
Cantika duduk berhadapan dengan 2 gadis calon bodyguardnya.
" Sekarang tinggal kalian berdua, aku ingin kita berkenalan dulu, saya Cantika." ucap Cantika sambil mengulurkan tangannya ke arah mereka.
" Saya Cindi." ucap Cindi sambil membalas tangan Cantika kemudian melepaskan tangannya.
" Saya Indri." ucap Indri sambil memegang tangan Cantika kemudian melepaskan tangannya.
" Baik untuk Cindi ceritakan tentang pengalaman kerjamu." pinta Cantika
FLASHBACK ON
Cindi bekerja sebagai bodyguard dari istri seorang ceo tampan dua bulan bekerja tidak terjadi apa - apa.
Di bulan ke tiga Cindi bekerja seperti biasanya mengawal istri CEO ke perusahaan milik suaminya untuk mengantar makan siang karena suami paling suka masakan sang istri.
Dalam perjalanan mereka di hadang oleh para preman. Cindi sebagai bodyguard keluar dan menyerang para preman tersebut dan sang nyonya yang ternyata bisa bela diri ikut membantu Cindi tapi naas sang nyonya terluka parah.
Cindi yang terdesak terpaksa mengeluarkan senjata dan menembak para preman hingga mereka tewas di tempat.
Cindi yang melihat sang nyonya yang sudah lemah tak berdaya dengan tubuh berlumuran darah sedang dihajar oleh seorang wanita, langsung di tembak mati oleh Cindi.
Semua para preman dan wanita itu di foto kemudian mendekati nyonya sang bos ceo.
Cindipun memegang pundak sang nyonya untuk membawanya ke rumah sakit. Di dalam mobil Cindi menelepon suami bosnya. Selesai menelephone Cindi membawa mobilnya dengan sangat kencang lampu merahpun di terobos hingga hanya 5 menit sudah sampai di rumah sakit.
Cindi keluar dari mobil dan meminta bantuan perawat untuk membawa nyonya nya. Singkat cerita kini Cindi menunggu di ruang ugd selang beberapa jam sang bos ceo datang dengan muka penuh amarah.
" Cindi, kamukan kusewa jadi bodyguard istriku kenapa istriku jadi terluka?" bentak sang bos ceo.
" Maaf tuan, tadi pas kami dalam perjalanan mobil kami di serang para preman yang lumayan banyak dan saya sudah minta supaya nyonya untuk di dalam tapi nyonya tidak mau dengan alasan kalau nyonya bisa bela diri." ucap Cindi ketakutan
" Lalu kenapa kalian bisa kalah? hah?" bentak sang bos ceo.
" Mereka terlalu banyak tuan karena terdesak saya tembak semua dan merekapun tewas di tempat dan ketika saya melihat nyonya sedang dipukuli oleh seorang wanita lalu saya tembak juga wanita itu dan saya foto mereka yang mati kemudian saya bawa nyonya ke rumah sakit." ucap Cindi menjelaskan.
" Mana fotonya." pinta sang bos ceo
Cindipun memberikan ponselnya ke bosnya. Bosnya melihat semua foto itu satu demi satu sampai ke foto wanita itu, sang bos ceo mengenalnya.
Wanita itu adalah kekasih gelapnya dan meminta pertanggung jawaban karena hamil tapi dirinya tidak mau karena dia sangat mencintai istrinya. Dirinya merasa bersyukur wanita itu mati setidak - tidaknya dirinya tidak diganggunya lagi, dirinya merasa bosan karena wanita itu setiap hari menghubunginya.
" Maaf apakah mengenal wanita atau para preman itu?" tanya Cindi
__ADS_1
" Tidak, saya tidak mengenal mereka semuanya, lain kali kalau menjaga istriku pakailah senjata saya akan bertanggung jawab." ucap bosnya.
" Baik tuan." ucap Cindi.
Ceklek
Pintu terbuka, seorang dokter keluar dan mengajak sang bos ceo keruangannya. Tidak berapa lama merekapun keluar kemudian dokter itupun masuk kembali ke ruang ugd.
Sang bos pergi entah kemana dan Cindi dengan setia menunggu sang nyonya. Tidak berapa lama sang bos ceo datang dan memberi kunci.
" Ini kartu hotel XXXX kamu istirahatlah nanti malam kamu ke sini jaga istri saya karena jika pulang ke rumah jaraknya sangat jauh." pinta sang bos ceo
" Tapi tuan saya tidak bawa pakaian." jawab Cindi
" Nanti ada pelayan yang mengantar pakaian dan makanan." ucap sang bos ceo.
" Baik tuan." ucap Cindi
Cindi pun pamit dan pergi meninggalkan bosnya untuk menuju ke hotel XXXX
Sampai di kamar hotel XXXX Cindi menunggu pelayan datang dan benar saja pintu Cindi di ketuk, Cindipun membuka pintunya dua orang pelayan membawa makanan dan minuman dan satu lagi membawa paperbag kemudian dua pelayan itupun pergi dari kamar hotel.
Cindi menaruh paper bag di ranjang kemudian melepaskan semua pakaiannya kemudian mandi. Selesai mandi Cindi memakai pakaian berupa dres selutut sangat pas di badan Cindi dan nampak seksi.
Cindi masuk ke dalam kamar dan hendak menutupnya tapi tangannya dihalangi oleh bosnya membuat Cindi terkejut menatap bosnya.
