
xxxx Flashback On xxxx
Di dalam mobil Candra menugaskan Dio untuk memperhatikan para tamu dan menangkap jika salah satu tamu itu mencurigakan sedangkan Dion ditugaskan untuk mengawasi Karina.
Candra juga menugaskan para bodyguardnya untuk menyamar jadi tamu dan membantu Dio dan Dion.
Dalam perjalanan menuju pesta pernikahan Toni dan Jessica ada sebuah mobil yang mengikuti mereka.
" Tuan muda, bukankah itu mobil milik nona muda Cantika?" tanya Dio
Candra dan Dion menatap ke arah spion depan.
" Iya benar, istriku dan 2 orang lagi sepertinya Bianca dan istrimu Indri." ucap Candra
" Apa saya telp istri saya tuan untuk tidak mengikuti kita." ucap Dio
" Tidak biarikan saja. Kamu hubungi 2 orang bodyguard kita yang sedang menyamar untuk menjaga mereka bertiga." ucap Candra.
" Baik tuan." ucap Dio
Diopun melakukan perintah tuan muda Candra untuk menghubungi 2 orang bodyguard. Dua puluh menit kemudian mobil mereka sudah sampai. Merekapun masuk ke dalam rumah milik Jessica yang lumayan luas.
Dua orang bodyguard yang ditugaskan untuk menjaga istri tuan mudanya menyamar menjadi tamu undangan dan berpura - pura menelephone seseorang dan satunya mengawasi dari balik pepohonan.
Setelah 20 menit menunggu istri tuan muda dan 2 orang bodyguard istrinya keluar dari mobil. Bodyguard yang bersembunyi di pohon memotret mereka dan dikirimkan ke Dion.
Ketika mereka bertiga masuk ke dalam dan mencari suami nona Cantika, Dion yang ditugaskan mengawasi Karina melihat Karina mengeluarkan senjata api dan senjata api itu diarahkan ke tuan muda Candra bersamaan Bianca juga melihatnya.
Dion berlari merebut untuk merebut senjata api Karina bertepatan dengan Bianca berteriak membuat para tamu undangan menatap ke arah Bianca.
xxxx Flashback Off xxxx
Dion tertembak oleh senjata Karina tapi berusaha untuk merebut senjata Karina, Bianca yang melihat orang yang dicintainya tertembak membuatnya marah.
Bianca membantu Dion merebut senjata Karina, Karina berusaha melawan dan tanpa sengaja Karina menekan senjata itu kembali.
dor
akh
Salah satu bodyguard memukul punggung Karina secara kuat hingga membuatnya pingsan. Karina langsung di bawa ke markas Candra tapi ibu Karina melarangnya karena tenaganya kalah kuat ibunya Karina hanya pasrah.
Jessica ikut tertembak ketika tembakan itu akan mengenai Toni, Jessica memeluk Toni agar Toni tidak tertembak.
Toni terkejut dan langsung menggendong Jessica ke dalam mobil sedangkan Dion dibawa oleh para bodyguard. Mereka pergi ke rumah sakit dengan kecepatan tinggi.
Candra memeluk Cantika yang sedang menangis karena terkejut melihat kejadian itu.
__ADS_1
" Sudah kubilang jangan ikut pergi ke pesta pernikahan anak buahku kamu tetap ikut." omel Candra
" Hiks...hiks... hiks... Maaf sayang, soalnya pikiranku tidak enak seperti akan terjadi sesuatu denganmu dan ternyata benarkan?" ucap Cantika
" Ya sudah doakan saja semoga Dion dan Jessica selamat." ucap Candra.
Cantika hanya menganggukan kepalanya tanpa menjawab pertanyaan suaminya.
Di mobil ke dua lagi Indri dimarahi oleh suaminya Dio.
" Kamu itu sudah kubilang jangan ikut, kenapa masih ikut!" omel Dio
" Aku takut terjadi sesuatu dengan Mas makanya aku mengikuti mas, maafkan aku?0 ucap Indri sambil matanya berkaca - kaca karena pasalnya baru kali ini suaminya memarahi dirinya.
" Maafkan aku, aku takut kalau kamu tertembak karena aku sangat mencintaimu dan aku tidak ingin kehilanganmu. Kamu berhenti bekerja saja biar aku yang bekerja." ucap Dio
" Kenapa?" tanya Indri
" Apa gajiku tidak cukup untuk biaya kita sebulan?" tanya Dio tanpa menjawab pertanyaan Indri.
