Gadis Culun Dan Ceo Lumpuh

Gadis Culun Dan Ceo Lumpuh
Masa Lalu Toni 2


__ADS_3

Ayahku sangat terkejut mendengar perkataan dokter. Ayahku yang tadi berdiri berjalan ke arahku dan melihat luka - luka yang sudah lebam dan bekas cambukan dan lanngsung meminta dokter untuk keluar sambil mengancing bajuku.


" Bisa jelaskan kenapa anak kita luka?" tanya ayah Toni sambil memandang ibuku.


Aku membuka mataku sedikit dan melihat ayah menahan marah pada ibuku. Aku yang masih kecil sangat takut aku hanya diam dan mendengar suara ayah dan ibuku bertengkar.


" Maafkan aku, anakmu Toni sangat nakal aku sangat cape membersihkan rumah tapi Toni malah membuat kekacauan dengan memberantakkan barang - barang yang kususun rapi karena aku sangat lelah Toni aku beri hukuman." ucap ibu Toni bohong sambil berpura - pura nangis.


" Tapi bukan berarti harus di pukul sampai lebam begitu, kan bisa dinasehati." ucap ayah Toni


" Aku sudah nasehati sampai cape tapi Toni sangat nakal." ucap ibu Toni berbohong.


" Aku janji akan lebih sabar menasehati Toni." ucap ibu Toni sambil berlutut dan menangis tersedu - sedu.


Ketika kondisiku mulai membaik kami pulang. Ibuku mulai berubah tidak lagi menyiksaku karena ayahku memasang cctv dan ayahku mengkerjakan 3 orang pelayan agar ibuku tidak kecapaian dan ibuku tidak protes.


Sampai usiaku 9 tahun lebih ibuku sudah jarang memukulku.


Ayahku dapat tugas keluar kota selama dua hari. Ibuku mengajak aku jalan tentu saja aku sangat senang. Tanpa curiga ibuku mengendarai mobil sampai di sebuah hutan ibu menghentikan mobilnya dan memintaku turun.


Tanpa curiga aku turun dari mobil di susul ibuku dari arah belakang.


Tiba - tiba ibuku mencekikku dari arah belakang aku berusaha memberontak tapi tenagaku kalah kuat.


" Kamu harus mati, kamu tahu aku sangat membencimu gara - gara kamu aku harus bertengkar dengan ayahmu. Ayahmu sekarang pergi ke luar kota dan ibu meminta uang tapi tidak di kasih oleh ayahmu, matilah kamu anak sial*n." bentak ibuku


bruk

__ADS_1


Dari arah belakang seseorang memukul pundak ibuku sedangkan aku terbatuk - batuk menahan rasa sakit akibat cekikkan ibuku dan aku mengambil banyak - banyak udara agar bisa bernafas kembali.


Aku melihat seorang pria asing menggendong ibuku seperti karung beras dan tanganku di gandeng oleh pria itu. Pria itu mendudukkan aku di mobil milik ibuku di samping pengemudi sedangkan ibuku di belakang pengemudi.


Di depan jurang aku di suruh turun dan pria itu mengangkat ibuku yang masih pingsan untuk diturunkan kemudian pria itu mendorong mobil itu masuk ke jurang yang sangat dalam.


Pria itu menggendong ibuku dan menggandeng tanganku dan membawa kami ke rumahnya di tengah hutan yang belum pernah di jamah. Pria itu menidurkan ibuku diranjangnya kemudian pria itu membuka seluruh pakaiannya begitu juga pakaian ibuku hingga tidak ada satupun benang yang melekat di tubuh mereka.


Aku di dudukkan di kursi sambil tangan dan kakiku diikat. Aku melihat pria itu di atas ibuku waktu itu aku kurang mengerti apa yang mereka lakukan sampai terdengar suara dari mereka berdua. Pria itu kadang memukul ibuku hingga merah jika ibuku tidak melakukan permintaannya.


Kami tinggal bersama pria itu sampai usiaku 10 tahun, sampai pria itu memintaku untuk melakukan seperti yang aku lihat selama ini.


