia takut akan sunyi.
"Maksud nya?" tanya Zoe bingung.
"Matamu, dulu adik ku yang mendonorkan matanya untuk mu" kata Ghaisan tak bisa menahan diri lagi.
Apa!
__ADS_1
"Tidak mungkin, Mom bilang aku tak pernah buta itu hanya mimpi buruk" Zoe bangkit dari duduknya.
Dan brukkk !
Zoe terjatuh karena kaki nya tersandung ranting kering.
Ghaisan menolong Zoe tapi Zoe merasa Ghaisan tidak tulus mendekatinya.
"Jangan dekat" kata Zoe mendorong tubuh Ghaisan.
"Itu kenyataan nya, mata yang kau rusak adalah mata adik ku, dia mengalami kecelakaan saat berusia 5 tahun yang membuat nya meninggal, dan kau menghancurkan satu-satunya tanda kehidupan adik ku" Ghaisan menatap Zoe dengan wajah yang tidak bisa di artikan.
Rasa sedih kehilangan adiknya masih Ghaisan rasakan, itu kenapa dia melihat Zoe seperti Gadis kecil karena di matanya Zoe adalah adiknya.
Zoe menggelengkan kepalanya, dia tidak terima dengan apa yang Ghaisan katakan.
"Ini mata ku, Mom tidak mengatakan jika aku terlahir buta, tidak" kata Zoe berteriak histeris.
"Keluarga mu berbohong, tanpa mata adik ku kau tak bisa melihat, itu fakta nya" sahut Ghaisan.
"Diam!" teriak Zoe menutup telinga nya.
Di hari yang sama dia juga kehilangan Opa Bastian yang meninggal secara mendadak, dan tak hanya itu Oma Fallen pun menyusul dua bulan setelah kepergian Opa Bastian.
Hanya Ghaisan yang mengingat Zoe, sedangkan keluarga besar nya memilih melupakan semua itu karena mereka tak mau berurusan kembali dengan keluarga Kevin Angkasa.
Zoe yang menangis perlahan mendongkak wajahnya, dia memilih pergi meninggalkan Ghaisan yang menangis dalam diam karena mengingat orang-orang yang dia sayang.
"Zoe" Ghaisan sadar jika Zoe menghilang.
Ghaisan langsung berteriak memanggil nama Zoe, tapi Zoe yang sudah pergi tak mendengar teriakan itu.
Di sisi lain Reyhan yang sudah masuk area hutan mencari keberadaan Zoe, dan dia melotot saat melihat seorang gadis yang bersembunyi di balik pohon.
"Nona" panggil Reyhan.
__ADS_1
Zoe yang mendengar suara asisten nya langsung memeluk Reyhan dan menangis di pelukan pria itu.
"Bawa aku pulang" kata Zoe terisak.
Reyhan melihat wajah Zoe yang terlihat tertekan, tanpa banyak bertanya dia langsung memangku Zoe dari depan.
Zoe menangis di dada Reyhan, membuat pria itu di buat penasaran apa yang membuat gadis yang dia suka menangis.
"Sebenarnya apa yang membuat dia menangis, apa semua ini ada sangkut pautnya dengan Ghaisan yang akan bertunangan" batin Reyhan bertanya-tanya.
Sesampainya di villa Reyhan langsung membawa Zoe ke kamar nya, dia juga meminta Amel untuk membantu Zoe mandi.
"Amel, apa aku pernah buta?" tanya Zoe tiba-tiba.
Membuat Amel yang mendengar pertanyaan itu mengerutkan keningnya bingung.
"Bukan nya saat ini kamu memang tidak bisa melihat?" tanya Amel balik bertanya.
"Amel, ada orang yang mengatakan jika aku kecil buta, tapi aku yakin itu tidak benar kan? aku tidak buta sejak lahir kan?" Zoe masih kekeh dengan pertanyaan nya itu.
Amel yang jengah mendengar pertanyaan Zoe pun memilih menyalakan air di bathub, dan selama menunggu Zoe masih terus bertanya tentang apa yang dia dengar.
Setelah selesai mandi Zoe dan Amel langsung makan, pun dengan Reyhan yang ikut makan bersama kedua gadis itu.
"Zoe salah" kata Amel.
"Coba pake perasaan" lanjut Amel.
Zoe mencoba lagi untuk makan sendiri, tapi dia kembali gagal dan salah mengarahkan makanan nya ke pipi nya.
Reyhan yang merasa kasihan pun mengambil alih garpu nya, dia menyuapi Zoe membuat Zoe akhirnya bisa merasakan makanan.
"Makasih Mel" kata Zoe sambil makan.
"Sama-sama nona" batin Reyhan menjawab.
__ADS_1
🌹
Jangan lupa like coment and Vote ya kak ♥️🤗🙏