Gadis Culun Dan Ceo Lumpuh

Gadis Culun Dan Ceo Lumpuh
Sisi Lain Candra


__ADS_3

Sambil menunggu istrinya Candra menyiapkan makanan di meja beserta minumannya. Tidak berapa lama Cantika keluar menggunakan jubah handuk. Candra yang melihat keseksian istrinya membuat adik kecilnya menegang buru - buru Candra memalingkan wajahnya.


Candra memberikan paper bag ke istrinya untuk segera menggantinya karena Candra tidak kuat melihat keseksian istrinya yang sangat menggodanya.


Cantika yang mengerti mengambil paper bag di tangan suaminya kemudian masuk ke dalam kamar mandi untuk memakai pakaian yang dibelikan oleh suaminya.


Tidak berapa lama Cantika keluar dan duduk di samping suaminya. Merekapun makan bersama dalam diam. Cantika yang sangat lapar baru menghabiskan 2 piring nasi maklum Cantika hamil kembar 4.


Candra hanya tersenyum memandang istrinya yang makan sangat lahap.


" Jangan terburu - buru sayang nanti ke selek mas tidak akan minta, tenang saja." goda Candra sambil tersenyum


uhuk uhuk uhuk uhuk


" Tuh kan benar kataku." ucap Candra sambil menepuk - nepuk punggung istrinya dengan tangan kiri sedangkan tangan kanannya mengambil gelas.


Cantika hanya tersenyum dan mengambil gelas di tangan suaminya. Kini Cantika makan mengambil piring ke tiga dengan piring yang berisi makanan kesukaannya.


Selesai makan, Candra membereskan piring kotor untuk dijatuhkan satu kemudian dicucinya karena Cantika dilarang untuk mencucinya.


Cantika masih duduk di sofa sambil menonton televisi tidak lama Candra pun duduk di samping istrinya.


" Sayang, coba ceritakan kenapa kamu bisa sampai di sini?" tanya Candra.


" Aku dihubungi Dio dan di suruh datang, sayang jangan marah ya karena Cantika yang memintanya jika ada sesuatu dengan Mas." jawab Cantika sambil menunduk takut.


" Apakah kamu tidak ingat apa kata dokter kandungan?" tanya Candra.


" Aku ingat." jawab Cantika.


" Lalu, apakah anak - anak kita baik - baik saja?" tanya Candra.


" Baik - baik saja, aku tanya - tanya di google boleh asal mainnya perlahan tapi jangan sering - sering karena bisa membahayakan janin dan ibunya." ucap Cantika menerangkan.


" Berarti kata dokter kandungan bohong?" tanya Candra terkejut.


" Ya, dia berbohong, maafkan aku ya? pinta Cantika.

__ADS_1


" Tidak apa - apa sayang, terima kasih sudah membantu mas, lain kali mas lebih hati - hati, oh ya kamu ke sini naik apa?" tanya Candra


" Motor." jawab Cantika masih dalam kondisi menunduk


" What??? apakah kamu tidak berfikir itu bisa membahayakan ke empat anak kita." omel Candra


" Habis, tidak ada waktu kalau naik mobil." jawab Cantika sambil mengangkat kepalanya dan menatap wajah suaminya yang mulai memerah menahan marah membuat Cantika berkaca - kaca.


Candra yang mengetahui istrinya langsung memeluknya dan meminta maaf karena telah mengomelinya.


" Maafkan mas sayang, mas hanya tidak ingin terjadi sesuatu denganmu dan anak - anak kita, mas tidak sanggup kehilangan kalian." ucap Candra.


Cantika menganggukkan kepalanya sambil terisak. Candra yang mengetahui istrinya menangis melepaskan pelukannya dan mengusap airmata milik istrinya menggunakan dua ibu jari tangannya.


" Sudah jangan nangis, nanti anak - anak kita ikutan nangis. Oh ya sekarang badanmu sudah enakkan?" tanya Candra.


" Sudah sayang." jawab Cantika


" Baguslah, sekarang kamu pulang sama Indri dan pakai mobil mas biar mas nanti menunggu bodyguard dan motornya biar bodyguardnya yang mengantar ke rumah. ucap Candra.


