
Handuk yang dibawa Cantika digunakan untuk melap tubuh suaminya hingga tubuhnya kering dari air shower. Candra yang berjuang menahan hasratnya akhirnya tidak dapat menahannya, Candrapun menggedong istrinya sambil menciumnya sedangkan istrinya mengalungkan kedua tangannya di leher milik suaminya.
Candra membaringkan tubuh istrinya di ranjang secara perlahan kemudian menin*****hnya, ciuman semakin lama semakin panas karena sudah tidak bisa menahan hasratnya lagi Candra menyatukan kerisnya dengan milik istri.
Desahan demi desahan keluar dari mulut mereka hingga keluarlah lahar milik suaminya. Berulang - ulang Candra melakukannya setelah beberapa kali pelepasan Candra pun tumbang dan menarik kerisnya di tubuh istrinya mengingat istrinya sedang hamil kemudian pindah di samping istrinya.
cup
" Maafkan aku sayang karena ada orang yang berbuat jahat padaku dan kamu jadi korbannya." ucap Candra lirih
" Anak - anak Daddy kalian yang kuat ya? Daddy ingin melihat kalian tumbuh, Daddy mencintai kalian." ucap Candra sambil mengecup kening Cantika kemudian menyelimuti tubuh mereka berdua sambil memeluknya dan tidak berapa lama Candrapun tertidur.
Cantika tidak mendengar perkataan suaminya karena tubuhnya sangat lelah di gempur oleh suaminya. Cantika hanya berharap agar kandungannya tidak ada masalah. Cantika tertidur pulas di dada suaminya.
Sore hari Candra terbangun dan melihat istrinya yang masih tertelap tidur dipelukan suaminya. Kulit istrinya bersentuhan dengan kulitnya terlebih dua gunung kembar dan besar milik istrinya membuat adik kecilnya menegang kembali.
" Maafkan aku sayang, sekali lagi ya?" guman Candra.
Candra melepaskan pelukannya dan memindahkan tubuh istrinya agar terlentang. Candra memberikan pemanasan terlebih dahulu hingga tanpa sadar Cantika mengeluarkan desahan.
Desahan Cantika membuat Candra langsung memasukkan kerisnya ke milik istrinya dan memaju mundurkan secara perlahan agar tidak menyakiti ke empat anaknya.
Perbuatan Candra membuat Cantika terganggu tidurnya dan membuka matanya. Cantika terkejut menatap suaminya tidak percaya apa yang dilakukannya pasalnya suaminya tadi sudah menggempurnya berkali - kali apakah tidak cape itu yang dipikirkannya.
" Sabar ya sayang sebentar lagi keluar." ucap Candra sambil menggoyangkan pinggulnya hingga akhirnya Candra melepaskan laharnya.
" Mas, kumohon mandi ya karena perutku mendadak mual lagi." pinta Cantika padahal hanya alasan Cantika agar suaminya berhenti karena Cantika tahu tingkat kemesuman suaminya.
Candra hanya tersenyum dan langsung berjalan menuju ke kamar mandi tanpa busana sedangkan Cantika mencari selimut dan ternyata ada di lantai, Cantika dengan terburu - buru mengambil selimut dan menutupi tubuhnya.
Tidak berapa lama Candra sudah keluar menggunakan handuk, Cantika pun masuk ke kamar mandi dengan menyelimuti tubuhnya dengan selimut.
Candra menghubungi asistennya Dio dan tidak berapa lama ada seorang yang mengetuk pintunya. Candra pun mencari kartu untuk membukanya tapi tidak ketemu kemudian Candra melihat tas milik istrinya.
Candrapun mengambil tas milik Cantika dan membukanya ada kartu hotel, Candrapun mengambilnya dan menggesek kartu itu di dekat pintu ketika pintu terbuka tampaklah asistennya Dio membawa dua paper bag dan empat bungkus makanan.
Candrapun menyuruhnya masuk ke dalam, Dio pun menuruti permintaan bosnya. Candra mengambil paper bag dan mengeceknya.
Candra membuka handuknya dan memakai pakaiannya sedangkan Dio hanya menggelengkan kepalanya melihat tingkah bosnya yang tidak punya malu.
" Kenapa kamu menggeleng Dio?" tanyanya polos tanpa dosa
__ADS_1
" Tuan apakah tidak bisa memakai pakaian jangan di depan saya?" tanya Dio
"Lho kenapa? kamu masih normal kan?" tanya Candra menyelidik
" Ya normallah tuan, tapi saya hanya bingung kenapa tuan tidak malu telan***ng di depan saya." jawab Dio
" Kenapa malu kecuali kamu perempuan baru saya ganti di kamar." ucap Candra polos
Dio hanya diam karena berdebatpun bosnya pasti selalu menang.
