
Zoe makan dengan di suapi Reyhan, dan selama makan Zoe tak mengatakan sepatah katapun.
Amel yang juga ikut makan merasa heran tapi meski begitu dia memilih tak banyak bertanya karena dia tau mood teman nya yang satu ini.
"Apa aku boleh minta makanan" tanya salah satu twins G.
"Hanya sedikit tak akan menghabiskan makanan kalian" timpal twins D.
Amel melirik Zoe dan teman nya itu masih asyik makan di suapi oleh Reyhan.
"Ambilah yang kalian mau, jangan sungkan" balas Amel ramah.
Twins D dan Twins G langsung mengambil makanan, setelah itu keduanya mengucapkan terima kasih dan pergi ke air terjun membawa makanan untuk kembarannya masing-masing.
Reyhan melirik Amel tak suka dan Amel sadar akan lirikan mata pria itu.
"Zoe baik tenang saja" kata Amel santai.
"Tapi nona Zoe belum kenyang makan nya nona" balas Reyhan tak sepemikiran dengan Amel.
Zoe yang mendengar keributan berhenti makan, dia meraba tongkat di paha nya lalu berdiri.
"Jika kalian tak bisa diam aku akan pulang" kata Zoe yang sudah berdiri.
"Zoe kau marah, ayolah itu hanya makanan dan lagi pula kita membawa banyak" balas Amel menatap Zoe dengan bingung.
"Aku tak mempermasalahkan makanan, mereka teman mu bukan jadi tak apa memberikan makanan pada teman mu yang normal itu" sahut Zoe menekan kata normal.
Dan kata normal Amel artikan sebagai hinaan, yaitu akan kekurangan Zoe yang tidak bisa melihat seperti teman-teman nya yang lain.
"Zoe ini benar-benar tidak lucu" Amel berdiri.
"Ya aku memang buta, dan itu menyebalkan bukan lucu" kata Zoe yang bibir nya mulai bergetar.
__ADS_1
"Oh, jadi seperti itu bayangan mu tentang ku? baiklah sepertinya aku memang tak di butuhkan lagi" Amel merasa jika Zoe sudah berubah.
Bahkan menjadi gadis yang menyebalkan, dia masih bingung dengan sikap Zoe yang tiba-tiba seperti ini, tapi sungguh Amel benar-benar kesal.
"Ya aku merepotkan mu, dan membuat mu kesal bersamaku karena tak seperti teman-teman mu, begitu kan!" kali ini Zoe yang menahan diri nya menangis.
Amel kesal dengan ucapan Zoe, dia langsung pergi ke arah villa dengan berlari.
Reyhan diam masih tidak paham dengan apa yang terjadi di antara kedua gadis itu, dia membereskan makanan nya ke tempat makanan lagi.
"Nona apa tidak apa?" tanya Reyhan yang melihat Zoe menangis.
"Kau senang melihat ku seperti ini kan?" Zoe menangis dalam diam.
"Sama sekali tidak nona" balas Reyhan berdiri dan berniat memeluk Zoe.
Tapi langkah nya terhenti karena dia harus tau batasan nya antara seorang asisten dan anak majikan.
"Mari pulang nona, nona Amel sudah pergi duluan" kata Reyhan akhirnya mengulurkan tangannya berniat memegang tangan Zoe.
"Cukup berada di belakang ku, tunjukkan jalan nya dan tidak ada kontak fisik!" tegas Zoe.
"Baik nona" Reyhan tak membantah dan memilih melakukan apa yang Zoe minta.
Dari kejauhan Ghaisan melihat itu dia merasa semakin menyesali kecerobohan nya kemarin.
L"Ican bodoh kenapa kau tidak bisa menahan kerinduan mu pada adik mu, seharusnya kamu bisa mendekatinya dan memberikan dia support bukan malah sebaliknya" gumam Ghaisan terus menyesali kecerobohan nya itu.
Serena melihat wajah calon tunangan nya yang begitu sangat kacau, dia heran dan bertanya-tanya pada hati nya akan siapa gadis yang tadi Ican dekati.
"Aku sudah menunggu lama, tidak. Ican tak akan bisa mempermainkan lagi" batin Serena yang sedang dalam air ikut berenang bersama Twins G dan Twins D.
Sore harinya Zoe tak masuk ke kamar karena dia sedang kesal pada Amel, pun dengan Amel yang tak keluar dari kamar karena kesal dengan sikap Zoe.
__ADS_1
"Nona apakah anda ingin makan sekarang?" tanya Reyhan yang kesekian kalinya.
"Diam! kamu benar-benar berisik!" kesal Zoe yang tidak suka dengan sikap bawel Reyhan.
"Tapi nona ini sudah sore dan anda masih belum makan" kata Reyhan lagi.
Membuat Zoe kesal dan bangkit dari tempat duduk nya, tapi baru satu langkah dia melangkah Zoe sudah menabrak sofa di depan nya.
"Sialan!" geram Zoe sangat kesal.
"Nona hati-hati" Reyhan berniat membantu tapi Zoe yang merasakan keberadaan Reyhan langsung memukul Reyhan menggunakan tongkat nya.
"Tidak seharusnya kau membantu ku, pergi kau pulang sana! aku tak butuh bantuan mu" teriak Zoe histeris.
Dan suara Zoe membuat Amel datang ke ruang tamu, Amel melihat Reyhan yang di pukuli Zoe dan tetap diam saja.
"Zoe bodoh!" teriak Amel.
Seketika Zoe menghentikan gerakan tangan nya, dia terdiam dan mendengarkan suara langkah Amel yang semakin dekat.
"Kau pikir akan ada orang yang mau mengurusi mu jika kau memiliki sikap so keras seperti itu? Cih tidak, kau menyusahkan semua orang dan kau masih belum sadar akan hal itu!" suara Amel lantang.
"Nona jangan bicara seperti itu" kata Reyhan pada Amel.
"Kenapa? kamu mau membela nya karena dia nona muda mu? atau karena hal lain?" Amel begitu kesal.
"Nona jaga bicara anda" Reyhan mengingatkan.
Zoe masih terdiam karena ucapan Amel memang pada kenyataannya, dia tidak bisa menerima kenyataan jika dia tidak bisa melihat dan menyalahkan semua orang yang ada di dekatnya.
Amel melihat Zoe lalu mendekati gadis itu.
"Ayo makan, jangan jadi gadis menyebalkan atau aku akan membuang mu ke rawa buaya" tegas Amel sambil menarik tangan Zoe ke ruang makan.
__ADS_1
,🌹
Jangan lupa like coment and Vote ya kak ♥️🤗🙏