
" Maaf dokter silahkan pergi, saya ingin bicara dengan pacar saya." ucap Toni dengan muka memerah menahan marah.
Dokter itu mengerti maksud perkataan Toni, dokter itupun pamit dan keluar dari mansion.
Setelah dokter tersebut pergi Toni mendekati dokter spog kemudian mencekiknya.
" Saya sudah berbuat baik memberimu kehidupan, kamu tidak usah bekerja cukup melayaniku saja tapi kebaikanku disalahgunakan apakah kamu mau aku umpankan ke ikan hiun?" bentak Toni sambil mencekik dokter itu.
Dokter itu hanya memukul - mukul lengan Toni karena tidak bisa bernafas. Tapi Toni tetap mencekiknya. Lama - kelamaan dokter itupun lemas akhirnya Toni melepas cekikkannya sambil mendorongnya di ranjang.
Toni menindih wanita itu kemudian membuka celananya dan langsung menancapkan kerisnya membuat wanita itu berteriak kesakitan tapi Toni tidak memperdulikannya sampai lahar milik Toni keluar barulah Toni berhenti dan mencabutnya dengan kasar.
" Ini hukuman buatmu jika sampai aku dengar kamu mengatakan anak kita sialan maka aku akan melakukan hukuman yang lebih parah dari ini. " ucap Toni tegas kemudian memakai celananya kembali.
Toni keluar dari kamarnya tidak perduli dengan wanita itu. Toni masuk ke ruangan renang untuk berenang sambil mendinginkan hati dan kepalanya terhadap wanita itu.
" Sejak aku orang yang pertama kali mengambil mahkotamu aku jatuh cinta padamu tapi sikap obsesimu terhadap bosku membuatku rasa cintaku berkurang terlebih kamu ada niat untuk menggugurkan anak kita." guman Toni kesal.
Setelah puas berenang Toni mengambil handuk untuk mandi ketika masuk ke dalam kamar pribadinya wanita itu tidak ada ketika hendak keluar mencarinya terdengar suara gemericik tanda wanita itu sedang mandi.
Adik Toni menjadi tegang tanpa mengetuk Tono masuk ke dalam dan melakukannya berulang - ulang sampai Toni puas setelah puas barulah Toni keluar dari kamar mandi dan istirahat.
Wanita itu keluar dari kamar mandi berjalan perlahan karena bagian intinya terasa perih. Wanita itu mengambil baju milik Toni dan memakainya kemudian perlahan keluar dari kamar Toni menuju dapur.
Wanita itu mencari suatu benda setelah ditemukan benda itu disembuyikan di dalam baju milik wanita itu.
Wanita itu berjalan perlahan - lahan mendekati kamar Toni dan masuk ke dalam. Tampak Toni tertidur pulas kemudian wanita itu mengangkat tangannya kemudian menusuk Toni ke bagian perutnya dengan kekuatan penuh dan rasa dendam teramat sangat.
Toni yang asyik bermimpi dalam tidur langsung membuka matanya dan terkejut tampak wanita yang dicintainya memandang dengan penuh dendam. Perutnya terasa perih dan sakit membuat Toni menahan tangan wanita itu agar tidak menusuk perutnya terlalu dalam.
__ADS_1
" Kamu harus mati Toni karena aku sangat sangat membencimu dan aku sangat berharap anak sialan ini tidak lahir karena aku benar - benar membencimu dengan segenap hati dan jiwaku." ucap wanita itu sambil menatap Toni itu dengan dendam membara.
Toni yang emosi langsung menarik pisau yang berada di perutnya kemudian menusuk ke arah jantung wanita itu.
akhhh
Wanita itu kesakitan dan akhirnya mati seketika membuat Toni terkejut dan menyesal karena emosi. Toni memeluk wanita yang dicintainya sambil meminta maaf, Tonipun mengambil ponselnya untuk menghubungi dokternya.
Setelah agak lama dokter itu datang, Toni menyuruh dokter tersebut mengecek wanita itu apakah masih hidup atau sudah mati walau Toni tahu kalau wanita itu sudah mati ditangannya tapi Toni masih belum percaya.