" Cukup mas, tapi aku merasa cocok kerja dengan nona Cantika, nona Cantika sangat baik padaku nanti kalau kita punya anak barulah aku berhenti kerja." ucap Indri.
" Baiklah tapi yang penting kamu hati - hati ucap Dio pasrah karena Dio tahu sifat Indri yang keras kepala.
Di belakang pengemudi Dion merebahkan kepalanya dipaha Bianca sebagai bantalan kepalanya. Bianca hanya menangis sambil mengusap rambut Dion dan tangan satunya memegang tangan Dion. Dion hanya memandang Bianca sambil tersenyum dan menghapus air mata Bianca dengan menggunakan ke dua ibu jarinya
" Sayang, kenapa kamu melindungi aku?" tanya Toni sendu
" Karena aku tidak ingin orang yang kucintai terluka. Sayang jika seandainya aku tidak selamat maukah kamu menikah lagi dengan Tina?" ucap Jessica
" Tina? apa maksudmu Jessica." tanya Toni terkejut
" Kamu ingat sehari sebelum kita menikah, kita makan di restoran dan tanpa sengaja bertemu dengan Tina, dia meminta maaf dan ingin kembali padamu." ucap Jessica sendu
" Aku sudah bilang padamu aku tidak mau kembali padanya walau sudah kami mempunyai anak, aku tidak mau menikah dengannya karena aku lebih mencintaimu." ucap Toni
" Tapi.." ucapannya terpotong karena Toni menutup mulut Jessica dengan satu jari tangannya.
" Jujur aku katakan sejak mengenalmu aku merasa nyaman denganmu dan aku sudah janji selalu setia padamu. Jadi jangan pikirkan Tina, dia hanya masa lalu wanita ular yang tidak pantas untuk dicintai walau dia menyesalpun sudah terlambat baginya. Kalau dia meminta tanggung jawab aku akan tanggung jawab hanya anaknya saja." ucap Toni
Jessica hanya diam mendengarnya. Tidak terasa mobil mereka sudah sampai di rumah sakit. Mereka langsung di bawa ke ruang ugd.
Cantika, Candra, Dio, Indri dan Toni serta Bianca duduk diruang tunggu ugd.
Ceklek
Seorang suster keluar dari ruangan ugd.
__ADS_1
" Keluarga pasien" panggil suster
Semua orang yang menunggu di ruang tunggu berdiri mendekati suster itu.
" Maaf tuan muda Dion perlu darah dan sayang sekali stock darahnya sudah habis apakah ada salah satu keluarga pasien mempunyai golongan darah AB?" tanya suster
" Kebetulan golongan darah saya AB sus?" jawab Bianca
Bianca pun di bawa oleh suster untuk di ambil darahnya.
Ceklek
Seorang suster keluar dari ruangan ugd.
" Bagaimana suster keadaan istri saya?" tanya Toni
" Istri tuan perlu transfusi darah tapi sayang rumah sakit kekurangan stock darah, apakah ada yang golongan darah O?" tanya suster
" Kebetulan golongan darah saya O sus." ucap Toni.
Tonipun di bawa oleh suster untuk di ambil darahnya.
Kini tinggal Candra, Cantika, Dio dan Indri. Mereka duduk di ruang ugd.
" Sayang, aku ingin ketemu Karina." ucap Cantika tiba - tiba
" Memang kenapa?" tanya Candra terkejut.
" Aku hanya ingin tahu kenapa Karina sangat membenciku selama ini aku tidak pernah mengusiknya apalagi melukai hatinya." ucap Cantika
" Dia wanita berbahaya sayang, biarlah aku dan anak buahku yang mengurusnya." ucap Candra.
" Tidak, aku mohon tolong antarkan aku ke sana." pinta Cantika.
" Baiklah kalau itu maumu." ucap Candra pasrah
Akhirnya Candra dan Cantika pergi menuju markas milik Candra diikuti oleh Dio dan Indri. Salah satu bodyguard menjaga di ruang ugd.
xxxx
Terima kasih atas komentarnya dan jangan lupa like, vote dan tip nya yaaa biar author tetap semangat menulis, terima kasih banyak buat pembaca yang masih setia membaca novelku.😁😚😚😍😍😘😘
Salam Author,
Yayuk Triatmaja
xxxxx
__ADS_1