Gadis Buta Vs Asisten Receh

Gadis Buta Vs Asisten Receh
Memilih pulang cepat


__ADS_3

Tiga hari berlalu Zoe memutuskan untuk pulang, dia merasa tak nyaman karena selama di villa dia terus menerus di ganggu oleh Ghaisan.


Dan hari ini Zoe akan pulang sedangkan Amel dia masih ingin di Swiss karena libur sekolah masih panjang.


"Nona penerbangan nya setengah jam lagi anda ingin sesuatu untuk di beli?" tanya Reyhan.


"Aku mau cemilan, hanya itu" balas Zoe.


"Baik nona" Reyhan langsung pergi ke gerai yang ada di bandara.


Dan Zoe menunggu sambil mendengarkan musik, sejak buta Zoe memiliki kebiasaan memakai earphone yang membuat nya merasa tidak kesepian.


Selain itu Zoe juga memakai kaca mata karena Zoe tidak ingin ada orang yang mengetahui kebutaan nya.


Tanpa Zoe sadari Ghaisan duduk di samping Zoe, dia juga melepaskan earphone di telinga Zoe membuat Zoe yang tidak mendengarkan musik langsung mengambil tongkat nya.


"Kau pergi untuk menjauhi ku?" tanya Ghaisan.


"Jangan pegang tanganku!" tegas Zoe.


"Baiklah, tapi jangan menjauhi ku" kata Ghaisan lagi.


Zoe yang mendengarkan suara Ghaisan entah kenapa merasa takut, apalagi semakin kesini Ghaisan semakin berani mendekati nya.


Mungkin jika semua itu dulu Zoe akan senang dan bangga di dekati seorang Ghaisan, tapi tidak untuk sekarang karena Ghaisan memiliki niat jelek.


"Pergi dari sini, jangan ganggu aku!" tegas Zoe mengusir.


"Kalau aku tidak mau?" tanya Ghaisan tersenyum.


"Aku akan berteriak" sahut Zoe lagi.

__ADS_1


Ghaisan tersenyum lalu dengan santai dia mencium pipi Zoe dengan lembut, membuat Zoe yang merasakan ciuman itu melotot.


"Apa yang kau lakukan!" teriak Zoe.


"Hanya mencium mu" balas Ghaisan santai.


Zoe berniat memukul Ghaisan tapi tongkat nya jatuh membuat Zoe ikut terjatuh karena ingin mengambil tongkat nya.


Ghaisan sebenarnya tak nyaman dengan apa yang dia lakukan saat ini, apalagi Zoe nampak ketakutan berada di samping nya.


"Zoe kau milikku" kata Ghaisan.


"Tidak!" ucap Zoe menangis.


"Maafkan aku gadis kecil, hanya dengan cara ini aku bisa selalu dekat dengan adik ku, dan aku juga tak bisa berbohong jika aku menyukaimu." batin Ghaisan sambil melihat Zoe yang ketakutan.


Dan dengan berat hati Ghaisan pergi meninggalkan Zoe, sama seperti Zoe dia juga akan pulang ke Indonesia karena dia akan kembali ke rutinitas nya yang sibuk.


Dari kejauhan Reyhan melihat Zoe yang terduduk di lantai, dia langsung berlari hingga tak sengaja menubruk seseorang.


Dan saat sudah di dekat Zoe Reyhan memegang tangan Zoe membuat Zoe berhenti menangis.


"Sudah ku bilang jangan sentuh tangan ku!" tegas Zoe marah.


"Nona siapa yang membuat anda seperti ini?" tanya Reyhan.


Dan saat itulah Zoe sadar jika orang di samping nya bukan Ghaisan, dia langsung memegang tangan Reyhan.


"Bawa aku pulang, cepat" kata Zoe.


"Nona__" ucap Reyhan terhenti.

__ADS_1


"Jangan banyak tanya, aku mau pulang hanya itu" lanjut Zoe yang langsung berdiri di bantu Reyhan.


Setelah beberapa menit Zoe pun berangkat dan dia duduk di kursi yang berdekatan dengan Reyhan, Zoe tak mau sendiri dan itu kenapa dia meminta Reyhan berada di dekat nya.


Hal itu tentu saja membuat Reyhan sangat senang, kapan lagi dia bisa duduk sedekat ini dengan gadis yang dia sukai.


"Kau cantik Zoe, andai aku bisa memiliki mu pasti aku akan menjaga mu" gumam Reyhan pelan.


Zoe yang sedang tertidur memudahkan Reyhan menatap wajah cantik gadis itu, hingga tanpa sadar Zoe memegang tangan Reyhan yang mana membuat Reyhan mematung.


Jantung nya berdebar kencang, hal spele ini benar-benar membuat dia hampir gila karena tak bisa menahan rasa senang nya.


Beberapa jam berlalu..


Jet pribadi yang di tumpangi Reyhan dan Zoe mendarat di bandara, keduanya sampai di malam hari dan Zoe meminta untuk tidak pulang ke rumah.


"Tapi nona tuan akan sangat marah jika anda tidak pulang ke rumah" Reyhan tak setuju dengan permintaan Zoe yang ingin menginap di hotel.


"Aku akan pulang pagi-pagi sekali, Dad tak akan marah, ayolah" pinta Zoe.


"Tidak nona, saya tidak mau di marahi tuan" balas Reyhan lagi.


"Aku akan membela mu jika Dad memarahi mu, jangan khawatir" kata Zoe santai.


Huh..


Reyhan menghela nafasnya panjang, dia melihat Zoe yang terlihat kelelahan lalu akhirnya dia setuju.


Dan keduanya pun menginap di hotel, tapi permintaan Zoe benar-benar membuat Reyhan sungkan karena Zoe meminta Reyhan berada di kamar nya meski tidur di sofa.


"Aku polos, jangan khawatir" hanya kata itu yang Zoe katakan sebagai penenang untuk Reyhan yang terus menolak.

__ADS_1


🌹


Jangan lupa like coment and Vote ya kak ♥️🤗🙏


__ADS_2