" Oh ya, kamu sudah tangkap dokter kandungan itu yang telah memberikan aku obat peransang?" tanya Candra serius.
" Sudah tuan tinggal di interogasi." ucap Dio
" Tugasmu bagus, selamat ya." ucap Candra
Dio hanya menganggukkan kepalanya membuat Candra hanya tersenyum tipis.
FLASHBACK ON
Candra dan Dio ada jadwal meeting dengan rekan bisnisnya di lobby hotel xxxx. Mereka bicara sangat serius hingga mendapatkan kata sepakat dan menandatangani dokumennya.
Selesai menandatangani dokumen rekan bisnga pergi bersama sekretarisnya menuju kantor sedangkan Candra dan Dio makan siang bersama.
Candra dan Dio berdiri dan bersiap berjalan kaki langkahnya terhenti karena Candra bertemu kembali dengan dokter kandungan yang memeriksa istrinya waktu itu.
" Hallo tuan datang ke sini? ada apa tuan datang kesini? bisa minta tolong bisakah temani saya makan?" tanya dokter kandungan itu beruntun.
" Maaf saya buru - buru." ucap Candra tanpa basa basi
" Tolong tuan tidak lama hanya 10 menit karena tadi saya janjian sama teman tapi ternyata teman saya tidak datang, saya tidak enak kalau makan sendirian." ucap dokter kandungan dengan mata memelas.
Karena merasa tidak enak Candra pun menganggukan kepalanya. Sedangkan Dio keluar menunggu di mobil.
" Tuan memesan apa?" tanya dokter kandungan
" Saya sudah makan, saya akan tunggu cepatlah saya terburu - buru." ucap Candra
Dokter kandungan itu memanggil pelayan untuk memeaan makanan.
" Saya pesan salad sayur dan minumnya lemon tea, untuk tuan saya pesankan minuman ya?" tanya dokter kandungan
__ADS_1
" Ya terserahlah lemon tea saja." ucap Candra
" Berarti salad sayur satu dan minuman lemon tea 2." ucap pelayan itu mengulangi pesanan mereka berdua.
" Ya betul." ucap dokter kandungan
" Baik, di tunggu ya tuan dan nona." ucap pelayan itu.
" Ok." jawab dokter kandungan.
Pelayan itupun pergi untuk memesan makanan sesuai pesanan customernya. Tidak berapa lama pesanan itupun datang.
Dokter kandungan memakan sayur salad sambil meminum dengan senyuman licik. Sedangkan Candra hanya meminum lemon tea sambil melihat jam tangan miliknya.
( " Akhirnya aku bisa memiliki dirinya, untung aku pandai dalam berakting sehinga dia tidak curiga." batin dokter kandungan ).
Mereka saling terdiam tanpa mengeluarkan suaranya hingga tidak terasa minuman milik Candra habis tak bersisa.
Candra merasa tubuhnya panas dan menginginkan se**s, Candra menatap dokter kandungan tersenyum menggoda dengan susah payah Candra menahan hasratnya dan mengirim pesan ke Dio.
✉️ " Dio, cepat datang tubuhku terasa panas sepertinya dokter kandungan itu menaruh obat perangsang." ucap Candra
Dio pun datang bersama seorang bodyguard. Dio membawa Candra ke kamar hotel vvip milik pribadinya. Sampai di kamar hotel Candra masuk ke kamar mandi dan meminta Dio untuk mengunci kamar mandinya.
Candra melepaskan seluruh pakaian yang melekat di tubuhnya kemudian menyalakan shower untuk mendinginkan hasratnya dengan mandi air dingin.
Dio yang ingat pesan nona Cantika menghubungi nona Cantika untuk datang ke hotel.
Sedangkan bodyguard ditugaskan Dio menangkap dokter kandungan untuk di bawa ke suatu tempat milik Candra untuk di ikat. Awalnya dokter kandungan memberontak tapi karena tenaganya kalah kuat akhirnya pasrah.
xxxx
" Nanti kalau istriku sudah pulang antarkan aku ke markas." perintah Candra.
" Baik tuan." jawab Dio
" Nona Indri bagaimana tuan?" tanya Dio
" Tunggu istriku tenaganya kuat baru boleh pulang sekarang kamu tunggulah di mobil." jawab Candra
" Baik tuan." jawab Dio lagi.
__ADS_1
Dio pun pamit dan pergi meninggalkan Candra.