
Muka Cantika Yang Culun dan muka Cantika yang sudah tidak culun lagi.
Candra suami Cantika
Toni dan Jessica
Kini Jessica dan Toni berada di kamar milik Toni.
" Berbaring dulu ya mas akan ambil air hangat untuk mengopres wajahmu biar memarnya hilang." ucap Toni
" Baik mas." balas Jessica sambil tersenyum.
Toni keluar dari kamarnya menuju dapur mengambil alat buat kompres Jessica.
( ***Mas Toni sangat perhatian padaku kalau mas Toni seperti itu terus bisa - bisa aku akan benar - benar jatuh cinta padanya, tapi semudah itukah aku jatuh cinta? hah... tidak tahulah jalani saja dulu... apalagi aku sudah tidak suci lagi mana ada orang yang mau denganku?.. apalagi mau kabur dari sini juga tidak mungkin mengingat mansion ini sangat jauh dari jalan raya tepatnya di tengah hutan pasti banyak binatang buas, belum sampai gerbang keluar hutan sudah diterkam duluan." batin Jessica sambil bergedik ngeri membayangkan tubuhnya dimakan binatang buas ).
" Mungkin ini karmaku waktu dulu aku menyetujui keinginan Karina untuk membalas dendam sama Cantika... tapi aku pikir - pikir aku yang bodoh apa hubungan kak Andika dengan Cantika?... kan kak Andika yang bersalah apa hubungannya dengan Cantika? seharusnya kak Andika yang di hukum. Kecuali Cantika merebut Kak Andika baru Cantika disalahkan. Aku akan coba menasehati kak Karina untuk tidak dendam pada Cantika karena Cantika tidak ada hubungannya dengan kak Andika karena waktu aku lihat Cantika dan suaminya saling mencintai jadi tidak mungkin kalau Cantika selingkuh dengan kak Andika." batin Jessica*** ).
Ceklek
Pintu terbuka tampak Toni membawa baskom dan handuk kecil. Toni duduk di samping Jessica. Toni mencelupkan handuknya ke air hangat kemudian diperasnya handuk tersebut.
Dengan hati - hati Toni menyentuh pipi Jessica secara perlahan sambil meniup ke pipi Jessica untuk mengurangi rasa sakit.
Jessica hanya memejamkan mata menahan rasa sakit di pipinya.
" Sakit ya? aku akan balas dengan menampar wanita itu." ucap Toni dengan mata memerah sambil menaruh baskom dan handuk.
Jessica membuka matanya dan mengelus pipi Toni sambil tersenyum.
" Tidak apa - apa sayang. Jangan di balas ya?" pinta Jessica
" Kamu bilang apa tadi?" tanya Toni tidak percaya kalau Jessica memanggilnya sayang.
" Tidak apa - apa." jawab Jessica
" Bukan itu." jawan Toni
__ADS_1
" Jangan di balas ya?" ucap Jessica pura - pura lupa
" Bukan." ucap Toni sambil memalingkan wajahnya kesal
cup
Jessica berinisiatif mencium bibir Toni membuat Toni terkejut sekaligus senang karena baru kali ini ada wanita yang berinisiatif menciumnya terlebih wanita itu adalah orang yang dicintainya.
Wajah Toni menatap Jessica seakan tak percaya kalau Jessica mencium dirinya.
" Sayang, Mas Toni sayang." ucap Jessica tersenyum sambil duduk di pangkuan Toni.
" Sayang apa yang kamu lakukan?" tanya Toni menahan hasratnya yang sudah menaik
" Hanya duduk di pangkuan mas Toni. kenapa?" tanya Jessica tidak mengerti sambil memandang wajah Toni dan tanpa sadar menggerakkan pinggulnya.
" Jessica jangan bergerak dan turun dari pangkuanku!" perintah Toni menahan hasratnya dan tanpa sadar mendesah.
" Kenapa?" tanya Jessica sambil menggerakkan pinggulnya. Jessica merasa bagian bawah milik Toni mulai bergerak dan membesar.
Jessica yang penasaran memundurkan sedikit duduknya dan memegang keris milik Toni dari balik celananya.
" Kenapa bagian bawah mas Toni jadi keras? perasaan tadi kecil kenapa jadi panjang dan keras?" tanya Jessica polos sambil menekan - nekan keris milik Toni membuat Toni semakin mendesah.
Toni membuka segi bermuda milik Jessica sambil mencium leher Jessica membuat Jessica mendesah dan mengalungkan tangannya ke leher Toni.
