
Semua orang mendengar ucapan sindiran Candra membuat Andika di pandang sinis bahkan disebut sebagai perebut istri orang yang tidak punya malu.
Andika keluar dari pesta pernikahan dan dendam pada Candra dan juga Cantika karena Andika dipermalukan di depan orang banyak.
Acara pesta pernikahan berjalan kembali normal setelah Candra memberikan permohonan maaf atas ketidak nyamanannya.
Tidak terasa sudah selesai semua orang pulang ke rumah masing - masing.
Indri dan Dio masuk ke dalam kamar hotel, mereka berdua merasa canggung dan malu.
Indri berusaha melepaskan resleting gaun pengantinnya tapi sangat sulit hingga ada seseorang yang menurunkan resleting gaun pengantin.
Dio yang melihat punggung istrinya mulai meraba dan menurunkan sampai bawah hingga gaun itu jatuh ke lantai. Matanya membulat sempurna betapa seksi Indri istri yang baru dinikahi.
Indri yang merasa malu berjalan ke arah kamar mandi dan menutupnya.
Dio melepaskan seluruh pakaiannya hanya menyisakan boxernya. Dio berbaring di ranjang sambil matanya di tutup dengan lengan Dio.
ceklek
Indri keluar dari kamar mandi dengan menggunakan jubah handuk, berjalan mendekati suaminya kemudian memandanginya.
Dio yang tahu kalau istrinya memperhatikan dirinya menarik tangan Indri hingga terlentang di ranjang.
Dio yang tadi sudah dari tadi tegang, langsung menind*h Indri dan menciumnya, awalnya ciuman biasa saja tapi semakin lama menjadi luma**n.
Dio membuka tali yang mengikat jubah handuk milik Indri membuat mata Dio membulat sempurna melihat pemandangan yang sangat indah.
Tangan Dio tidak bisa diam dua gunung milik Indri dimainkan membuat Indri melayang jauh. Dio melepaskan ciumanannya dan berdiri untuk membuka celana boxernya kemudian menindih tubuh Indri kembali sambil menciumnya kembali.
Setelah melakukan pemanasan yang cukup Dio menyatukan miliknya ke milik Indri awalnya agak sulit tapi Dio tidak menyerah akhirnya dihentakkan ke tiga baru berhasil.
Indri menangis menahan rasa perih di area pribadinya. Dio mengecupnya dan memberi rangsangan kembali sampai Indri tidak merasakan sakit lagi barulah Dio menaik turunkan pinggulnya secara berulang - ulang.
Dio sampai main 4 ronde dan akhirnya tumbang dan memeluk istri tercintanya.
" Terima kasih sayang, kamu menjaga mahkotamu untuk mas." ucap Dio sambil membelai punggung istrinya dan ikut terlelap dalam mimpi.
xxxx
Di tempat lain, Toni menatap Jessica kemudian mengecupnya sambil memainkan 2 gunung kembar milik Jessica. Jessica yang sedang tidur mengeluarkan ******* membuat adik kecilnya menegang.
Toni menghujamkan miliknya ke tubuh Jessica. Jessica membuka matanya dan hanya menatap wajah Toni dengan sendu. Berapa kali Toni melakukan pelepasan sampai berulang - ulang tubuh milik Jessica terasa candu baginya.
" Mas, aku cape dan badanku sakit semua, sampai kapan mas berhenti? apakah mas ingin membunuhku secara perlahan? tanya Jessica sendu
__ADS_1
" Kalau ingin membunuhku, bunuhlah apalagi diriku sudah kotor dan tidak artinya aku hidup hiks.. hiks..." Ucap Jessica sambil terisak.
Toni yang sedang menikmati tubuh Jessica sangat marah dan ingin menampar Jessica supaya diam.
Jessica hanya memejamkan matanya dan pasrah apa yang akan dilakukan oleh Toni dengan dirinya.
" Pukullah aku sepuas hatimu mas sampai aku mati aku hanya bisa pasrah, tapi aku mohon sama mas, aku mohon permintaan terakhirku jangan lakukan terhadap wanita lain karena mas juga dilahirkan oleh seorang wanita." ucap Jessica lirih
Toni yang mendengar perkataan Jessica langsung marah terhadap Jessica dan langsung mencabut miliknya secara paksa dan mencekik leher Jessica.
" Tahu apa kamu tentang ibuku hah? ibu kandungku ingin membunuhku ketika aku berumur 6 tahun tapi aku diselamatkan oleh seorang pria dewasa." bentak Toni
Jessica membuka matanya dengan sendu dan airmatanya keluar sambil menahan sakit akibat cekikkan Toni membuat Jessica tidak bisa bernafas.
