
Hari-hari berlalu Zoe masih bersama Reyhan pria yang menemani nya di hari-hari sedih nya, dan Reyhan menggantikan semua itu dengan kebahagiaan dengan cara sederhana nya.
"Pokonya nanti pulang nya kita jangan malam ya, mau ke pasar malam soalnya" kata Zoe tak berhenti mengingatkan suaminya.
"Iya sayangku yang bawel, kita akan pergi" balas Reyhan.
"Iya iya, tapi kemarin kamu sibuk kerja sampai kita nggak keburu main" sahut Zoe mencubit perut Reyhan.
Awww !
"Jangan cubit, nanti kita jatuh" kata Reyhan mengingatkan.
Mengingat mereka saat ini sedang naik motor.
"Biarin" ucap Zoe kesal.
"Heh, nanti kalau aku jatuh kamu juga jatuh tau" sewot Reyhan.
"Ogah, kamu aja" balas Zoe tak kalah sewot.
"Dasar gemesin" Reyhan tak berani marah dan dia pun memilih fokus mengendarai motor nya.
Zoe melihat jalanan kota yang padat, mereka memang pagi-pagi sekali berangkat nya karena Zoe ingin sarapan di bubur langganan nya.
Dan saat ini mereka sedang dalam perjalanan ke tempat penjual bubur kesukaan Zoe.
"Pegangan" kata Reyhan mengingatkan.
"Mau nya" balas Zoe ketus.
"Ya mau dong, ayo biar orang lihat kalau kita itu pasangan yang romantis banget gituh" sahut Reyhan lagi.
Zoe mengeratkan pelukan nya, dia mengecup punggung Reyhan dan tersenyum karena hubungan nya sangat unik.
"Cie yang nyium punggung, mau dong di cium di bibir juga" celetuk Reyhan membuat Zoe mencubit perut Reyhan.
Hahah..
__ADS_1
Ampun !
"Rasakan itu" sewot Zoe sambil tertawa.
Dan sepanjang perjalanan keduanya terusan mengobrol dan tersenyum.
Hingga akhirnya motor Reyhan berhenti di lampu merah, dan di saat bersamaan seorang pria membuka kaca mobilnya.
Dia melihat ke arah Zoe dan Reyhan yang terlihat bahagia, dan wajah nya seketika terlihat berbeda.
"Zoe, apa dia bisa membahagiakan mu?" batin pria itu.
Dia adalah Ghaisan yang baru pulang dari Swiss setelah menyelesaikan pekerjaan nya.
Ghaisan tau status Zoe yang sudah menikah dengan Reyhan, dia memata-matai mereka sejak lama saat dia masih di Swiss.
Dan Ghaisan salut dengan Reyhan yang bisa menerima Zoe yang buta, dia bahkan memilih pergi saat tau Zoe kembali buta.
"Ican apa yang kau lihat?" tanya Serena.
"Bukan apa-apa" sahut Ghaisan menutup kaca mobilnya.
Ghaisan menyadari itu, dia menghela nafasnya panjang.
"Jangan khawatir aku tidak akan menggagalkan pernikahan kita" kata Ghaisan.
"Tapi Ican kamu__" ucap Serena terhenti.
"Dia sudah menikah, aku tak suka bekas" sahut Ghaisan lagi.
Membuat Serena terdiam, dia tau Ghaisan ingin menyindir nya.
Serena memang sudah tidak virg*n, dia kehilangan semua itu karena dia ingin menjadi seorang model dan Serena menghalalkan segala cara untuk mendapatkan karir nya saat ini.
Ghaisan tidak perduli Serena kesal, dia memang tidak akan menganggu kehidupan Zoe lagi, baginya melihat mata adiknya yang kembali bisa melihat dia sudah senang.
Dan Ghaisan menyadari jika perasaan nya pada Zoe hanya perasaan kakak pada adik, tidak lebih dari itu.
__ADS_1
"Ican meski aku tau kamu terpaksa tapi aku akan benar-benar menuggu cinta mu, karena aku mencintaimu, sangat" batin Serena.
Kembali pada Zoe, dia sedang sudah sampai di tempat bubur, dan keduanya sedang menunggu pesanan nya.
"Ke pasar malam, pokoknya harus jadi" Zoe benar-benar tidak bosan mengatakan nya.
"Iya bawel, iya" Reyhan yang gemas mencubit pipi Zoe.
"Kotor tau, tangan kamu tuh habis bawa motor penuh polusi gimana kalau aku jerawatan" kesal Zoe mengambil tisue dan mengelap pipi nya.
"Baiklah ratu perfect, untung sayang" Reyhan mencium bibir Zoe tanpa ragu.
Cup..
"Rey!" Zoe melotot.
Bagaimana tidak Reyhan mencium nya di umum, dan bayangkan saja di tempat bubur banyak sekali pengunjung lain yang sedang makan.
"Maaf, habisnya bibir kamu manis banget" ucap Reyhan dengan wajah tanpa dosa nya.
"Ck, dasar menyebalkan" sungut Zoe manyun.
"Minta di cium lagi ya" Reyhan tersenyum.
Dan wajah Zoe langsung berubah, membuat Reyhan tak bisa berhenti tertawa, mengabaikan orang-orang yang menganggap nya aneh.
Cinta seperti milik berdua, begitu lah pikir Reyhan.
Tapi tidak untuk Zoe, dia merasa Reyhan sedikit bermasalah karena suami nya itu terlalu banyak tertawa.
Dan saat pesanan bubur nya datang Zoe langsung menyantap bubur nya, Reyhan yang melihat itu hanya geleng-geleng.
"Jijik banget di aduk gitu" Zoe merasa ingin muntah melihat Reyhan mengaduk bubur nya.
"Makan bubur emang beda-beda kebiasaan, kalau aku sih tim di aduk" sahut Reyhan santai dan meneruskan mengaduk bubur nya hingga menurutnya sudah terlihat cantik dan nikmat.
"Ihk jijik, mau muntah Rey" Zoe menutup bibir nya karena dia merasa semakin mual.
__ADS_1
🌹
Jangan lupa like coment and Vote ya kak ♥️🤗🙏