
Satu Minggu setelah merasa sehatan Zoe kembali ikut Reyhan ke gerai, sebenarnya Reyhan melarang nya tapi Zoe memaksa untuk ikut.
Keduanya pun akhirnya berangkat dengan menggunakan motor matic Reyhan, Zoe dengan santai memeluk Reyhan karena biasanya dia selalu memeluk Reyhan jika berangkat ke gerai.
"Nanti beli mobil ya" kata Zoe.
"Nggak ada yang" balas Reyhan.
"Nabung dulu, nanti baru kita beli" sahut Zoe lagi.
Reyhan hanya mengiyakan dengan mengangguk, tak lama kemudian motor yang di kendarai Reyhan sampai di gerai.
Dan Zoe sangat specles melihat gerai milik mereka, rapih dan bersih yang membuat Zoe sangat senang.
Buah-buahan dan sayur-sayuran nampak masih segar, dan itu membuat Zoe merasa betah saat masuk ke dalam gerai.
"Ada es krim juga?" tanya Zoe specles melihat plizer es besar.
"Itu punya orang baru di antar satu Minggu yang lalu" jelas Reyhan.
"Kenapa nggak beli sendiri?" tanya Zoe.
"Uang nya belum cukup, nanti nunggu punya uang dulu" jelas Reyhan lagi.
Zoe hanya mangut-mangut mendengar penjelasan Reyhan.
Dan Zoe untuk pertama kalinya melihat bu Inah, wanita itu benar-benar sesuai dengan apa yang Zoe mau.
"Syukurlah Reyhan tak memperkerjakan wanita muda di gerai nya" batin Zoe entah kenapa merasa lega.
Reyhan mengajak Zoe ke bagian kasir, karena Zoe sudah sembuh Reyhan pun meminta Zoe untuk membantu nya di bagian kasir.
Reyhan akan menambah kerja part time nya dengan menjadi pengantar sayur-sayuran dan buah ke restoran dan pelanggan nya.
Selain membuka gerai Reyhan juga menjual sayur lewat online, dan kalau jualan lewat online nya lancar Reyhan akan memperkerjakan kurir untuk mengantarkan barang jualan nya.
"Ada lagi Bu?" tanya Zoe.
"Udah itu aja" balas ibu yang menyimpan barang belanjaan nya di kasir.
"Oke" Zoe langsung menghitung belanjaan pelanggan nya dengan komputer.
__ADS_1
Setelah selesai yang satu langsung datang yang lain nya untuk membayar.
Zoe tidak lelah melainkan merasa bersemangat karena uang yang akan di dapat akan banyak.
Reyhan pulang dari mengantar sayur dan melihat Zoe yang terlihat sangat sibuk di kasir .
"Bu ini ada es cendol buat nyegerub tenggorokan" kata Reyhan.
"Wah seger nih, makasih ya mas" Bu Inah langsung menerima satu cup es cendol.
"Sama-sama"
Reyhan pun langsung mendekati kasir yang tinggal satu pelanggan lagi, setelah pelanggan terakhir pergi Reyhan pun menyimpan dua es cendol di meja kasir.
"Ini aja mas?" tanya Zoe tidak sadar jika yang ada di depan nya adalah Reyhan.
"Iya, kalau boleh sih mau pesan sama mbak nya, soalnya manis" sahut Reyhan sambil tersenyum.
Dan Zoe yang mendengar suara tak asing langsung melihat ke depan.
"Ck, nyebelin banget" Zoe mengerucutkan bibirnya.
"Beneran mbak mau beli mbak nya, abisnya cantik banget sih" lanjut Reyhan lagi.
Rasa hausnya dan lelahnya hilang saat merasakan minuman dingin yang satu ini, Zoe sangat menyukai es cendol tepatnya hanya setelah bersama Reyhan.
Reyhan masuk dan duduk di dekat Zoe, tangan nya mengambil tisue dan mengelap keringat di wajah Zoe.
"Cape ya?" tanya Reyhan.
"Nggak" sahut Zoe cepat.
"Nggak cape tapi keringatan banget" Reyhan mencium pipi Zoe tanpa permisi.
"Rey!" Zoe melotot karena ada pengunjung yang masuk saat Reyhan mencium pipi nya.
"Nggak papa, mereka paham kok kita pengantin baru" sahut Reyhan santai.
"Pengantin baru apaan, kita udah nikah dua bulan lebih ya" sahut Zoe ketus.
Membuat Reyhan terkekeh mendengar nya..
__ADS_1
"Bagiku kita masih pengantin baru tau, apalagi kalau sudah di ranjang, uh sempit nya itu buat aku keenakan sayang" bisik Reyhan dengan wajah senang nya.
Bukkk !
Zoe memukul tangan suaminya kesal.
"Bisa nggak jangan mesum, kalau ada yang dengar gimana" kesal Zoe ingin mencakar suami nya.
"Iya iya diam kok, tapi nggak janji kalau nggak desaaah" sahut Reyhan lagi yang membuat Zoe melotot.
"Diam Rey!" kata Zoe marah.
Reyhan tertawa lalu akhirnya diam dan memilih minum es cendol nya, tentunya sambil melihat Zoe yang melayani pelanggan nya dengan ramah.
Dan malam nya Reyhan yang baru mengunci gerai nya langsung pulang bersama sang istri tercinta, Zoe memeluk Reyhan dengan senang hati.
Hingga di tengah perjalanan mereka berhenti untuk membeli martabak, Zoe merasa ingin martabak dan Reyhan membelikan nya.
"Sudah, ada lagi?" tanya Reyhan mumpung masih di tempat makanan.
"Boleh?" tanya Zoe.
"Tentu, apapun yang kamu mau aku akan membelikan" sahut Reyhan dengan wajah percaya dirinya.
"Ck sombong banget, kalau gitu mau jet pribadi dong" ucap Zoe yang seketika membuat senyuman di wajah Reyhan pudar.
Dan melihat hal itu Zoe langsung tertawa.
Hahah..
"Jangan yang mahal juga, kita kan lagi nabung sayang" Reyhan menekuk wajahnya.
"Iya tau kamu lagi hemat, ya udah mau sate aja" sahut Zoe.
"Nah kalau itu boleh, mah seratus tusuk juga" balas Reyhan langsung membeli sate..
Zoe memilih menunggu di motor, dia melihat Reyhan yang sedang pesan sate untuk nya.
"Sederhana tapi aku sangat menikmatinya, apa cinta juga akan sesederhana itu?" gumam Zoe bertanya-tanya, matanya melihat Reyhan yang juga sedang melihat ke arah nya.
🌹
__ADS_1
Jangan lupa like coment and Vote ya kak ♥️🤗🙏