Gadis Culun Dan Ceo Lumpuh

Gadis Culun Dan Ceo Lumpuh
Ungkapan Hati Karina


__ADS_3

Dio duduk di kursi pengemudi mobil dan di sampingnya duduk istrinya yang bernama Indri sedangkan yang duduk di belakang pengenudi Cantika dan suaminya Candra.


" Kamu yakin mau ketemu dengan Karina?" tanya Candra memastikan sambil menatap wajah istrinya Cantika.


" Yakin sayang, memangnya kenapa?" tanya Cantika sambil menatap suaminya dengan wajah bingung


" Kamu tidak takut?" tanya Candra tetap memandang wajah istrinya.


" Takut kenapa?" tanya Cantika bertambah bingung


" Takut sama hantu, hahaha..." tawa Candra terrbahak - bahak.


Dio yang mendengar tuan mudanya berbicara dengan nona mudanya hanya menggeleng - gelengkan kepalanya.


" Tidak, kan ada mas Candra kenapa takut." jawab Cantika santai.


" Kamu Indri, apakah kamu takut?" tanya Candra sambil mengalihkan pandangannya ke arah Indri.


" Tidak tuan muda, kan ada mas Dio." jawab Indri santai sambil membalikkan badannya dan menghadap Candra serta Cantika.


" Baguslah kita bisa lihat nanti, Dio jalankan mobilnya!" perintah Candra santai.


" Baik tuan muda." ucap Dio.


Dio mengendarai mobil dengan kecepatan sedang. Cantika dan Indri bersikap biasa saja sampai di jalan yang mulai sepi dan masuk ke dalam hutan yang di kanan dan kirinya di tumbuhi banyak pohon membuat Cantika dan Indri terkejut dan langsung menatap suaminya masing - masing.



" Maaf sayang selama ini aku tidak cerita padamu, aku mempunyai markas dimana orang - orang yang bermasalah akan di hukum mati." ucap Candra.


" Sayang, ku mohon jangan lakukan itu, jika mereka bersalah kirimkanlah ke polisi biarlah polisi yang menghukumnya." pinta Cantika sambil menggenggam tangan suaminya dan menatap wajah suaminya dengan sendu.


Candra yang melihat tatapan istrinya tidak tega dan memeluknya.


" Baiklah sayang, aku turuti keinginanmu." ucap Candra akhirnya.


" Terima kasih sayang." ucap Cantika sambil tersenyum.


Akhirnya mobil yang dikendarai oleh Dio masuk ke dalam gerbang yang masih tertutup. Dio menghentikan mobilnya dan menekan tombol yang berbentuk remote.

__ADS_1


Pintu gerbangpun terbuka, Dio menjalankan kembali mobilnya dan masuk ke dalam pintu gerbang yang sudah terbuka.


Dio mengendarai dengan kecepatan sedang hingga tampaklah mansion yang bentuknya agak menyeramkan membuat bulu kuduk Cantika dan Indri mulai merinding.


Melihat pemandangan yang seram membuat Cantika memeluk suaminya dari arah samping sedangkan Indri memegang lengan suaminya.



Dio menghentikan mobilnya, Candra melepaskan pelukannya dan turun dari mobil dan menutup pintu mobilnya.


Candra berjalan ke arah mobil untuk membuka pintu mobil Cantika dan mengulurkan tangannya ke arah istrinya. Istrinya dengan agak ragu menerima uluran tangan suaminya dan turun dari mobil begitu pula dengan Dio.


Kini mereka sudah turun dari mobil. Cantika memeluk Candra dari arah samping begitu pula dengan Indri memeluk suaminya Dio dari arah samping.


Tangan Cantika dan Indri sampai terasa dingin. Cantika dan Indri menatap mansion yang membuat bulu kuduknya berdiri.


" Kenapa takut?" goda Candra dan Dio bersamaan.


" Ti...ti... dak.." jawab Cantika dan Indri gugup secara bersamaan.


" Kok gugup?" tanya Dio


Tangan kanan Indri memeluk Dio dari arah samping, Dio pun juga memeluk dari arah samping sedangkan tangan kiri Indri menggenggam dengan erat tangan Dio. Dio dan Indri berjalan ke depan sedangkan Cantika dan Candra mengikuti dari arah belakang.


Mereka menaiki anak tangga secara perlahan, jantung Cantika dan Indri berdetak dengan kencang. Suara burung hantu dan lolongan anj***g menambah bulu kuduk Cantika dan Indri.


