Gadis Culun Dan Ceo Lumpuh

Gadis Culun Dan Ceo Lumpuh
Memilih Pakaian Pengantin


__ADS_3

Tidak terasa hari menuju ke pernikahan kian dekat, kini Cantika dan Candra datang menuju butik.


Sesuai keinginan Candra, Cantika disuruh berpenampilan culun karena Candra tidak rela jika kekasihnya dikagumi oleh orang lain.


Mereka kini sudah di butik langganan Mamanya. Cantika memilih jenis gaun pengantin yang akan dipakai sedangkan Candra duduk sambil mengecek pekerjaan lewat handphonenya.


Sejak kejadian waktu itu Candra sudah mulai bekerja kembali seperti biasa.


Ketika Cantika asyik memilih tiba - tiba Cantik muncul orang yang ingin dihindari.


Hai gadis cupu kamu mau menikah juga? atau jadi pelayan disini hina Andika jahat


Saya akan menikah dengan pria baik bukan pria brengsek sepertimu


Pasti dijodohkan dengan kakek- kakek yang matanya rabun hina kekasihnya


Merekapun tertawa bersama. Cantika diam saja tidak memperdulikan ketika Candra ingin berdiri karena marah mendengar kekasihnya dihina tapi dengan tatapan Cantika untuk duduk akhirnya Candra diam dan mendengarkan pembicaraan mereka


Tepat sekali, seorang kakek - kakek tapi tidak apa - apa kami saling mencintai


Cocok itu yang satu gadis cupu dan yang satunya kakek tua hahaha tawa Andika jahat


Mereka berduapun menertawakan Cantika tapi Cantika diam saja.

__ADS_1


Kalian kapan menikah?


Kenapa? mau nangis ya seperti waktu itu tanya Andika


Ah tidak, kalau saya nikahnya 5 hari lagi di gedung **** datang ya?


Kalau kami nikahnya 7 hari lagi jawab kekasihnya Andika


Boleh nanti kami datang, oh ya kamu ngundang teman - teman kampus? tanya Andika


Aku minta tolong kamu yang ngundang ya soalnya saya tidak begitu dekat dengan mereka


Ya tentulah kamukan gadis cupu mana punya teman hahaha tawa Andika jahat


Ok dan bersiap - siaplah kejutan dari kami


Ok


Andika dan kekasihnya memilih pakaian pengantin dan mencobanya setelah cocok merekapun membelinya.


Belum dapat juga? kamu pakai baju apapun termasuk baju pengantin tetap saja cupu


Mereka berdua tak habis - habisnya menghina Cantika. Cantika hanya diam saja tidak memperdulikannya hanya Candra yang sudah mengeluarkan asap dikepalanya karena tatapan mata dan gelengan kepala Cantika berusaha merendam marah.

__ADS_1


Setelah puas menghina merekapun pergi dari butik tersebut. Candra berdiri dan mendekati Cantika.


Kenapa kamu melarangku Cantika?


Mas kan yang menyuruh berpenampilan seperti ini makanya mereka menghinaku


Kok kamu menyalahkan aku sih Candra mulai emosi


Sayang sambil mengusap bahu Candra untuk mengurangi emosinya... kalau saya berpenampilan yang sebenarnya mereka tidak akan menghinanya... Sayang kita bikin kejutan ke mereka aku berpenampilan yang sebenarnya biar mereka tidak menghinaku lagi.


Ok. Aku setuju Sayang... eh tunggu kamu tadi manggil aku sayang


Ah tidak aku manggil mas kok, salah dengar kali


Telingaku tidak mungkin salah dengar, aku senang dengarnya mulai sekarang nama panggilan kita berubah ya menjadi sayang


Terserah mas eh maksudku sayang


Mereka sudah memilih pakaian pengantin untuk Cantika gaun pengantin, tutup kepala berwarna putih sedangkan sepasang sepatu kaca sedangkan Candra kemeja, jas dan celana berwarna putih sedangkan sepatu hitam.


Untuk acara semua sudah disiapkan tinggal menunggu hari h pernikahan mereka.


Mereka dipingit tidak boleh bertemu. Candra sering video call karena tidak bisa menahan rindu jika sehari tidak bertemu dengan Cantika. Sedangkan Cantika mulai rajim berdoa semoga acara pernikahannya berjalan lancar dan tidak ada halangan.

__ADS_1


Candra juga sudah antisipasi dengan menyuruh bodyguardnya untuk menyamar di acara pernikahan mereka nanti agar tidak ada orang yang merusak pesta pernikahan mereka.


__ADS_2