
Zoe dan Reyhan sudah sampai di rumah baru nya, Reyhan menjual rumah lama nya hanya untuk membayar DP rumah nya.
Sebenarnya Dad Kevin sudah menyiapkan rumah baru untuk putrinya, tapi Zoe menolak karena dia ingin ikut Reyhan.
"Apa ini besar?" tanya Zoe.
"Lumayan besar kita punya tiga kamar, ruangan tv minimalis, ruangan dapur minimalis dan juga ruang tamu" jelas Reyhan.
Dengan mendengar penjelasan Reyhan Zoe bisa membayangkan ukuran rumah baru nya, meski tak sebesar rumah Dad nya yang megah.
"Apa kamar mandi nya ada di dalam kamar?" tanya Zoe.
"Ahk aku lupa, ada dua kamar mandi dan salah satu nya di kamar kita" jelas Reyhan lagi.
Zoe mangut-mangut lalu Reyhan membawa Zoe mengelilingi rumah mereka, rumah yang di beli Reyhan sudah di isi perabotan, dan Reyhan sengaja membuat ruangan nya terasa lebih luas.
Reyhan tak banyak menyimpan barang-barang, seperti di ruang tv hanya ada satu sofa dan meja lipat serbaguna yang bisa di ubah-ubah ukuran nya.
Tak hanya itu Reyhan juga membeli banyak gelas kemasan plastik untuk memudahkan Zoe minum, dia ingin Zoe bisa mandiri dengan di mulai mengambil minum sendiri di dispenser.
"Terimakasih, aku benar-benar merasa nyaman untuk saat ini" kata Zoe sambil tersenyum.
Perasaan nya memang tidak jelas, Zoe belum mencintai Reyhan tapi dia ingin Reyhan selalu menemani nya.
"Ini tidak gratis aku akan selalu menangih janji" balas Reyhan sambil tersenyum.
Pipi Zoe seketika memerah mendengar ucapan Reyhan, dia paham betul apa arti dari ucapan Reyhan barusan.
"Aku belum siap" sahut Zoe apa adanya.
"Tidak apa, aku akan menunggu waktu menyenangkan itu" ucap Reyhan sambil mengecup pipi Zoe.
Cup..
Zoe hanya diam sambil tersenyum kecil, dia mencoba untuk tidak marah-marah lagi karena keberanian Reyhan untuk mencium nya.
Zoe menganggap itu sebagai tanda terimakasih nya, Reyhan sudah baik dan hanya kecupan di pipi saja dia rasa itu tak akan membuat nya rugi.
__ADS_1
Ting..Ting..
Suara sendok dan mangkuk beradu terdengar, Reyhan langsung membawa Zoe keluar.
"Ada pedagang bakso, kamu mau?" tanya Reyhan.
"Apa enak?" tanya balik Zoe.
"Tidak tau, tapi kita akan tau rasanya setelah mencoba nya" jelas Reyhan cepat.
Zoe mengangguk sembari tersenyum.
"Kalau begitu aku mau satu porsi komplit" pinta Zoe.
"Baiklah, tunggu di kursi dulu aku akan membelikan nya untuk mu" kata Reyhan sembari mengusap pipi Zoe dengan lembut.
Lalu Reyhan pergi ke rumah untuk mengambil mangkuk dan sendok, meninggalkan Zoe yang terduduk di kursi yang ada di teras rumah.
Zoe merasa sikap Reyhan padanya terlalu baik, dia senang tapi entah kenapa semakin hari ke hari Zoe merasa malu karena memilih merepotkan hidup Reyhan.
"Apa sikap ku keterlaluan, aku membuat nya kehilangan rumah lama nya dan uang tabungan nya pasti ikut menipis karena memenuhi kebutuhan hidup ku" gumam Zoe merasa tak enak.
Memikirkan hal itu membuat Zoe merasa semakin bersalah, secara tidak langsung dia sudah membuat orang lain susah untuk memberikan nya kehidupan yang layak.
"Apa aku menceraikan nya saja, kasihan dia" gumam Zoe.
Dan tanpa Zoe sadari Reyhan membawa dua porsi bakso ada di depan nya, dan menatap kesal karena ucapan Zoe barusan.
"Ayo kita makan" ucap Reyhan yang mengangetkan Zoe.
"Sejak kapan kamu di sana?" tanya Zoe takut Reyhan mendengar ucapan nya.
"Barusan" balas Reyhan.
Reyhan duduk di kursi dekat Zoe, dia menyimpan bakso nya di meja begitupun dengan milik Zoe.
"Masih panas makan saja duluan" ucap Zoe pelan.
__ADS_1
"Kita makan bersama, satu suapan untuk mu dan satu suapan untuk ku" jelas Reyhan.
Zoe mangut-mangut saja dan Reyhan pun menyuapi Zoe dengan telaten, dia juga ikut makan bakso yang di mangkuk lain.
Tak lama kemudian dua porsi es cendol dawet datang, Reyhan mengucapkan terimakasih dan si pedagang keluar dari area rumah Reyhan.
"Maaf selalu merepotkan mu" kata Zoe sambil menyedot es cendol dawet milik nya.
"Aku tak pernah merasa di repot kan" balas Reyhan cepat.
"Tapi aku merasa begitu" balas Zoe.
"Lalu?" tanya Reyhan yang malas membahasnya.
Zoe menarik nafasnya panjang, lalu membuang nya dengan kasar.
"Aku rasa hubungan kita tidak bisa di lanjutkan" ucap Zoe hati-hati.
Reyhan diam ingin mendengarkan apa lagi yang akan di ucapan Zoe.
"Kamu bisa mendapatkan gadis yang sempurna, dan itu bukan aku" lanjut Zoe sambil melipat bibit nya ke dalam.
"Sekali lagi Maaf" kata Zoe menunduk.
Reyhan tak menjawab, dia menyuapi Zoe kembali tapi Zoe menolak membuat Reyhan membuka dua kancing kemeja nya.
Dia melihat Zoe dan tanpa basa-basi Reyhan langsing membawa Zoe ke kamar, sesampainya di kamar Reyhan pergi untuk mengunci pintu utama dan pintu kamar nya.
Zoe yang ada di ranjang sedikit takut, dia tau Reyhan sedang murka dan dia juga tau apa yang akan di lakukan pria itu.
"Aku minta maaf" kata Zoe.
Reyhan tak menjawab lagi, dia malah langsung naik ke tubuh Zoe dan mencium bibir Zoe dengan rakus.
🌹
Yang udah mampir di cerita Salsa langsung cus aja ke Paijo Oren ya, judul nya ^^Jerat Gadis Misterius^^
__ADS_1
Oh iya ^^Gairah Istri Casanova^^ juga sedang ongoing ya, jangan lupa mampir juga ya🤗
Jangan lupa like coment and Vote ya kak ♥️🤗🙏