
" Sayang kamu sudah bangun?" tanya Candra terkejut melihat kedatangan istrinya tiba - tiba.
" Iya sayang aku bosan berbaring di ranjang terus. Sayang kenapa di buat bangkrut?" tanya Cantika sekali lagi sambil menatap suaminya dengan sendu.
" Apakah kamu masih mencintainya?" tanya Candra dengan nada agak kesal sekaligus cemburu.
" Tidak, aku hanya mencintaimu seorang yaitu suamiku yang paling tampan ini. Kenapa sayangku berbicara seperti itu?" tanya Cantika terkejut sekaligus bingung
" Benarkah?" tanya Candra sambil menatap Cantika tajam
" Iya sayang, aku sangat mencintaimu juga anak - anak kita, apakah sayangku meragukan ku?" tanya Cantika menatap Candra dengan sendu sampai matanya memerah dan berembun.
" Awalnya aku tidak ragu tapi ketika kamu tidak setuju apa yang kulakukan terhadap pria breng**k itu membuat aku jadi berpikir kalau kamu itu masih ada perasaan padanya, benar bukan kataku?." tanya Candra dengan nada cemburu.
" Apakah sayangku ingin meminta bukti, sejauh apa aku mencintaimu?" tanya Cantika sendu
" Ya aku ingin kamu membuktikan padaku jika kamu mencintaiku." ucap Candra ingin mengetahui sedalam apa Cantika mencintai dirinya.
" Baiklah kalau sayangku memang menginginkan bukti akan kulakukan di hadapanmu." ucap Cantika sambil memeluk Candra.
Candra terkejut melihat Cantika memeluk dirinya. Tanpa sepengetahuan Candra tangan Cantika mengambil sesuatu di balik jas Candra.
Cantika memundurkan beberapa langkah kemudian mengarahkan senjata berupa tembakan ke arah dahinya.
" Sayang mungkin dengan kematianku bisa membuat mas Candra percaya kalau aku sungguh - sungguh mencintaimu." ucap Cantika tersenyum menatap ke arah suaminya setelah beberapa saat Cantika menekan pelatuknya dan menutup matanya tidak terasa akhirnya air matanya pun tumpah membasahi pipinya yang mulus.
Candra sangat terkejut apa yang akan dilakukan oleh Cantika untuk membuktikan kalau dirinya begitu sangat mencintai dirinya seperti itu.
" Sayang, kumohon aku percaya padamu lepaskan senjata itu!" perintah Candra sambil mengambil senjatanya dengan hati - hati.
Candra pun memeluk istrinya dan mengecup kening istrinya dan tidak terasa air matanya ikut mengalir.
" Sayang, maafkan mas yang tidak mempercayaimu?" ucap Candra sendu.
" Tidak apa - apa sayang, aku rela melakukan apa saja walau mengobarkan nyawaku akan aku lakukan karena aku sangat mencintaimu, suamiku tersayang Candra." ucap Cantika membalas pelukan Candra.
" Sayang, kak Andika memang jahat tapi apakah kejahatan harus di balas dengan kejahatan?" tanya Cantika.
Candra hanya diam mendengarkan istrinya yang berhati malaikat yang tidak dendam walau orang itu menyakiti hatinya.
tok
tok
__ADS_1
tok
tok
" Masuk." ucap Candra
ceklek
Seorang pria paruh baya berkarisma membuka pintu ruangan Candra.
" Selamat siang Tuan Candra." ucap pria paruh baya itu.
" Tuan Ken, ada apa gerangan tuan Ken datang?" tanya Candra bingung.
" Maaf saya ayahnya Andika. Kalau boleh tahu kenapa tuan Candra menarik semua saham di perusahaan milik keluara kami?" tanya Ken bingung.
Candra pun menceritakan yang sejujurnya tentang hubungan istrinya dengan Andika waktu kuliah sampai dengan sekarang.
Ken sangat terkejut atas kelakuan putranya dan memohon maaf atas kesalahannya.
" Tuan Candra maafkan kesalahan anak saya, saya tahu kesalahan anak saya sangat besar tapi saya mohon beri kesempatan buat kami untuk memperbaiki kesalahan kami." ucap tuan Ken.