Jessica tidak memberontak hanya mengulurkan tangannya ke lengan Toni dan naik ke wajah Toni dan membelainya dengan lembut kemudian tangannya jatuh bersamaan matanya tertutup karena kehabisan nafas.
Toni langsung tersadar dan melepaskan cekikkannya. Toni melakukan pertolongan dengan menekan - nekan dada Jessica dan memberikan nafas buatan.
" Sadarlah aku mohon, aku tidak mau ditinggal olehmu, maafkan aku." lirih Toni sambil melakukan menekan - nekan dada Jessica dan memberikan nafas buatan.
Tidak lama kemudian Jessica terbatuk - batuk, Toni langsung memeluknya Jessica.
" Maafkan aku, maukah kamu menikah denganku? dan mengubah sifat pribadiku yang buruk dan brengsek menjadi pribadi yang lebih baik lagi." pinta Toni sendu.
" Ya, aku mau." ucap Jessica.
Jessica hanya tersenyum
" Mas Toni namamu mas Toni kan? tanya Jessica ragu.
" Iya namaku Toni, ada apa?" tanya Toni
" Mas Toni bolehkah aku minta satu hal? tanya Jessica ragu.
" Apa itu? " tanya Toni sampai dahinya mengerut mendengar permintaan Jessica, apakah dia minta harta seperti wanita lain batinnya.
" Tapi Mas Toni mau mengabulkan permintaanku kan?" tanya Jessica.
" Tergantung apakah aku bisa atau tidak?" ucap Toni
" Bolehkah Karina dibebaskan? aku rela menggantikannya, akan aku turuti semua keinginanmu walau minta nyawaku sekalipun aku akan memberikannya." ucap Jessica sambil menatap Toni dengan sendu.
" Maaf aku tidak bisa, karena hak untuk membebaskan tawanan adalah wewenang bosku karena aku bekerja dengan bosku. Tapi kalau dia ingin dibebaskan dari ikatan dan tinggal di kamar sebelah aku bisa tapi dengan syarat tidak boleh kabur." ucap Toni.
" Baiklah aku setuju." ucap Jessica.
__ADS_1
" Kita main lagi yuk, punya mas tegang lagi nih." ucap Toni sambil mengedipkan mata.
" Tunggu dulu, aku ingin bertanya jika Karina tinggal di sini apakah mas juga berci**a dengannya?" tanya Jessica
" Tidak, kan ada kamu." ucap Toni
" Kalau ada tawanan lagi seorang gadis sangat cantik, apakah mas Toni juga berci**a juga? tanya Jessica lagi.
" Tergantung." ucap Toni santai sambil memandangi Jessica yang mukanya mulai cemberut.
" Mas berarti menganggapku hanya wanita penghangat ranjangmu." tanya Jessica sendu sambil memandangi wajah Toni.
" Menurutmu bagaimana?" goda Toni, Toni tidak tahu kenapa sangat senang menggoda Jessica.
Jessica tidak menjawab atau melanjutkan kata - katanya hanya berusaha mendorong tubuh Toni yang kekar yang masih menindih tubuhnya.
" Kenapa?" tanya Toni
" Tidak." jawab Jessica singkat.
cup
" Aku mencintaimu dan kamu juga mencintaiku, aku janji tidak akan bermain lagi dengan wanita lain hanya kamu, seminggu lagi kita menikah. Sudah puas?" tanya Toni
Jessica memandangi mata Toni mencari kebohongannya tapi tidak ada.
" Mas Toni, bisa tidak berhenti bekerja seperti ini, mencari pekerjaan yang halal?" tanya Jessica.
" Kenapa?" tanya Toni
" Aku tidak ingin mas melukai orang lain." jawab Jessica
" Akan aku pikirkan." ucap Toni.
" Karina tolong dibebaskan sekarang ya?" pinta Jessica.
" Baiklah, tapi satu ronde nanti aku bebaskan." ucap Toni.
Akhirnya merekapun melakukan kegiatan panas mereka. Selesai melakukan kegiatan panas Toni masuk ke kamar mandi membersihkan diri.
Jessica beristirahat karena badannya sakit semua membuatnya lelah.
ceklek
Toni sudah selesai mandi dan mengganti pakaian dan keluar kamar untuk membebaskan Karina dan di tempatkan di kamar sebelah.
__ADS_1
Jessica yang tadi menutup matanya dan mendengar Toni sudah keluar dengan menutup pintunya, membuat Jessica membuka matanya.
( " Maafkan aku mas Ton, saat ini aku belum bisa mencintaimu tapi aku ingin kamu bisa mengubah sifatmu yang jelek. Aku juga tidak tahu kenapa aku melakukan ini. Aku terpaksa berbohong dan melakukan ini karena aku ingin Karina bisa bebas dari hukuman." batin Jessica ).