
Zoe masih muntah-muntah dan Reyhan dengan setia memijat leher Zoe agar istrinya bisa dengan lancar memuntahkan isi perutnya.
"Rey ini salahmu" kesal Zoe.
"Iya maaf" balas Reyhan yang merasa ikut mual melihat muntahan istrinya.
Zoe muntah di pinggir jalan, tak perduli dengan banyak nya kendaraan lalu lalang melewati mereka berdua.
"Mbak, Mas, jauhan dikit pengunjung lain ikut mual mau muntah kalau Mbak terlalu dekat" kata si penjual bubur.
Reyhan yang mendengar itu menatap tajam ke arah penjual, secara tidak langsung penjual itu mengusir nya.
"Rey jangan" kata Zoe yang melihat Reyhan kesal.
Reyhan menghembuskan nafas nya kasar.
"Kita akan pergi" ucap Reyhan akhirnya.
Zoe meminta air mineral dan setelah merasa tidak terlalu mual Zoe pun akhirnya bangkit.
"Ayo ke gerai" Zoe melirik Reyhan.
"Kita ke klinik saja, aku takut kamu kenapa-kenapa" balas Reyhan.
"Aku sudah baik-baik saja, ayo" Zoe menarik tangan Reyhan dan berjalan ke motor nya.
Reyhan akhirnya memilih menuruti keinginan istrinya, meski sebenarnya Reyhan ingin sekali mengajak Zoe ke klinik.
Reyhan sangat yakin jika mual Zoe bukan karena tanpa sebab, ataupun karena melihat bubur nya, tapi Reyhan curiga jika mual Zoe adalah karena hamil.
"Pulang dari gerai nanti aku akan membeli tespect, aku sangat yakin jika benih ku sudah tumbuh menjadi bayi mungil " batin Reyhan.
Zoe memeluk Reyhan dan motor pun langsung melaju membelah jalanan kota, keduanya akan ke gerai.
Reyhan melihat wajah Zoe di kaca spion motor nya, dia melihat wajah pucat Zoe mungkin karena Zoe terlalu banyak muntah.
"Nanti aku belikan sup ya" kata Reyhan.
__ADS_1
"Iya, tapi di restoran ya" sahut Zoe.
"Oke untuk kali ini makan nya pesan di restoran aja" balas Reyhan tak menolak.
Dia berpikir jika setiap keinginan Zoe adalah ngidam, dan begitupun dengan Zoe yang sangat ingin pergi ke pasar malam.
Sesampainya di gerai Reyhan dan Zoe membuka gerai nya dan ada Bu Inah juga yang sudah menunggu di luar gerai bersama ibu-ibu yang sudah langganan di gerai Reyhan.
"Aku beli sup dulu, kamu nggak papa sendiri dulu?" tanya Reyhan.
"Ya nggak lah, sana pergi aku lapar" usir Zoe yang sudah duduk di kursi kasir.
"Janji nggak kangen?" sahut Reyhan.
Seketika mendapatkan tatapan tajam dari Zoe.
"Pergi nggak!" kesal Zoe sambil mengeretakan gigi nya.
Haha..
Zoe melihat Reyhan pergi hanya geleng-geleng kepala.
"Ini yang aku kesal kan dari dia, tapi kenapa kalau tanpa dia rasanya sunyi" gumam Zoe sambil tersenyum kecil.
Reyhan sangat berisik tapi Zoe yang sudah terbiasa tidak masalah dengan hal itu, ya meski dia sedikit kesal dengan tingkah suaminya receh nya.
"Cie yang senyum-senyum sendiri, bahagia banget kaya nya punya suami ganteng mbak" ucap gadis yang berdiri di depan kasir.
"Mbaknya beruntung ya dapat suami baik" lanjut gadis itu lagi.
"Iya mbak benar, aku memang berun__" ucap Zoe terhenti karena melihat siapa sosok yang ada di depan nya.
"Ck, Amel" Zoe kaget melihat kedatangan Amel.
"Cie yang merasa beruntung punya asisten receh, ehk suami" goda Amel sambil mendekati kasir dan memeluk Zoe.
Keduanya lama berpelukan, Amel baru pulang dari liburan nya dan niatnya akan meneruskan kuliah di luar negri.
__ADS_1
"Kangen" Amel melepaskan pelukan nya.
"Sama, mana oleh-oleh nya?" tanya Zoe melihat Amel yang tidak membawa apa-apa.
"Ada di rumah, nanti aku kirim pake ojek online" sahut Amel santai.
Zoe hanya mangut-mangut lalu Amel membantu Zoe di bagian kasir, keduanya nampak kompak seperti Zoe yang menghitung harga belanjaan, dan Amel yang memasukkan belanjaan nya ke kantong kresek.
Bu Inah melihat istri Bos nya dan teman nya yang sangat kompak itu hanya tersenyum, lalu memotret nya dan mengirimkan hasil foto nya pada seseorang.
Di tempat lain Mom Ayu mendapatkan pesan dari orang suruhan nya, dia tersenyum dan merasa bangga pada Zoe yang bisa hidup mandiri bersama Reyhan.
"Honey lihat Reyhan membawa pengaruh baik untuk putri kita" kata Mom Ayu memperlihatkan foto Amel dan Zoe yang sedang di gerai.
Dad Kevin melihat foto itu, ada rasa bangga di dalam dirinya karena putrinya terlihat sangat nyaman menjalani kehidupan sederhana nya.
"Bagus, kalau begitu Reyhan berarti berhasil menjadi suami yang baik untuk Zoe" balas Dad Kevin.
"Ya, tapi sayang nya Reyhan selalu di beri wajah galak mertuanya, kasihan ya" celetuk Mom Ayu.
Membuat Dad Kevin langsung melirik istrinya.
"Aku melakukan itu karena ingin Reyhan bisa bangkit, putri kita memang bisa hidup sederhana tapi aku juga tidak rela kalau kita makan enak di sini tapi Zoe makan seadanya di sana" jelas Dad Kevin.
"Tapi sekarang Reyhan sudah membuktikan jika dia bisa di andalkan, yang aku dengar Reyhan juga sudah membeli bangunan kosong di samping gerai nya, dia akan membuat usaha makanan" lanjut Dad Kevin.
Mom Ayu yang mendengar itu merasa senang, dengan begitu putrinya pasti tidak akan terlalu kesusahan.
"Reyhan sangat hebat, aku akan meminta teman-teman sosialita ku untuk membeli sayuran pada nya, ya harus" gumam Mom Ayu.
"Jangan lakukan hal apapun, kita lihat saja dari kejauhan seberapa jauh Reyhan bisa membuat usaha besar" kata Dad Kevin melarang.
Mom Ayu manyun, tapi dia juga setuju dengan usul suaminya dia ingin melihat Zoe dan Reyhan yang berhasil bersama-sama.
🌹
Jangan lupa like coment and Vote ya kak ♥️🤗🙏
__ADS_1