Candra terdiam dan menatap wajah istrinya. Cantika hanya menganggukkan kepalanya menandakan untuk memberikan kesempatan ke dua.
" Perusahaan saya, semua aset - aset milik keluarga saya akan menjadi jaminan." ucap Ken
" Baiklah, saya pegang kata - katamu dan saya akan membebaskan Andika dari segala tuntutan tapi jika tuan Andika tidak berubah maka dengan sangat terpaksa tuan Andika akan membusuk di penjara." ucap Candra tegas
" Baik tuan Candra terima kasih atas kesempatan ke dua yang telah diberikan untuk putraku Andika." ucap Ken
" Hmm." di jawab Candra dengan berdehem.
Ken pun pergi ke luar dari ruangan Candra.
" Terima kasih, Mas Candra memang suamiku yang terbaik. Terima kasih sayang." ucap Cantika tersenyum sambil memeluk suami tercintanya.
" Tapi itu semua tidak gratis." bisik Candra sambil membalas pelukan istri tercintanya.
Cantika yang mengerti keinginan suaminya hanya menganggukkan kepalanya. Candra yang mendapat lampu hijau langsung menggendong istrinya dan membawanya ke ruang pribadinya untuk melakukan kegiatan panasnya.
xxxx
Tujuh Hari Kemudian
__ADS_1
Semenjak Andika sudah dibebaskan dari penjara dan Candra sudah menanam kembali sahamnya kini Andika tidak pernah lagi mengusik keluarga Candra terlebih Cantika. Candra dan Cantika hidup dengan damai tidak ada musuh yang menyerang mereka.
" Sayang, maaf hari ini aku tidak bisa menemanimu ke rumah sakit." ucap Candra sambil menatap istrinya yang sedang memakaikan dasinya.
" Tidak apa - apa sayang biar aku bareng dengan Jessica dan Bianca kebetulan mereka juga akan mengecek kandungannya." ucap Cantika sambil membantu memasangkan dasi milik suaminya.
" Baiklah yang penting istriku harus hati - hati dan jaga kesehatannya." ucap Candra sambil memeluk istrinya.
Cup
" Terima kasih sayang atas perhatiannya." ucap Cantika tersenyum sambil mengecup bibir suaminya.
Mereka berdua turun ke bawah menuju meja makan. Candra dan Cantika makan sarapan bersama tanpa bicara keduanya menikmati makanannya. Selesai makan Candra dan Cantika berjalan menuju ke ruang keluarga.
Tampak asistennya Dio, Jessica dan Bianca beserta ke tiga baby sister sedang duduk di ruang keluarga. Melihat kedatangan tuan muda Candra dan nona muda Cantika mereka berdiri dan berjalan menuju garasi mobil.
Candra dan Dio satu mobil sedangkan Cantika, Jessica, Bianca, ke tiga baby sister dan satu orang bodyguard sebagai sopir ditugaskan mengantar nona mudanya satu mobil.
Bodyguard itu menjalankan mobil dengan santai tidak ada kejadian sampai di tempat jalan yang agak sepi mobil mereka di halangi oleh para preman.
Bodyguard itu pun menghentikan mobilnya.
" Nona muda dan semua di dalam jangan ada yang keluar biar saya yang akan melawan mereka." ucap bodyguard itu menjelaskan.
Bodyguard itu turun dari mobil dan melawan para preman, Cantika langsung menghubungi suaminya untuk datang memberi bantuan kemudian meminta ke tiga baby sister nya dan Jessica dan Bianca untuk di dalam mobil mengingat Bianca sedang hamil besar dan Jessica serta ke tiga baby sister nya tidak bisa bela diri.
Cantika turun dan membantu bodyguard itu untuk melawan para preman itu. Jumlah para preman tersebut berjumlah 20 orang.
bugh
bugh
Cantika dan bodyguard itu menghindar dan memukul para preman tersebut. Tanpa sepengetahuan Cantika dan bodyguard, seseorang mengarahkan pistol ke arah Cantika.
dor
akh
xxxxx
Terima kasih atas komentarnya dan jangan lupa like, vote dan tip nya yaaa biar author tetap semangat menulis, terima kasih banyak buat pembaca yang masih setia membaca novelku.😁😚😚😍😍😘😘
Salam Author,
__ADS_1
Yayuk Triatmaja