" Sumpah, bulu kudukku sampai merinding." ucap Indri spontan.


" Sama In, lain kali kalau di ajak lagi tidak mau." ucap Cantika sambil merapatkan tubuhnya ke Candra karena saking takutnya.


" Sayang kamu itu itu jago bela diri masa sama hantu takut?" tanya Candra menggoda istrinya.


" Ya bedalah sayang, udah ah jangan ngomongin hantu, sumpah aku takut banget." ucap Cantika


" Ya sudah peluklah suamimu nanti malam dobel ya." ucap Candra


" Sayang, mas Candra itu bisa - bisanya lagi dalam kondisi aku sedang ketakutan begini bisa - bisanya ngomongin kayak gitu. Dasar mesum." omel Cantika


" Mesum sama istri sendiri tidak apa - apa sayang." jawab Candra dengan santai

__ADS_1


" Terserah mas Candra saja deh." jawab Cantika


Indri dan Dio hanya senyum - senyum mendengar nona muda Cantika dan tuan mudanya berbicara.


Akhirnya sampailah mereka masuk ke dalam. Di dalam mansion dan tidak seseram yang ada di luar. Rumahnya rapih dan bersih membuat Cantika dan Indri tidak merinding lagi.


Mereka masuk ke dalam ruangan kamar yang agak luas. Tampak Karina di ikat tangan dan kakinya. Candra, Indri dan Dio duduk di kursi memperhatikan Cantika mendekati Karina yang sudah terikat. Karina menatap tajam dan penuh kebencian.


" Karina, apa salahku hingga ingin membunuhku?" tanya Cantika


" Kamu ingin tahu Cantika, kenapa aku sangat membencimu?" tanya Karina


" Iya aku ingin tahu kenapa kamu sangat menbenciku, apa salahku padamu karena selama ini aku tidak pernah menyakiti hatimu." tanya Cantika


" Kamu ingat waktu kita masih sekolah dulu? kamu gadis cupu tapi hidupmu sangat bahagia di sekolah kamu sangat pintar banyak yang memuji kepintaranmu sehingga ayah dan ibuku sering memarahiku karena aku tidak bisa seperti dirimu. Kamu mempunyai seorang ayah yang sangat sayang padamu ketika aku membulymu ayahmu datang dan membuatku di keluarkan dari sekolah. Aku sangat membencimu." ucap Karina.


" Ketika kita sama -sama satu kampus kamu berdekatan dengan Andika membuatku ingin merebutnya. Berbagai cara aku mendekati Andika sampai aku menggoda Andika dengan tubuhku dan akhirnya aku berhasil dan bisa tidur bersama Andika." ucap Karina sambil menatap tajam ke arah Cantika.


" Kami berpacaran diam - diam tanpa sepengetahuan dirimu karena aku menunggu waktu yang tepat untuk menghancurkanmu." sambung Karina.


"Aku menggunakan tubuhku agar Andika tidak berpaling padaku. Hingga pada saat acara wisuda kami mengumumkan pernikahan kami agar kamu sakit hati dan bunuh diri." ucap Karina sambil tersenyum bahagia.


" Tapi perkiraanku salah lagi - lagi kamu beruntung menikah dengan orang yang kaya raya melebihi Andika membuatku semakin benci. Kebencianku bertambah ketika suamiku melihatmu bertambah cantik, aku selalu menanamkan pikiran jahat ke Andika agar Andika membencimu dan berhasil tapi sayang kebenciannya hanya sebentar, suamiku memarahiku, memukulku dan menceraikanku. Kenapa aku tidak seberuntung kamu, aku benci padamu!" teriak Karina sambil menangis


Cantika mendekati Karina dan menghapus air mata Karina.


" Maafkan aku jika aku melukai hatimu." ucap Cantika sendu


Karina diam tapi tangannya berusaha melepaskan ikatan talinya yang sudah mulai mengendur tanpa sepengetahuan Candra, Dio dan Indri.


xxxx


Terima kasih atas komentarnya dan jangan lupa like, vote dan tip nya yaaa biar author tetap semangat menulis, terima kasih banyak buat pembaca yang masih setia membaca novelku.😁😚😚😍😍😘😘


Salam Author,


Yayuk Triatmaja


xxxx

__ADS_1


__ADS_2