Gadis Culun Dan Ceo Lumpuh

Gadis Culun Dan Ceo Lumpuh
END


__ADS_3

" Kak Andika." teriak Cantika


Ketika seseorang menembak Cantika, Andika menggunakan dirinya sebagai tamengnya sehingga Andikalah yang tertembak.


Cantika menatap ke arah seorang yang akan menembak dirinya, seorang wanita sambil mengarahkan tembakkannya ke arah Cantika.


" Apa salahku, sehingga ingin membunuhku?" tanya Cantika menangis


" Karena aku sangat membencimu dan juga suamimu, gara - gara ulah kalian aku mesti kehilangan anak kesayanganku!!" bentak wanita itu.


" Memang siapa nama anakmu?" tanya Cantika terkejut.


" Karina, kamu ingat bukan dengan nama anakku? aku sudah kehilangan suamiku dan kini aku juga harus kehilangan anak kesayanganku." bentak wanita itu.


" Nyonya, saya selalu berusaha untuk menyadarkan Karina untuk tidak berusaha jahat tapi karena sifat iri hatinya membuat dirinya meninggal." ucap Cantika menjelaskan ke wanita itu.


" Saya tahu putri saya yang salah tapi bukan berarti harus di bunuh seperti itu, karena itu kamupun harus mati supaya putriku ada temannya." ucap wanita itu.


" Sadarlah nyonya ikhlaskan kematian putri nyonya Karina, menyimpan dendam itu tidak baik nyonya." ucap Cantika


" Ikhlas.. tidak akan... apa permintaan terakhirmu?" tanya wanita itu.


" Kalau memang takdirku mati di tanganmu, kumohon jangan bunuh suami dan ke empat anak - anakku, aku juga mohon bebaskanlah mereka semua yang ada di sini, temanku terluka dia butuh pergi ke rumah sakit. Balaskanlah sakit hati nyonya padaku aku ikhlas menerimanya dan tidak akan melawan apapun yang akan nyonya lakukan padaku." ucap Cantika.


" Baiklah aku turuti keinginanmu, kalian semua cepat bubar." printah wanita itu sambil menempelkan senjata tembakannya ke arah dahi Cantika.


Cantika meminta bantuan bodyguard untuk membawa Andika ke dokter dan pergi meninggalkannya. Awalnya bodyguard itu menolaknya tapi Cantika memaksanya akhirnya merekapun pergi meninggalkan Cantika dan wanita itu.


Cantika memejamkan mata sambil ke dua tangannya diangkat setengah. Cantika pasrah jika takdirnya akan mati di tangan wanita itu.


" Silahkan nyonya saya siap menerima apapun jika itu bisa membuat hati nyonya tenang. Jujur nyonya saya juga sedih kehilangan Karina walau Karina telah menyakiti perasaanku dan berulang kali ingin membunuhku tapi aku tidak pernah menyimpan dendam padanya." ucap Cantika sambil membuka ke dua matanya menatap sendu ke arah wanita itu


" Bersiaplah kamu mati Cantika!!" bentak wanita itu geram


Wanita itu bersiap untuk menarik pelatuknya untuk menembak pistolnya.


dor


akhhh


Wanita itu senjatanya jatuh tergeletak di aspal dan tangan wanita itu terluka karena ke tembak oleh seseorang.


Cantika yang tidak merasakan dirinya sakit tertembak membuka matanya. Cantika membulatkan matanya tampak suaminya memegang senjata tembak.


Wanita yang terluka itu mengambil senjata tajam sebuah pisau di balik bajunya dengan menggunakan tangan kirinya karena tangan kanannya sedang terluka tertembak, senjata itu di arahkan ke leher Cantika dengan menekan leher Cantika agak kuat sehingga mengeluarkan darah segar.


" Akh... sakit.." teriak Cantika

__ADS_1


" Semuanya mundur kalau tidak Cantika akan mati." ucap wanita itu sambil tangannya menempelkan ke arah leher Cantika.


Candra dan anak buahnya terkejut dengan apa yang dilakukan oleh wanita itu. Candra meminta anak buahnya untuk mundur.


Wanita itu berjalan mundur tanpa melihat ke arah belakang karena matanya fokus melihat ke arah depan.


" Nyonya stop jangan bergerak, bahaya di belakangmu ada sungai yang sangat deras." teriak Candra.


Candra melihat jarak wanita itu masih satu meter lagi mendekati sungai yang beraliran sangat deras.


" Kebetulan sekali, kami akan mati bersama dan kamu akan merasakan kesedihan seperti apa yang kualami." ucap wanita itu.


Cantika tidak bisa menengok ke arah belakang karena pisaunya sangat menempel di lehernya bergerak sedikit saja leher yang mulusnya akan terkena tusukan pisau yang lumayan tajam.


Cantika menginjak kaki wanita itu membuat wanita itu melepaskan senjata tajamnya bertepatan dengan jatuhnya wanita itu ke arah sungai sambil tangannya memegang tangan Cantika membuat Cantika tertarik ke arah sungai.


" Cantika." teriak Candra sambil berlari


Cantika satu tangan kanannya memegang besi yang berada dekat di sungai itu sambil satu tangan kirinya menahan wanita itu agar tidak terjatuh.