Jessica memejamkan mata menikmati sensasi yang diberikan oleh Toni sampai pada akhirnya Toni menyatukan miliknya ke milik Jessica.
Desahan demi desahan keluar dari mulut mereka. Toni sangat bahagia karena kekasihnya melakukannya dengan tidak terpaksa apalagi sampai menangis.
Lenguhan panjang Toni dan Jessica secara bersamaan kemudian Toni melepaskan kerisnya dan berbaring di samping Jessica.
" Sayang jangan lakukan itu lagi?" pinta Toni
" Lakukan yang mana?" tanya Jessica bingung
" Duduk dipangkuanku sambil menggoyangkan pinggulmu." ucap Toni
Lho memang kenapa?" tanya Jessica lagi dengan nada masih bingung.
" Kamu ternyata masih polos ya? kalau kamu lakukan itu adik kecilku menegang." ucap Toni sambil memegang tangan Jessica untuk diarahkan ke adik kecilnya.
Jessica terdiam sambil asyik membelai keris milik Toni seperti mainan membuat Toni mendesah lagi.
__ADS_1
" Sayang, kamu mau main lagi?" tanya Toni matanya berkabut kembali.
" Main apa?" tanya Jessica bingung.
Toni kembali menindihnya dan memberikan ransangan kembali kemudian di rasa cukup pemanasannya Toni memasukkan kerisnya kembali.
" Sayang jika kamu lakukan duduk di pangkuanku dan memegang adikku maka aku akan melakukan seperti ini." ucap Toni sambil menggerakkan pinggulnya.
" Maaf aku baru tahu." ucap Jessica sambil memejamkan matanya menikmati sensasi yang diberikan oleh Toni.
" Akhh... terus sayang.." desah Jessica
Toni yang mendengar desahan Jessica mempercepat permainannya hingga keluarlah lahar miliknya, setiap bermain Toni selalu menumpahkan laharnya ke rahim Jessica agar tumbuh menjadi janin karena Toni ingin memiliki anak.
Toni melepaskan kerisnya dan berbaring di samping Jessica.
" Sayang, mas berusaha menahan hasrat karena mas ingin melakukan itu nanti setelah kita menikah. Mas berusaha menahan diri, jadi mas cinta jangan pancing lagi ya?" pinta Toni.
" Baik mas, Jessica sekarang paham." ucap Jessica.
" Memang berapa umurmu?" tanya Toni.
" 17 tahun." ucap Jessica
" Kenapa tidak tahu soal se*s?" tanya Toni bingung.
" Waktu aku masuk smp kelas 3 aku pulang sekolah, ibuku telat menjemput akhirnya aku jalan kaki baru beberapa langkah aku bertemu 2 orang preman salah satu memelukku dan seorang lagi ingin menciumku tapi belum sempat melakukan itu ibuku datang dan menghajar mereka." ucap Jessica.
" Ibumu bisa bela diri?" tanya Toni
" Ya, karena kejadian itu ibuku melatih bela diri dan aku belajar di rumah sampai sma juga belajar di rumah dengan mendatangkan guru karena takut terjadi sesuatu denganku, karena itulah aku tidak pernah apa namanya pacaran." ucap Jessica
" Lalu kenapa kamu bisa keluar rumah katanya ibumu tidak boleh kamu keluar?" tanya Toni
" Sejak kak Karina dan ibunya tinggal bersama kami aku mulai dibolehkan keluar dengan kak Karina." ucap Jessica.
" Suatu ketika kak Karina mengajakku ke club, aku di ajak minum tapi aku tidak mau karena aku nyobain sedikit rasanya tidak enak, kemudian kak Karina berjoget - joget sedangkan aku duduk menunggu Kak Karina, sampai ada lelaki datang dan mengajakku kenalan awalnya baik - baik saja dan aku senang karena dia perhatian padaku sampai dia memintaku minum aku tidak mau tapi pria itu memaksaku tapi aku tetap tidak mau dan akhirnya aku mau di tampar dan aku menangkap tangan pria itu dan melintirnya dan mendorongnya hingga jatuh. Pria itu langsung pergi sambil mengumpatku." ucap Jessica sambil terisak.
Toni membelai punggung Jessica agar tenang.
" Hiks.. hiks apakah aku salah?" tanya Jessica sambil terisak.
" Kamu tidak salah sayang, seharusnya pria itu kamu hajar karena ada niat buruk padamu." ucap Toni
__ADS_1
" Seperti Mas Toni lakukan padaku?" tanya Jessica sambil menatap Toni