Gadis Buta Vs Asisten Receh

Gadis Buta Vs Asisten Receh
Mesum


__ADS_3

Setelah 5 hari di rawat Zoe yang merasa baikan meminta pulang, dokter menginjakkan dengan syarat Zoe harus rajin konsultasi pada dokter mata.


Dan Zoe setuju, dia akan mengikuti apapun yang di sarankan dokter, Zoe sangat bersemangat karena dia kembali bisa melihat lagi.


"Ayo habiskan setelah ini baru kita bisa pulang" kata Reyhan yang menyuapi Zoe.


"Kamu semakin bawel, awas ya nanti" Zoe mencubit Reyhan dengan senyuman di sudut bibir nya.


"Awas ya nanti malam siap-siap kita__" ucap Reyhan terhenti karena mendengar suara Dad Kevin.


Ekhem.. !


Reyhan dan Zoe saling menebar senyum, entah apa yang ada di dalam pikiran keduanya.


"Zoe pulang ke rumah Dad" kata Dad Kevin tiba-tiba.


"Maaf Dad, tapi Zoe istri saya jadi dia akan ikut suaminya" Reyhan menyahut cepat.


"Ya itu benar, Dad tidak boleh egois aku mau pulang ke rumah ku dan Reyhan" timpal Zoe tak setuju dengan ucapan Dad nya.


Dad Kevin yang mendengar Zoe membela Reyhan merasa tertolak lagi, wajah nya terlihat jelas jika dia kesal.


"Baiklah terserah, tapi setiap akhir pekan kalian harus pulang" lanjut Dad Kevin.


"Nah kalau itu baru boleh" sahut Reyhan cepat.


Kali ini dia setuju dengan permintaan mertua nya, memang sejak mereka pindah Zoe jarang pulang ke rumah karena keduanya terlalu sibuk bekerja.


Zoe bangkit dan dia langsung memeluk tubuh Dad nya.


"Love you Dad, makasih sudah memahami ku" Zoe memeluk tubuh Dad nya.


Dad Kevin membalas pelukan nya dan mengecup kening putri nya.


"Jangan berubah, kamu tetap putri Dad yang paling manja" Dad Kevin mengusap kepala sang putri.

__ADS_1


Reyhan tersenyum melihat Dad Kevin dan istrinya yang terlihat romantis, dia berharap keluarga kecilnya akan selalu utuh dan damai seperti ini.


Siang nya Reyhan dan Zoe akhirnya sampai di rumah, dan saat Zoe melihat pemandangan rumah yang mereka tempati selama satu bulan lebih.


"Ini rumah kita?" tanya Zoe.


"Ya, ini tempat duduk kesukaan kamu" Reyhan menunjuk bangku kosong di depan nya.


Zoe tersenyum lalu melirik Reyhan.


"Ayo bawa aku masuk ke dalam" ucap Zoe sambil memegang tangan Reyhan.


Reyhan melihat tangan nya yang di pegang Zoe, sudut bibir nya terangkat dia merasa senang untuk hal kecil ini.


Keduanya masuk ke dalam rumah dan saat Zoe melihat isi rumah nya dia tidak bisa mengatakan apa yang dia rasakan.


Reyhan benar-benar membuat rumah nya yang kecil seperti terasa besar dalam bayangan Zoe, dan jangan saat masuk kamar pun Zoe melihat kamar nya yang sangat rapih dengan bunga Lily yang terlihat masih segar.


"Apa kamu sudah tidak sabar sayang?" tanya Reyhan tiba-tiba memeluk Zoe dari belakang.


Reyhan berjongkok dan menatap Zoe yang juga tengah menatap nya.


"Biasa aja dong wajahnya" Zoe mencubit pipi Reyhan.


"Nggak bisa biasa aja, rindu mau nen*n" celetuk Reyhan tanpa filter.


Membuat Zoe melotot dan langsung menutupi bagian dadanya dengan kedua tangan nya.


"Satu bulan lebih, aku sudah sering menggigit dan bahkan meng__" ucap Reyhan terhenti karena Zoe mendorong nya.


Awww !


"Kenapa kau jahat Zoe" suara Reyhan di buat sedramatis mungkin.


"Ck, mesum bin modus" cibir Zoe manyun.

__ADS_1


"Bukan modus tapi emang kebutuhan" sahut Reyhan tak mau kalah.


Membuat Zoe tertawa, dia tidak bisa membayangkan apa yang telah dia lalui satu bulan lebih ini.


Tentang percintaan panas mereka yang hampir setiap malam keduanya lakukan, ya dan itu sangat terasa begitu konyol karena Zoe merasakan sentuhan tanpa melihat seperti apa bentuk nya.


"Kau mau melihat nya?" tanya Reyhan tiba-tiba berdiri.


"Heh mau ngapain?" Zoe membuang wajahnya ke samping.


Heran kenapa Reyhan bisa tau isi dari pikiran nya.


"Buka celana biar kamu bisa lihat kalau benda pusaka ku sudah sangat merindukan sarang nya" jelas Reyhan tanpa malu.


Bahkan saat Zoe melihat wajah Reyhan pria itu nampak santai-santai saja, membuat Zoe ingin memukul pantat nya keras rasanya.


"Ini jantung kenapa jedag-jedug ya" batin Zoe merasa tak nyaman.


Sedangkan Reyhan dia benar-benar membuka celananya dan hanya menggunakan boxer saja, Zoe yang melihat itu menutupi matanya karena merasa malu.


"Pake lagi nggak!" kesa Zoe menutupi matanya.


"Nggak mau, mau nen*n" sahut Reyhan sambil tersenyum.


"Rey!" teriak Zoe.


"Pipi mu merah, ayolah jangan malu-malu bukannya kamu suka kan" goda Reyhan lagi.


Dan Zoe yang pipi nya sudah memerah bak kepiting rebus itu tak bisa memungkiri nya, dia memang suka memegang si panjang keras itu.


"Dia benar-benar mesum dan menyebalkan" gerutu Zoe dalam hatinya.


🌹


Jangan lupa like coment and Vote ya kak ♥️🤗🙏

__ADS_1


__ADS_2