
Kini tinggallah Cantika dan mamanya Candra berada dikamar mamanya Candra.
tok tok tok tok
" Masuk." ucap mama Candra.
ceklek
Pintu terbuka tanpaklah kepala pelayan membawa nampan berisi bubur dan air putih hangat. Mama Candra memintanya menaruh di meja nakas dan kepala pelayan itupun menurutinya.
Selesai melakukannya kepala pelayan keluar dari kamar mama Candra. Kini tinggallah mereka berdua lagi.
Cantika mengambil mangkok dan mengambilnya sedikit demi sedikit setengah sendok teh karena buburnya lumayan panas.
Cantika dengan telaten menyuapi mama mertua Candra hingga terasa buburpun habis tak bersisa. Cantika menaruh mangkok bubur yang sudah habis ke meja nakas kemudian memberikan obat yang sudah disiapkan oleh kepala pelayan beserta gelas berisi air hangat.
Selesai meminum obat gelasnya ditaruh kembali ke meja nakas. Cantika membaringkan mama Candra ke ranjangnya dan kemudian menyelimutinya.
cup
Cantika mengecup kening mama Candra kemudian membawa nampan yang berisi mangkok dan gelas kotor.
Cantika keluar dari kamar mama Candra dan berjalan perlahan menuruni tangga sambil membawa nampan.
Tiba di tengah lantainya sangat licin membuat Cantika ke pleset dan jatuh berguling bersamaan jatuhnya mangkok dan gelas kotor yang menimbulkan bunyi yang sangat keras.
Akhhhhh
Prang
Kepala pelayan yang mendengar suara teriakan bersamaan dengan suara yang keras seperti piring pecah berlari ke arah asal suara.
__ADS_1
Kepala pelayan terkejut dan matanya membulat sempurna melihat nona mudanya tidur terlentang di lantai dengan darah yang keluar dari mulut, hidung dan dari tengah - tengah pahanya.
Mama Candra yang mendengar suara menantunya dengan susah payah berjalan karena takut terjadi dengan menantunya. Di atas tangga mama Candra terkejut dan matanya membulat sempurna melihat menantunya terkapar di lantai dengan darah yang keluar dari sekujur tubuhnya.
" Cantika!!!! pak cepat bawa Cantika." perintah Mama Cantika.
Tanpa berfikir panjang kepala pelayan menggendong nona muda Cantika sambil berteriak meminta tolong.
Orang - orang yang mendengarnya langsung menuju ke arah tangga mereka semua terkejut tapi hanya satu gadis yang tersenyum bahagia karena rencananya berhasil.
Mama Cantika berjalan menuruni tangga baru sampai ke tengah mama Candra ke pleset dan jatuh terguling sampai ke lantai satu kemudian pingsan.
Kepala pelayan terkejut melihat kejadian tersebut dan seorang boyguard menggendong mamanya Candra. Kepala pelayan meminta bodyguard yang lainnya untuk menggendong Cantika dan di suruh dimasukkan ke dalam mobil.
Kepala pelayan berjalan hati - hati sambil memperhatikan tiap anak tangga, sampai di tengah kepala pelayan terkejut melihat ada tumpahan minyak di dua anak tangga kemudian menfotonya.
Selesai menfoto kepala pelayan itupun langsung membalikkan badannya dan berjalan terburu - buru menuju ke garasi mobil. Kepala pelayanpun masuk ke dalam mobil bersama sopir dan dua orang bodyguard.
Salah seorang bodyguard membuka pintu gerbang supaya mobilnya keluar dari mansion menuju rumah sakit.
Sopir tersebut mengendarai mobil sangat kencang karena kuatir dengan keselamatan nona mudanya. Hanya membutuhkan 15 menit sudah sampai di rumah sakit.
Kepala pelayan langsung menggendong nona mudanya ke ruangan ugd di susul seorang bodyguard menggendong nyonya besar Candra ke ruangan ugd juga.
Kepala pelayan itupun menghubungi majikannnya Tuan Candra tapi tidak di angkat sampai empat kali telephone tetap tidak di angkat.
