
Setelah beres semua Bianca berjalan tapi tangannya di tahan oleh Dion.
" Mau kemana?" tanya Dion.
" Mau tidur disofa, mau pulang juga sudah malam jadi aku nginap di sini saja." ucap Bianca sambil membalikkan badannya menghadap Dion.
" Kenapa lenganmu?" tanya Dion
" Tadi mas Dion kekurangan darah dan stock di rumah sakit habis maka aku mendonorkan darahku. Maafkan aku ya?" ucap Biana menunduk takut.
" Kenapa meminta maaf?" tanya Dion bingung
" Aku menyumbang darahku." ucap Bianca
" Kenapa mesti maaf seharusnya aku berterima kasih kamu menyumbangkan darahmu untukku. Kalau boleh tahu kenapa menyumbangkan darahmu padaku?" tanya Dion
Karena..." Bianca tidak melanjutkan perkataannya karena malu untuk mengatakan karena aku mencintaimu karena itu aku menyumbangkan darahku.
" Karena apa?" tanya Dion
" A...ku.. men..cin.. sudahlah lupakan, Mas Dion tidak mengantuk?" tanya Bianca berusaha mengalihkan pembicaraan
" Belum, mencin..apa?" tanya Dion sambil tersenyum manatap Bianca.
" Aku sangat ngantuk, aku tidur dulu ya?" ucap Bianca berdiri dan ingin membalikkan badannya tanpa menjawab pertanyaan Dion.
grep
Dion menarik tangan Bianca, Bianca yang tidak siap jatuh di atas tubuh Dion.
Detak jantung mereka berdetak sangat kencang apalagi posisi int*m ini membuat keris milik Dion mulai menegang.
Bianca berusaha bangun tapi tangan kanan Dion menekan pinggangnya agar lebih rapat ke tubuhnya sedangkan tangan kirinya menekan belakang leher Bianca.
cup
Dion mencium bibir merah yang setiap melihatnya selalu ingin menciumnya dan baru kali ini bisa terkabul.
Karena tidak ada penolakan Dion melanjutkan mencium kemudian melum**nya sampai mereka berdua tidak bisa bernafas kehabisan oksigen barulah Dion melepaskan tangan kirinya.
Dion menyatukan keningnya ke kening Bianca.
" I Love You." ucap Dion tegas
Bianca yang mendengar ungkapan cinta merasa bahagia.
" I Love You Too." ucao Bianca tersenyum bahagia.
Dion sangat senang cintanya di terima oleh Bianca.
" Nanti kalau Mas Dion sudah sembuh, maukah kamu kita menikah denganku?" tanya Dion sambil menatap Bianca. Gadis yang selalu diimpikan setiap malam.
__ADS_1
Bianca hanya membalas tatapan Dion sambil mencari kebohongan di mata Dion tapi tidak ada sama sekali kebohongan di matanya.
" Maaf aku bukan cowo yang romantis yang bisa merangkai kata - kata yang indah atau melakukan seperti orang - orang lakukan ketika mengatakan cinta dan melamar untuk menikah." ucap Dion
" Maukah kamu menikah denganku? dalam suka maupun duka, baik senang maupun susah?" tanya Dion sambil mengeluarkan kotak berwarna merah di dalam celana panjangnya kemudian membukanya.
" Aku bersedia menikah dengan Mas Dion." ucap Bianca terharu.
Dion sangat bahagia lamarannya di terima, Dion pun memakaikan cincin ke jari Bianca. Bianca memeluk tubuh Dion dan Dion pun membalas pelukan Bianca.
cup
Dion mengecup bibir Bianca yang selama ini selalu menahan dirinya untuk tidak menciumnya.
"Manis." guman Dion tersenyun
" Ciuman pertamaku." ucap Bianca
" Sama aku juga pertama kali ini menyium seorang wanita." ucap Dion tersenyum.
Bianca hanya tersenyum menatap kekasih barunya. Bianca berharap hubungannya tidak ada masalah.
xxxx
Hubungan Dion dan Bianca berjalan dengan bauk tidak mengalami kendala. Tidak terasa hari ini mereka berdua menikah mengikrarkan janji suci untuk sehidup semati dalam susah maupun senang dalam untung dan malang.
