Gadis Buta Vs Asisten Receh

Gadis Buta Vs Asisten Receh
Konsultasi


__ADS_3

"Sudah?" tanya Reyhan.


"Iya, ayo berangkat" balas Zoe yang baru keluar kamar.


Reyhan dan Zoe keluar dari rumah, seperti biasnya Reyhan memakaikan helm di kepala Zoe.


Keduanya memang belum membeli mobil karena Zoe menolak membeli mobil, dia merasa lebih senang naik motor karena bisa memeluk suaminya.


Dan Reyhan setuju, saat ini mobil memang tak terlalu di butuhkan. Reyhan lebih suka kemana-mana menggunakan motor.


Reyhan dan Zoe sudah dalam perjalanan, keduanya akan cek kesuburan di dokter. Zoe yang ingin memeriksa kesuburan dan Reyhan pun mendukung apapun yang ingin istrinya lakukan.


"Nanti pulang nya beli rujak lagi ya" kata Zoe.


"Kenapa suka ya? enak" tanya Reyhan.


"Iya enak, mau nya jambu sama semangka aja, nggak mau buah yang masam" sahut Zoe lagi.


"Iya, nanti mampir" balas Reyhan yang belok kanan karena akan ke rumah sakit.


Setelah perjalanan 15 menit keduanya pun sampai di rumah sakit.


Reyhan dan Zoe parkir dulu, dan setelah itu keduanya baru bersama-sama masuk ke rumah sakit.


Setelah bertanya pada resepsionis keduanya pun mendapatkan antrian, keduanya akan konsultasi bersama dokter kandungan jadi langsung ke tempat dokter kandungan.


Dan sesampainya di sana sudah ada tiga orang yang menunggu, dan rata-rata mereka sudah usia 30 tahunan bahkan ada juga yang 60 tahunan si laki-laki nya.

__ADS_1


"Lagi mau cek kehamilan ya mbak? berapa bulan?" tanya si wanita di samping Zoe kepo.


"Nggak" balas Zoe agak tak nyaman.


"Iya tau mbak, usia belasan emang rawan sih apalagi hamil duluan ya emang gitu resiko nya" sahut si wanita itu lagi.


Zoe semakin di buat tak nyaman lagi dengan ucapan wanita di samping nya yang menurut nya tidak sopan.


Reyhan memberi kode pada Zoe untuk diam, dia tau istrinya kesal maka dari itu Reyhan ingin Zoe tidak menanggapi si wanita rese itu.


Perlahan Zoe memang bisa mengendalikan diri nya, andai kata dia masih menjadi Zoe yang dulu sudah pasti dia tak akan bisa menahan emosi nya yang sedang meluap-luap ini.


"Ibu Risma" panggil dokter.


Wanita yang di samping Zoe langsung bangkit dan berjalan bersama suami nya yang masih bocil.


"Sabar" kata Reyhan mengusap punggung tangan istrinya.


"Hem, aku sabar" balas Zoe sambil bersandar di pundak suaminya.


Tangan Reyhan memegang erat tangan Zoe, sesekali Reyhan juga mengecup punggung tangan sang istri.


Dan semua itu di lihat oleh dua pasangan lain nya yang geleng-geleng kepala melihat kelakuan pasangan muda itu.


"Papi nanti kalau aku benar hamil di kasih tas mahal terus ya" kata wanita muda yang menikah dengan pria tua yang lebih pantas menjadi Ayah nya itu.


"Tentu, Papi akan belikan apapun yang baby inginkan. mau tas? mau mobil mau apapun boleh asal punya anak cowok ya" balas si pria tua sambil mengelus perut istri muda nya.

__ADS_1


Zoe yang sedang bersandar seketika ingin muntah melihat pasangan itu, dia heran kenapa gadis cantik seperti wanita di depan nya mau mau nya nikah sama pria itu.


"Kalau Dad nikah lagi kaya om itu sudah pasti Mom akan ngamuk, nggak kebayang kalau Dad nikah sama daun muda pasti kasihan daun muda nya" batin Zoe merinding membayangkan nasib si pelakor nanti yang habis di tangan Mom nya yang galak.


Tak lama kemudian satu persatu dari mereka di panggil dan keluar karena konsultasi nya selesai, hingga tibalah giliran Zoe.


"Aku takut" ucap Zoe was-was dengan hasilnya.


"Aku ada di samping mu jangan takut, oke" balas Reyhan memegang tangan sang istri tercinta nya.


Keduanya masuk, Zoe mulai diperiksa menggunakan alat untuk melihat kesuburan dan karena tegang Zoe memilih memegang erat tangan suaminya.


Reyhan melihat dokter yang sedang memeriksa, hingga akhir nya pemeriksaan itu selesai setelah beberapa menit.


"Silahkan duduk tuan dan nyonya" ucap dokter ramah.


Zoe turun dan Reyhan membantunya, keduanya duduk dan dokter mulai menjelaskan kondisi rahim Zoe.


Dokter mengatakan jika kondisi rahim Zoe sangat subur, tidak ada masalah apapun untuk Zoe dan dia bisa hamil.


Zoe merasa senang mendengar penjelasan dokter, tapi yang menjadi masalah nya Reyhan saat ini berpikir jika dia yang tidak bisa membuahi, tidak subur.


"Jika itu benar, kasihan Zoe dia pasti akan sangat tersiksa bersama ku" batin Reyhan yang berpikir jika dirinya tidak subur.


🌹


Jangan lupa like coment and Vote ya kak ♥️🤗🙏

__ADS_1


__ADS_2