Akhirnya kepala pelayan menghubungi asisten Dio, panggilan ke dua langsung di angkat.
📱" Hallo, ada apa pak?" tanya Dio
📱" Maaf tuan Dio tolong bilang ke tuan Candra kalau nyonya besar Candra dan nona muda Cantika jatuh dari tangga sekarang ada di ugd." ucap kepala pelayan
__ADS_1
📱 " Apa?? bapak tidak bercandakan?" tanya Dio tidak percaya.
📱 " Saya serius, ini saya lagi di ruang ugd bersama dua orang bodyguard, kami berada di rumah sakit xxxx." ucap kepala pelayan.
📱 " Ok, kami akan segera ke sana kabarin kalau ada apa - apa." ucap Dio kuatir dan berharap nona muda baik - baik saja berserta ke 4 anaknya.
tut tut tut tut
Dio langsung mematikan ponselnya dan masuk ke dalam ruang meating dengan agak kasar membuat orang berada di ruang meating terkejut dan menatap ke arah Dio.
Candra yang sedang berbicara menatap tajam ke arah Dio tapi Dio tidak memperdulikannya. Dio mendekati bosnya dan berbisik. Candra yang mendengar berita itu sangat terkejut dan badannya langsung limbung untung Dio dapat menahan tubuh tuan Candra.
" Maaf acara meating antar pemegang saham di tunda, nanti kami kabarin, permisi." ucap Dio sambil memapah Candra yang badannya terasa lemas tidak percaya apa yang telah terjadi padahal tadi pagi Candra sempat ngobrol dengan mamanya dan istrinya.
Mereka berdua langsung pergi meninggalkan kantor menuju rumah sakit. 10 menit kemudian mobilpun sampai di rumah sakit xxxx. Candra turun di depan lobby rumah sakit sedangkan Dio memarkirkan mobilnya.
Candra berjalan menuju ke ruangan ugd tampak kepala pelayan dan dua bodyguard menunggu di ruang ugd. Tidak berapa lama Dio datang di belakang Candra.
Tampak pakaian kepala pelayan dan 2 orang bodyguard bau amis seperti darah. Kepala pelayan dan dua orang bodyguard yang mendengar suara sepatu pantopel menengok ke belakang tampak tuan muda Dio menahan amarah dan menatap tajam ke arah mereka bertiga.
" Bagaimana ceritanya mamaku dan istriku terluka? apa tugas kalian hah?" bentak Candra sambil tangan kirinya menarik kerah kepala pelayan dan tangan kanannya mengarahkan ke wajah kepala pelayan karena hendak memukul kepala pelayan tapi tangannya di tahan oleh Dio.
" Tuan tahan emosi dan tenang ini rumah sakit." pinta Dio
Candra melepaskan ke dua tangannya dan menatap tajam ke arah Dio.
" Gimana bisa tenang, kamu tidak dengar kalau mamaku dan istriku jatuh dari tangga, hah!!" bentak Candra emosi.
" Tuan kami semua mengerti perasaan tuan karena kamipun sangat menyayangi nyonya dan nona muda Cantika, ini rumah sakit kalau tuan memukuli kepala pelayan dan 2 orang bodyguard bisa mengakibatkan dokter yang sedang berjuang mengobati nyonya dan nona muda tidak bisa kosentrasi mendengar keributan." ucap Dio
Candra pun menarik nafas lewat hidung dan mengeluarkan lewat mulut untuk menenangkan perasaan yang kacau balau setelah mulai tenang, Candra mendekati kepala pelayan untuk menceritakan apa yang terjadi.
__ADS_1
Kepala pelayapun menceritakan semua yang di lihatnya sampai melihat mamanya Candra jatuh terguling pas di tengah tangga membuat kepala pelayan curiga dan mengecek setiap anak tangga dan ternyata kecurigaan ternyata benar ada minyak di dua anak tangga.
Kepala pelayanpun memberikan gambar yang tadi di ambilnya di ponsel miliknya.