Candra memegang tangan Cantika dengan di bantu anak buahnya Candra yang menahan tubuh Candra agar tidak ikutan jatuh ke dalam sungai.


Wanita itu berusaha menarik Cantika dengan cara menghentakkan tubuhnya berulang - ulang agar ikut jatuh bersamanya di sungai.


" Nyonya saya mohon jangan lakukan itu aku tidak kuat menahan tubuh nyonya nanti nyonya jatuh ke sungai." mohon Cantika menatap sendu wanita itu.


" Cantika, biarkan dia mati dan hanyut di sungai wanita seperti dia tidak pantas untuk di tolong." pinta Candra


" Tapi sayang aku tidak tega." ucap Cantika menatap wajah suaminya.


" Sayang, apakah kamu ingin kita mati bersama di sungai? bagaimana dengan ke 4 anak kita?" ucap Candra mengingatkan istrinya.


Cantika dengan matanya berkaca - kaca menatap wanita itu.


" Nyonya kumohon hilangkan dendammu." mohon Cantika kembali sambil menatap ke wajah wanita itu dengan sendu


" Tidak akan." teriak wanita itu sambil melakukan menghentakkan tubuhnya agar wanita itu dan Cantika terjatuh.


" Maafkan saya nyonya hiks...hikss.." ucap Cantika menangis sambil meregangkan tangannya yang memegang tangan wanita itu membuat wanita itu jatuh ke dalam sungai yang beraliran sangat deras dan tubuhnya hilang bersamaan dengan aliran sungai.


Candra menarik tangan Cantika hingga sampai di darat dan memeluk Cantika. Selesai berpelukan Candra meminta dua orang bodyguardnya untuk mencari mayat wanita itu.


Candra mengeluarkan sapu tangannya dan menempelkan sapu tangan itu ke leher Cantika agar darahnya berhenti keluar membuat Cantika meringis menahan rasa sakit.


Candra dan Cantika beserta beberapa bodyguard pergi ke rumah sakit untuk mengobati leher Cantika dan juga menemui ke empat anaknya yang sudah berada di rumah sakit.


15 menit kemudian Candra dan Cantika sudah berada di rumah sakit. Mereka masuk ke ruang ugd untuk mengobati Cantika.

__ADS_1


Selesai mengobati Cantika keluar dan menemui suaminya yang sedang menunggu di luar ugd. Cantika melihat suaminya Candra dan ke tiga baby sister beserta Jessica bersama suaminya Toni dan Bianca bersama suaminya Dion.


" Bagaimana kabarnya Andika?" tanya Cantika


" Andika berada di ruang perawatan, apakah sayangku mau menengoknya?" tanya Candra.


Candra kini tidak cemburu lagi dengan Andika karena kini Candra percaya dengan istrinya. Terlebih Candra juga tahu kalau Andika telah menolong istrinya agar tidak tertembak.


" Bolehkah aku menengoknya?" tanya Cantika agak ragu.


" Boleh, ayo kita ke ruangannya." ucap Candra sambil memegang tangan Cantika.


Merekapun masuk ke dalam ruangan tampak Andika bersama ke dua orangtuanya yang sedang menunggunya. Mereka saling bersalaman kemudian mereka keluar dari ruang perawatan beserta Candra karena Cantika membisikkan sesuatu ke suaminya akhirnya Candra bersedia dan memberi waktu 15 menit. Kini Cantika dan Andika berdua di ruangan itu.


" Terima kasih Kak Andika sudah menolongku." ucap Cantika tulus


" Sama - sama, maafkan semua kesalahan yang kuperbuat masalalu yang banyak menyakiti hatimu yang sangat dalam." ucap Andika tulus.


" Sudah aku lupakan kak dan kumohon lupakanlah masalalu. Bagaimana kalau kita sebagai kakak dan adik." ucap Cantika


" Baiklah kakak akan usahakan. Kakak rencana mau ke luar negri dan mengurus perusahaan di sana dengan suasana baru." ucap Andika.


" Aku hanya bisa mendoakan semoga kakak bahagia dan menemukan seseorang yang lebih baik dariku. Jangan lupakan adikmu jika akan menikah." ucap Cantika


" Terima kasih." ucap Candra tulus.


" Sama - sama kak. Adikmu pamit semoga sukses selalu." ucap Cantika tulus.


Andika tersenyum menatap Cantika, Andika berusaha mengikhlaskan Cantika menikah dengan Candra. Kini sudah tidak ada dendam dan kebencian di antara mereka.


Cantika dan Candra beserta ke 4 anaknya kini hidup bahagia.


Keikhlasan Cantika di bully teman - temannya dan tidak menyimpan dendam kini hidup bahagia bersama suaminya yang mencintainya setulus hati.


Karina yang menyimpan rasa iri hati dan kebencian melakukan segala cara kini meninggal secara tragis.


Apa yang di tanam itulah yang akan di tuai nantinya seperti kisah Cantika dengan Karina.


xxxxxx


Terima kasih atas komentarnya dan jangan lupa like, vote dan tip nya yaaa biar author tetap semangat menulis, terima kasih banyak buat pembaca yang masih setia membaca novelku.😁😚😚😍😍😘😘


Salam Author,


Yayuk Triatmaja


xxxxx

__ADS_1


__ADS_2