" Baik sayang." ucap Cantika


Sampai di parkiran Cantika dan Indri menaiki mobil. Tidak berapa lama bodyguard utusan Candra datang merekapun berangkat menuju ke markas dimana dokter kandungan sedang di sekap.


xxxxx


Dio mengendarai mobil dengan kecepatan sedang tidak membutuhkan waktu lama Dio memasuki kawasan hutan..


Sebuah gerbang tinggi mengelilingi hutan tersebut. Dio menekan remote dan gerbang itupun terbuka Diopun melanjutkan perjalanan.


Sampailah mereka di sebuah mansion tampak di luar terlihat menyeramkan, dua orang penjaga menekan remote sehingga gerbang itupun terbuka. Dio masuk ke dalam mansion dan memarkirkan mobilnya.


Dua orang bodyguard yang menjaga di depan membuka pintu utama mansion Candra dan Dio masuk ke dalam mansion.


Candra dan Dio masuk ke dalam ruangan yang mirip gudang yang lumayan luas. Tampak seorang wanita diikat ke dua tangan dan dua kaki menggunakan rantai seperti huruf X.


Dio memberikan kursi ke Candra dan Candra pun duduk menatap sinis wanita itu.

__ADS_1


" Tuan Candra, kenapa kamu mengikatku, apa salahku?" ucap wanita itu sambil terisak ketakutan.


" Anda tidak tahu kesalahanmu dokter?" ucap Candra sinis.


" Aku tidak tahu, memang apa salahku?" tanya dokter bingung.


" Dio." panggil Candra.


Dio yang namanya di panggil membuka laptopnya. Tampak seorang pelayan yang sudah babak belur suruhan dokter wanita itu mengatakan kalau dia di suruh untuk memberikan obat peransang.


Dokter wanita itu terkejut aksinya diketahui oleh Candra.


" Ckckck... kamu itu seorang dokter kandungan bisa - bisanya melakukan tindakan rendahan seperti itu? apa gajimu kurang hah??" bentak Candra.


" Maafkan aku, aku melakukan itu karena aku mencintaimu." ucap dokter kandungan.


" Apa maksudmu mengatakan padaku, kalau aku tidak boleh menyentuh istriku sampai istriku lahiran hah??" bentak Candra


" Karena aku ingin agar tuan Candra mencari pelampiasan ke wanita lain karena itulah aku menjebaknya." ucap dokter kandungan jujur.


" Cih, dasar wanita murahan, kamu itu bisa - bisanya mengecek kehamilan istriku ternyata mempunyai niat terselubung." ucap Candra ketus.


" Maafkan aku, aku menyesal, aku akan memuaskanmu kebetulan aku masih virgin dan aku ingin tuan Candra orang pertama yang melakukannya dan aku bersedia menjadi istri keduamu." ucap dokter kandungan tanpa punya rasa malu.


" Cih, aku tidak tertarik." ucap Candra


" Kenapa? aku cantik, seksi tidak kalah dengan istrimu dan aku yakin tuan Candra akan puas nantinya." goda dokter kandungan


Candra berdiri dan berjalan perlahan ke dokter kandungan tepat di hadapannya Candra mendekati wajahnya ke wajah dokter kandungan.


Dokter kandungan yang merasa dirinya akan dicium jantungnya berdebar kencang.


" Kamu ingin agar aku puas menikmati tub**hmu, tapi kamu tahu jika aku main dengan istriku terlebih dahulu menyiksanya barulah aku mulai bisa menikmatinya, apakah kamu tidak sayang dengan tubuh indahmu menjadi banyak luka - luka?" bisik Candra.


" Tapi tenang saja jika aku merasa puas maka kamu akan mendapatkan apa yang kamu mau." ucap Candra


Dokter kandungan terkejut ternyata tuan Candra bermain sangat kasar tapi demi ambisi mendapat kekayaan secara tidak lazim membuat dirinya buta karena wanita itu ingin hidup enak tanpa perlu susah untuk bekerja keras sebagai dokter karena gaya hidupnya yang tinggi membuat gaji dokter yang lumayan besar terasa kurang baginya.

__ADS_1


" Baiklah saya terima asalkan tuan Candra berjanji padaku untuk memberikan apapun yang aku inginkan." pinta dokter kandungan.


" Ok. tenang saja." jawab Candra


__ADS_2