Karena aku takut akupun melakukan terhadap ibuku. Awal pertama aku sangat takut tapi ketika kerisku aku masukkan ke punya ibuku aku merasa keenakan hingga kita sering bermain bertiga.


Ibuku merasa lelah tapi kami terus melakukan secara bergilir. Setelah pria itu puas baru aku begitu terus hingga akhirnya ibuku mati.


Pria mengejarku dan aku berhasil di tangkap aku berusaha memberontak tapi pria itu memukulku hingga aku dengar suara letusan tembakan.


dor


Aku melihat pria itu mati, aku sangat takut dan ada seorang yang menepuk punggungku dengan gemetar aku menengok ke arah belakang ternyata ayahku yang menyelamatkanku. Aku memeluk ayahku sambil menangis.


Ayah membawaku keluar dari hutan itu setiap ayah bertanya tentangku atau ibuku aku hanya diam membisu akhirnya ayah diam hanya menggenggam tanganku.


Ayah bercerita selama hampir satu tahun mencariku dan juga ibuku sampai akhirnya melihat ada seorang pria memukul seorang pria remaja dan menembaknya dan ternyata pria remaja itu adalah aku.


Ayahku membawaku di rumahnya hidup kami sangat bahagia tapi aku tidak bisa menghilangkan hasratku untuk bercin*a sampai secara diam - diam aku pergi ke tempat - tempat pelacuran untuk menuntaskan hasratku.

__ADS_1


1 tahun kemudian ayahku membawa seorang wanita yang sangat cantik dan seksi dan ayahku mengatakan akan menikahi wanita itu.


Awalnya aku setuju karena wanita itu sangat baik pada ayahku dan juga aku, wanita itu memperhatikan aku dan memasak makanan kesukaanku.


Wanita itu sering menginap dan aku tidak sengaja mengintip ayahku dan wanita itu melakukan hubungan suami istri hingga aku ingin merasakan juga.


Suatu ketika ayahku pergi keluar kota dan aku membeli obat tidur buat wanita itu. Aku berikan minuman ke wanita itu hingga wanita itu tidur.


Akupun membuka seluruh pakaianku sedangkan wanita itu hanya menggunakan dres yang sangat tipis, aku hanya menyingkapkan dresnya dan menarik kain segi tiganya dan langsung menancapkannya tanpa pemanasan wanita itu hanya merintih perih tapi makin lama keluar desahan.


Berulang - ulang kali aku melakukannya hingga aku tumbang dan tidur bersamanya. Paginya aku terbangun dan melakukannya sampai 2 kali kemudiannaku memakaikan kembali segitiga miliknya dan aku memakai pakaianku dan keluar dari kamar orangtuaku.


Siang hari wanita itu bangun mungkin efek obatnya yang sangat tinggi membuatnya bangun siang. Wanita itu memasak sambil memandangku seperti mengatakan sesuatu tapi di tahannya dan aku pura - pura tidak tahu.


Setiap ayahku keluar kota aku selalu melakukannya dan wanita itu tidak curiga hanya diam sampai pada akhirnya ketika aku melakukan, wanita itu membuka matanya aku sangat terkejut tapi wanita itu hanya tersenyum.


" Aku sudah yakin kalau kamu yang melakukan ini kenapa?" tanya wania itu.


" Maafkan aku karena aku merasa enak melakukan itu." jawabku


" Kalau kamu mau jangan berikan obat itu padaku biar aku dapat menikmatinya." ucap wanita itu santai.


Aku terkejut mendengarnya sekaligus senang kamipun melakukan itu secara berulang - ulang dan wanita itu sangat puas.


Sanpai suatu ketika ayahku memergoki kami melakukan itu, aku di tampar dan wanita itu dengan mudahnya meminta maaf dan mengatakan kalau wanita itu di paksa karena itu mau melakukannya.


Aku di usir dari rumahku, sudah dua kali aku di sakiti oleh wanita pertama ibuku dan kedua wanita ular itu.

__ADS_1


__ADS_2