" Ada apa tuan?" tanya Cindi
" Aku ingin mengobrol sebentar denganmu mengenai istriku tapi tidak enak kalau di luar boleh saya masuk?" tanya bosnya.
Tanpa curiga Cindi mengijinkan bosnya masuk dan duduk di sofa. Selang berapa lama sikap Cindi mulai berubah aneh, bosnya yang sudah tahu berdiri dan berjalan ke arah pintu hotel.
greb
Cindi memeluk bosnya dari belakang sambil menempelkan tubuhnya sambil berdesah. Bosnya pura - pura tidak perduli dan tangannya menarik kartu yang menempel dipintu otomatis pintu terkunci dan menaruh kartunya di nakas.
Cindi selalu mengikuti tuannya tanpa melepaskan pelukannya. Bosnya menarik Cindi ke ranjang membuat Cindi terjatuh di ranjang.
Bosnyapun langsung menindih tubuh Cindi dan menciu****inya. Bosnya melepaskan seluruh pakaian miliknya dan juga pakaian milik Cindi hingga keduanya polos tanpa sehelai benangpun.
Terjadilah sesuai keinginan bosnya tapi tidak keinginan Cindi. Berulang - ulang bosnya melakukannya hingga Cindi tumbang tapi bosnya tidak memperdulikannya.
Milik punya Cindi masih sempit itulah yang membuatnya tidak berhenti melakukannya berulang - ulang. Hingga yang sekian kalinya barulah bosnya tumbang. Mereka berdua tidur berpelukan.
__ADS_1
Pagi hari Cindi terbangun dan sangat terkejut karena bosnya memeluknya dan lebih terkejut lagi melihat dirinya polos tanpa sehelai benangpun.
Cindi berusaha melepaskan tangan bosnya yang memeluknya dan mendorongnya hingga terjatuh membuat bosnya bangun dan marah karena telah mengganggu tidurnya.
" Apa yang kamu lakukan Cindi?" bentak bosnya sambil bangun dari lantai dan berdiri menatap Cindi tanpa sehelai benangpun
" Apa yang telah dilakukan tuan padaku? apa salahku tuan hiks.. hiks..hiks..?" tanya Cindi sambil terisak tanpa menjawab pertanyaan tuannya dan membalikkan wajahnya karena tuannya tanpa sehelai benangpun sama seperti dirinya.
" Memperkosamu dan salahmu adalah kamu terlalu seksi dan cantik sayang kalau dianggurin." ucap bosnya tanpa dosa
" Bukannya tuan mencintai istri tuan?" tanya Cindi
" Memang saya mencintai istri saya dan saya tidak mungkin bercerai dengannya hanya saja saya merasa bosan jika berhubungan suami istri karena itu saya mencari sensasi baru dan ternyata saya ketagihan dan keterusan." ucap bosnya tanpa dosa.
" Tuan sudah mengambil harta berhargaku, tuan harus tanggung jawab." pinta Cindi
" Saya tidak mau gimana saya buat penawaran saya beri uang, apartemen dan mobil jika saya ingin main tugasmu melayaniku sampai aku bosan." ucap bosnya
" Cuih saya tidak mau." bentak Cindi
Cindipun mengambil selimut dan berjalan perlahan menuju pintu kamar mandi. Bosnya yang melihat noda merah di ranjang sangat senang karena dia pria pertama.
Bosnya menatap Cindi membuat adik kecilnya menegang kemudian menarik Cindi dengan kuat ke arah ranjang dan langsung menindihnya.
Cindi berusaha berontak tapi tenaganya kalah jauh dengan bosnya. Bosnya bermain dengan sangat kasar hingga tubuh Cindi penuh luka bekas pukulan bosnya jika Cindi berteriak kesakitan.
Satu Minggu kemudian
Akhirnya Cindi menyetujui permintaan bosnya karena setiap Cindi kabur anak buah bosnya dapat menemukannya kembali.
Cindi berada di apartemen milik bosnya dan senjata miliknya sudah di sita hingga Cindi tidak berkutik.
Cindi keluar dari apartemen dan di antar bodyguardnya menuju supermarket terdekat membeli beberapa pembalut, gunting dan lem perekat.
Cindi bisa bela diri tapi kalah jauh dengan bodyguard tersebut. Bosnya sengaja menyewa bodyguard yang bisa bela diri agar Cindi tidak bisa melawannya. Cindi pernah bertarung dengan bodyguard bosnya tapi yang ada Cindi malah babak belur.
Bosnya memberi kewenangan jika Cindi berontak boleh di pukul tapi tidak boleh ditidu*i. Bodyguard pun patuh terhadap bosnya.
Cindi masuk ke dalam toilet wanita kemudian menguncinya. Rambut Cindi yang panjang digunting hingga mirip cowo, dan rambutnya panjang yang sudah di potong dibuat sebagai jambang menggunakan lem perekat. Cindi sengaja memakai baju dobel. Baju yang diluar dibuang ke dalam toilet.
Cindi yang berpenampilan baru dengan berjalan santai melewai bodyguard yang tidak mengenalinya. Cindi naik taksi menuju ke stasiun kereta api. Cindi pindah ke luar kota dengan menggunakan identitas baru supaya mantan bosnya tidak menemuinya.
FLASHBACK OFF
__ADS_1