Pernikahan mereka sederhana hanya mengundang orang - orang terdekat saja. Seperti bosnya Candra berpasangan dengan Cantika, Dio berpasangan dengan Indri serta Toni berpasangan dengan Jessica, teman - teman kantor serta kerabat Dion dan Bianca.
Dion dan bianca melakukan malam pertama seperti pada umumunya.
Bayangkan sendiri ya? hehehe
xxxx
Pagi hari seperti biasa Cantika sudah bangun pagi, memasak kesukaan suaminya, menyiapkan pakaian kerja suaminya dan menyiapkan air hangat untuk suaminya.
" Sayang, bangun yuk? hari ini kalau tidak salah ada meating ya?" tanya Cantika
" Hmm... masih ngantuk yank? 5 menit saja." ucap Candra sambil memejamkan mata.
Cantika tahu kalau suaminya bilang 5 menit setelah 5 menit pasti bilangnya 5 menit lagi begitu terus. Cantika tahu jurus ampuh untuk membangunkan suaminya.
Cantika membelai keris milik Candra kemudian menarik perlahan keris milik suaminya mendekati wajahnya ke keris suaminya dan mulai mengu***m milik suaminya membuat Candra mendesah setelah terdengar desahan suaminya dan kerisnya mulai berdiri tegak Cantika langsung menghentikan kegiatannya dan berdiri.
Candra langsung duduk dan menarik tangan istrinya hingga jatuh menimpa tubuhnya. Candra langsung membalikkan badan Cantika.
Candra kini berada di atas istrinya dan menatapnya
" Istriku sudah mulai nakal ya." ucap Candra sambil tangannya tidak tinggal diam
Cantika hanya tersenyum tidak membalas perkataan suaminya.
__ADS_1
Akhirnya terjadilan pertempuran panas di pagi hari. Setelah Candra mengeluarkan laharnya Candra langsung menggendong istrinya dan mandi bersama sambil main untuk ke dua kalinya.
Kini mereka sudah selesai mandi dan berpakaian rapih.
" Sayang, hari ini Dion dan Bianca masih libur dan Dio mengurus cabang perusahaan di temani istrinya Indri. Kamu maukan menggantikan sementara menjadi sekretarisku karena pekerjaanku sangat banyak." pinta Candra
" Ok sayang, aku siap - siap ya." ucap Cantika
" Ok. Aku tunggu di bawah." jawab Candra
Cantika mengganti pakaiannya dengan pakaian formal mirip seperti seorang sekretaris. Tidak berapa lama kini Cantika sudah turun ke bawah dan merekapun berangkat menuju ke kantor.
Sampai dk lobby kantor banyak para karyawan dan karyawati menyapa kedatangan mereka. Seperti biasa Candra hanya diam dengan tampang datar dan dingin tidak ada senyum di wajahnya sedanhkan Cantika tersenyum dan terkadang membalas sapaan para anak buah karyawan suaminya.
Mereka berdua berjalan menuju lift.
Ting
Pintu lift terbuka Candra dan Cantika memasuki ruang lift khusus pemilik perusahaan.
ting
Pintu lift terbuka, Candra dan Cantika masuk ke ruangan kerja. Mereka sangat sibuk bekerja hingga tidak terasa hari sudah siang, waktunya makan siang.
Candra memesan makanan sambil mengerjakan berkas - berkas yang menumpuk dan di bantu oleh istrinya Cantika.
" Sayang habis makan siang ada pertemuan rapat pemegang saham." ucap Cantika sambil mengetik dokumen di laptopnya.
" Ok. Jawab Candra singkat.
tok
tok
tok
"Masuk." ucap Candra
Seorang office boy membawa bungkusan berisi makanan. Merekapun langsung memakannya karena mengejar waktu.
Tidak terasa sudah waktunya rapat pemegang saham. Candra dan Cantika memasuki ruang meating sambil membawa berkas - berkas.
Candra memimpin rapat banyak orang terpesona melihat kharisma pemilik pemegang saham terbesar kecuali satu orang, orang itu mengepalkan tangannya menatap Candra.
xxxxx
Terima kasih atas komentarnya dan jangan lupa like, vote dan tip nya yaaa biar author tetap semangat menulis, terima kasih banyak buat pembaca yang masih setia membaca novelku.😁😚😚😍😍😘😘
Salam Author,
Yayuk Triatmaja
__ADS_1