" Maaf nona sudah meninggal, sekarang saya periksa tuan terlebih dulu." ucap dokter.
Deg
Jantungnya terasa berhenti berdetak dan menyesal karena telah membunuh kekasihnya dan juga anak kandungnya yang berada di rahim kekasihnya. Dokter itu membersihkan luka Toni kemudian membalut luka Toni. Setelah melakukan tugasnya dokter itupun pergi meninggalkan Toni.
xxxx
Sudah dua bulan Cantika tidak masak karena setiap masak Cantika selalu terasa asin makanannya, begitupula dengan suami dan mertuanya mamanya Candra. Mertua mama Candra dan Candra hanya diam mereka hanya berfikir mungkin efek kehamilannya dan akhirnya meminta sambil membujuk dengan lembut pasalnya Cantika sedang hamil takut Cantika tersinggung.
Cantika diminta untuk tidak memasak awalnya Cantika tidak mau karena di bujuk oleh suami dan mama mertua Candra akhirnya Cantika menuruti permintaan mereka.
xxxx
Pagi hari Cantika seperti biasa bangun pagi hari dan langsung mandi pasalnya sekarang Laras tidak dibolehkan untuk masak.
Selesai mandi Cantika memakai baju dres agak longgar kemudian menghias wajahnya dengan memakai pelembab dan bedak serta memakai lipstick warna bibir.
Selesai berhias Cantika mengambil pakaian santai suaminya karena hari ini suaminya libur bekerja. Cantika menyiapkan air hangat di bathup untuk suami tercintanya. Setelah selesai Cantika membangunkan suaminya.
__ADS_1
" Sayang, bangun donk?" pinta Cantika.
" Euhmm masih ngantuk yank?" ucap Candra serak ciri khas bangun tidur.
" Sayang hari ini kan kita pergi ke dokter kandungan ingin mengecek perkembangan anak - anak kita, bangun ya?" pinta Cantika.
Candrapun membuka ke dua matanya dan duduk kemudian mendekati wajahnya ke wajah istrinya.
cup
" Ciuman pagi." ucap Candra lalu berjalan ke arah kamar mandi.
Cantika hanya tersenyum dan mulai membersihkan ranjang dan merapihkan bed cover dan selimutnya kemudian memungut pakaian suaminya yang berserakan di lantai.
Kebiasaan suaminya tidak pernah hilang yaitu membuka seluruh pakaiannya dan membuang secara asal kemudian dengan tubuh polosnya masuk ke dalam kamar mandi.
Selesai membereskan semua dan terlihat rapih Cantika berjalan keluar kamar menuju ke meja makan. Sejak Cantika hamil kembar 4, Candra merenovasi kamar bawah yang tadinya ada 2 kamar kini menjadi satu kamar pasalnya jika anak mereka lahir akan di gabung.
Candra dan Cantika akan mengurus anak - anak mereka sendiri tapi jika sangat repot barulah akan memperkerjakan babby sister.
Cantika duduk di kursi makan dan tidak beberapa lama muncullah mama mertua Candra dan di susul oleh suaminya Candra.
Mereka makan sarapan pagi bertiga tanpa bersuara karena keluarga besar Alvonso melarang keras berbicara jika sedang makan.
Selesai makan, Candra dan Cantika mengulurkan tangannya ke arah mamanya Candra dan di balas Mama Candra, Candra mengecup punggung mamanya Candra dan dilanjutkan oleh Cantika.
Selesai bersalaman Candra merangkul istrinya dari samping berjalan keluar dan seperti biasa ada sepasang mata yang menatap mereka dengan tatapan tajam penuh rasa iri dan dendam.
( " Sial mereka bertambah romantis, sudah sebulan lebih nona Cantika tidak masak jadi aku tidak bisa memberinya garam, aku harus cari cara lain agar tuan Candra membencinya dan menceraikannya dan aku?.. aku akan menjadi istrinya. Hahaha.." tawa gadis itu jahat dalam hati ).
__ADS_1