Gadis Buta Vs Asisten Receh

Gadis Buta Vs Asisten Receh
Alasan Zoe


__ADS_3

Zoe diam di kamar nya di temani bibi yang membantu nya mandi tadi, dan sekarang bibi sedang menuisiri rambut Zoe.


"Bi nanti aku makan nya di bawah" kata Zoe.


"Baik nona" balas bibi yang masih membantu menyisiri rambut Zoe.


Dia sedikit bingung dengan Zoe yang tidak marah-marah lagi, tapi jelas dia lebih suka nona muda nya yang seperti ini yang tidak marah-marah.


Zoe juga sudah mau makan di meja makan lagi, setelah sebelumnya dia menolak makan bersama di meja makan bersama keluarga nya.


"Sudah nona"


"Hem, terimakasih sudah membantu bibi boleh keluar" kata Zoe sambil tersenyum.


Dan saat bibi akan keluar Zoe yang teringat sesuatu langsung bersuara lagi.


"Bi tolong bilangin sama Reyhan untuk langsung ke kamar saja" lanjut Zoe lagi.


"Baik nona" meski bingung tapi bibi memilih mengiyakan.


Setelah bibi pergi Zoe menghela nafasnya panjang, dia memilih untuk baik pada orang sekitar karena Zoe tau dirinya hanya akan menyusahkan orang lain.


Dan ya seperti yang Amel katakan hidup Zoe saat ini bergantung pada orang lain, maka dari itu Zoe mencoba untuk bisa lebih tenang.


"Aku tidak percaya aku sudah menikah" gumam Zoe.


Zoe ingat apa yang dia lakukan tadi malam, dimana dia meminta Reyhan membantu nya membuka br* nya karena Zoe terbiasa tidur tanpa menggunakan br*.


Reyhan tentu saja menolak nya tapi Zoe memaksa nya yang membuat Reyhan mau tak mau menuruti keinginan nona muda nya.


Flashback On.


"Cepat buka pengait br* nya" kata Zoe.


"Tapi nona saya___" ucap Reyhan ragu.


"Saya apa? hanya membuka br* kau pikir aku akan sudi memperlihatkan dada bulat ku pada mu? cepat lakukan!" titah Zoe dengan nada tinggi nya.

__ADS_1


Reyhan bimbang melakukan nya, apalagi dia belum pernah melakukan hal seperti ini sebelumnya.


"Reyhan cepat!" kesal Zoe yang sudah mengantuk.


Huh..


Dengan gerakan ragu-ragu Reyhan menaikkan kaos yang Zoe pakai samai ke atas, dan dia menelan ludahnya kasar saat melihat punggung putih Zoe.


"Oh sadar bodoh, dia gadis spesial jangan berpikiran liar" batin Reyhan yang langsung memejamkan matanya.


"Sudah belum?" tanya Zoe.


"Belum nona" balas Reyhan masih meraba punggung Zoe dengan hati-hati.


Dan jangan lupakan mata terpejam Reyhan membuat dia begitu lama melepaskan br* nya, dan Zoe yang merasa jengkel dengan tangan Reyhan yang meraba punggung nya langsung bersuara lagi.


"Aku menyuruh mu membuka pengait br* bukan untuk mengusap punggung ku" kesal Zoe.


Reyhan pun membuka matanya dan dia melihat bra pink yang menempel di punggung Zoe, dia tersenyum kecil karena br* nya sangat imut.


"Menjauh lah dan jangan lupa menutup mata" kata Zoe.


Reyhan tak banyak bertanya dan memilih melakukan nya, lalu Zoe pun mulai membuka baju nya dan membuka br* nya.


Zoe kembali memakai pakaian nya, dan setalah itu dengan secepat kilat Zoe menyembunyikan br* nya di bawah selimut.


"Sudah, kau boleh tidur di sofa" kata Zoe.


"Baik nona" balas Reyhan cepat.


Reyhan membuka pakaian nya, karena dia terbiasa tidur tanpa memakai baju, toh Zoe tidak bisa melihat jadi Reyhan tak merasa sungkan.


Keduanya saling mendiamkan hingga pada akhirnya Zoe tertidur, dan Reyhan yang belum tidur memilih bangkit dari sofa nya.


"Aku tidak percaya bisa tidur satu ruangan dengan Zoe, gadis kecil ku" gumam Reyhan tersenyum memandang wajah Zoe.


Saat akan mendekati ranjang tiba-tiba Reyhan mendengar suara ketukan pintu, tanpa memakai baju nya kembali Reyhan yang berpikir itu pekerja hotel langsung membuka pintu nya.

__ADS_1


Ceklek !


"Angkat tangan" dua polisi pria dan wanita masuk begitu saja.


Reyhan tentu kaget apalagi satu polisi mengamankan kan nya, Zoe di bangunkan oleh polisi dan mereka menemukan bra di bawah selimut Zoe yang membuat mereka berpikir keduanya sudah melakukan nya.


"Habis ngapain kalian?" tanya polisi melihat tubuh Reyhan yang tanpa baju.


"Saya tidak melakukan apapun pak, sumpah" kata Reyhan menolak tuduhan.


"Halah, apa itu br* terus ini apa?" polisi mencubit perut Reyhan, Membuat Reyhan kesakitan.


Zoe baru bangun kaget mendengar suara polisi, dan saat di tanyai oleh polisi wanita Zoe yang berpikir sempit hanya mengiyakan.


"Ini umum, kami pasangan pak kenapa bapak sewot" kata Zoe asal.


"Ya ini umum tapi tidak benar karena kalian bukan suami istri, bawa mereka ke kantor mereka harus kita nikahkan" kata polisi lagi.


Zoe mendengar kata menikah baru sadar, tapi Zoe rasa ini lebih baik dari pada dia harus menyusukan orang lain, lebih baik dia menyusahkan Reyhan saja, asisten nya.


"Nona katakan itu bohong, kita tidak boleh menikah" ucap Reyhan yang lain di mulut lain juga di hati.


"Nikahkan saja pak, saya memang di perkos* sama dia, katanya saya cantik dan dia mau sama saya karena saya kaya" celetuk Zoe.


Yang membuat Reyhan menganga karena ucapan Zoe memang apa adanya.


Polisi membawa mereka dan yang Reyhan takutkan hanya satu, polisi meminta nomer orang tua Zoe membuat dia sedikit sesak karena takut terkena amukan dari majikan nya.


Flashback Off.


Mengingat itu Zoe menjadi teringat Reyhan, dia akan menyusahkan pria itu dan Zoe akan juga akan menyiapkan hadiah untuk pria itu.


"Aku tak benar-benar akan menikah, ini hanya untuk membuat Ghaisan menjauhi ku, ya semoga cara ini memang cara yang benar" gumam Zoe yakin.


🌹


Jangan lupa like coment and Vote ya kak ♥️🤗🙏

__ADS_1


__ADS_2